Dichotomous thinking

Merupakan ┬ákecenderungan untuk berpikir dalam istilah dari kutub yang berlawanan – yaitu, dalam hal yang terbaik dan terburuk – tanpa menerima kemungkinan yang ada di antara kedua ekstrem ini. Istilah ini telah digunakan untuk mengkarakterisasi kecenderungan orang dengan gangguan depresi berat melihat kejadian agak negatif sebagai sangat negatif, tapi peran potensial dari pemikiran semacam itu dalam kondisi lain (misalnya, gangguan makan, gangguan kepribadian) juga sedang diselidiki. Disebut juga pemikiran terpolarisasi.

 

  • VandenBos, G. R. (ed.). (2007). APA Dictionary of Psychology. Washington DC: American Psychological Association.