Source: Google (2024)

Di era media sosial, berbagai isu sosial dapat dengan cepat menarik perhatian publik. Ketika muncul kasus mengenai ketidakadilan, kekerasan, atau diskriminasi, banyak orang menunjukkan dukungan melalui komentar, unggahan, penyebaran informasi, hingga bantuan secara langsung.

Dalam psikologi, tindakan sukarela yang bertujuan memberikan manfaat bagi orang lain disebut sebagai prosocial behavior atau perilaku prososial (Penner et al., 2005). Bentuknya dapat beragam, mulai dari memberikan bantuan, dukungan emosional, berbagi, hingga bekerja sama dengan orang lain.

Dalam konteks media sosial, perilaku prososial dapat muncul ketika seseorang menyebarkan informasi yang bermanfaat, memberikan dukungan kepada pihak yang mengalami kesulitan, menggalang bantuan, atau membantu meningkatkan kesadaran terhadap suatu isu. Namun, tidak setiap bentuk unggahan atau dukungan di media sosial otomatis dapat dianggap prososial. Tujuan dan dampak dari tindakan tersebut juga perlu diperhatikan.

Mengapa Kita Mau Membantu?

Salah satu penjelasannya adalah empati. Melalui empathy-altruism hypothesis, Batson (1991) menjelaskan bahwa ketika seseorang merasakan kepedulian empatik terhadap orang yang mengalami kesulitan, dapat muncul motivasi untuk membantu demi meningkatkan kesejahteraan orang tersebut.

Artinya, ketika kita melihat seseorang mengalami kesulitan, kemampuan untuk memahami dan merasakan kepedulian terhadap kondisinya dapat mendorong munculnya keinginan untuk membantu.

Perilaku prososial juga berkaitan dengan konsep altruisme. Dalam psikologi sosial, altruisme biasanya merujuk pada motivasi untuk meningkatkan kesejahteraan orang lain tanpa menjadikan keuntungan pribadi sebagai tujuan utamanya.

Apakah Membantu Selalu Murni karena Kepedulian?

Tidak selalu sesederhana itu. Perilaku manusia dapat memiliki beberapa motivasi sekaligus. Seseorang mungkin benar-benar ingin membantu, tetapi pada saat yang sama juga merasa senang ketika tindakannya mendapat apresiasi dari orang lain.

Dalam psikologi, hal ini dapat dikaitkan dengan impression management, yaitu proses ketika individu berusaha mengatur bagaimana dirinya dipersepsikan oleh orang lain (Leary & Kowalski, 1990).

Media sosial membuat proses ini semakin terlihat karena dukungan terhadap suatu isu dapat disaksikan, disukai, dan dikomentari oleh banyak orang. Namun, adanya manfaat sosial bagi diri sendiri tidak otomatis membuat sebuah tindakan menjadi tidak tulus. Yang lebih penting adalah melihat apakah tindakan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi pihak yang ingin dibantu.

Ketika Dukungan Justru Tidak Membantu

Niat membantu tidak selalu menghasilkan dampak yang positif. Dukungan dapat menjadi kontraproduktif ketika perhatian justru berpindah dari kebutuhan pihak yang terdampak menuju citra orang yang memberikan bantuan, atau ketika pembelaan berubah menjadi serangan dan memperbesar konflik.

Karena itu, perilaku prososial bukan hanya tentang “saya ingin membantu”, tetapi juga tentang mempertimbangkan “apakah tindakan saya benar-benar membantu?”

Dukungan yang lebih konstruktif dapat dilakukan dengan mendengarkan kebutuhan pihak yang terdampak, menyebarkan informasi yang telah diverifikasi, memberikan bantuan yang relevan, serta menghindari tindakan yang justru memperburuk situasi.

Pada akhirnya, manusia membantu orang lain karena berbagai alasan: empati, kepedulian, nilai yang diyakini, hubungan sosial, maupun kombinasi dari berbagai motivasi tersebut. Yang menjadi penting bukan hanya niat di balik tindakan, tetapi juga dampaknya terhadap orang yang menerima bantuan.

References

Batson, C. D. (1991). The altruism question: Toward a social-psychological answer. Lawrence Erlbaum Associates.

Leary, M. R., & Kowalski, M. R. (1990). Impression management: A literature review and two-component model. Psychological Bulletin, 107(1), 34–47. https://doi.org/10.1037/0033-2909.107.1.34

Penner, L. A., Dovidio, J. F., Piliavin, J. A., & Schroeder, D. A. (2005). Prosocial behavior: Multilevel perspectives. Annual Review of Psychology, 56, 365–392. https://doi.org/10.1146/annurev.psych.56.091103.070141

Writer, S. (2024, November 22). The positive health effects of prosocial behaviors | Harvard T.H. Chan School of Public Health. Harvard T.H. Chan School of Public Health. https://hsph.harvard.edu/news/prosocial-behaviors-positive-health-effects/

Written by Athaullah Nuran Hilmi S. (2702364313)

Edited by : Andrea Prita Purnama Ratri & Privianda Azahra