All-or-None Law/Principle

Prinsip ini ditemukan oleh fisiolog Amerika, Henry Pickering Bowditch ketika ia mempelajari otot jantung (Warren), menyatakan bahwa dalam saraf atau serat otot tunggal apa pun, respon terhadap stimulus diatas level ambang adalah maksimal, terlepas dari intensitas stimulus tersebut dan hanya tergantung pada kondisi sel tersebut pada momen stimulasi. Properti pada impuls saraf tergantung dalam fakta bahwa amplitudonya selalu sama di mana kode neural ditentukan oleh frekuensi ketimbang oleh ukuran respons saraf tersebut. Osgood mempopulerkan istilah essential identity law, yang berkaitan dengan hukum fisiologikal all-or-none dan merajuk pada fakta bahwa impuls saraf sama dalam jenis. Prinsip all-or-none dari fisiologi telah diluaskan secara konseptual ke area psikologi pembelajaran dimana hal tersebut merujuk pada asosiasi materi yang sudah dipelajari, di mana terbentuk secara komplit pada percobaan tunggal atau tidak terbentuk sama sekali. Prinsip ini telah secara konsisten dirujuk dan diferensiasikan dalam buku teks psikologi dari 1885-1996.

 

  • Roeckelein, J. E. (2013). Kamus Psikologi: Teori, Hukum, dan Konsep (penerj. Intan Irawati). Jakarta: Kencana.