Adler’s Theory of Personality

Alfred Adler (1870-1937) adalah psikoanalis Australia yang memperoleh gelar dokter pada 1895 dari Universitas Vienna dengan spesialisasi opthalmology yang kemudian pindah menjadi psikiatri. Ia merupakan presiden dari Perkumpulan Psikoanalitis Vienna pada 1910 dan kemudian mengundurkan diri pada 1911 karena berbeda teori dengan Sigmund Freud. Ia lalu membangun perkumpulan sendiri yang bernama Society for Free Psychoanalytic Research yang kemudian berubah menjadi Society of Individual Psychology yang menjadi mazhab eksperimental di Vienna. Ia pindah ke New York pada 1934 dan melanjutkan praktir psikiater dan profesornya di Long Island Colleage of Medicine. Pendekatan teoritisnya menekankan konsep pencapaian tujuan, kesatuan, dan partisipasi aktif individu dan lebih menekankan pada kognitif dibanding ketidaksadaran. Teori kepribadian Adler mendukung struktur teoritis keseluruhan, yaitu finalisme fiktif (manusia lebih banyak dimotivasi oleh harapan masa depan dibanding pengalaman objektif di masa lampau), perjuangan ke arah superioritas (perjuangan menuju kesempurnaan yang didorong tujuan “lebih maju”), perasaan inferioritas dan kompensasi (manusia dimotivasi oleh kebutuhan untuk menghadapi perasaan atau penerimaan inferioritas atas ketidaksempurnaannya), minat kemasyarakatan (keinginan superioritas menjadi tersosialisasikan ketika bekerja untuk kebaikan bersama), gaya hidup (prinsip sistem, atau rencana kehidupan diri kreatif yang merupakan kepribadian individu yang unik untuk mencapai tingkat fungsional yang lebih tinggi), diri kreatif (doktrin bahwa manusia membangun dirinya diluar materi mentah hereditas yang membentuk makna dan tujuan hidup sendiri). Teori terapi Adler menekankan tujuan terapis untuk membangun hubungan kepercayaan dengan pasien dalam memahami “alam asumtif”, meyakini kekuatan internal, dan menawarkan model perilaku dan strategi penanganan (coping) yang efektif. Teori Adler ini dinilai lebih humanistis terhadap perkembangan individu dibanding konsep Freud yang dinilai lebih materialistis atas individu.

 

  • Roeckelein, J. E. (2013). Kamus Psikologi: Teori, Hukum, dan Konsep (penerj. Intan Irawati). Jakarta: Kencana.