Mengapa Kita Bisa Tersinggung atas Nama Orang Lain? Perspektif Psikologi Sosial
Source: Google (2018)
Media sosial membuat kita semakin sering melihat opini, konflik, dan pengalaman dari berbagai kelompok. Tidak jarang, sebuah unggahan yang dianggap merendahkan ras, etnis, kebangsaan, atau identitas tertentu memicu kemarahan bukan hanya dari kelompok yang menjadi sasaran, tetapi juga dari orang lain yang tidak terdampak secara langsung.
Lalu, mengapa kita bisa merasa tersinggung atau marah atas nama orang lain?
Dalam psikologi sosial, salah satu penjelasannya adalah moral outrage, yaitu kemarahan yang muncul ketika seseorang melihat tindakan yang dianggap tidak adil atau melanggar nilai moral. Artinya, seseorang tidak perlu menjadi korban langsung untuk merasa bahwa suatu perilaku itu salah dan perlu ditentang.
Selain itu, respons tersebut juga dapat berkaitan dengan identitas sosial. Kita tidak hanya mendefinisikan diri berdasarkan siapa diri kita secara pribadi, tetapi juga melalui kelompok, nilai, dan prinsip yang kita anggap penting. Penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap ketidakadilan dan identifikasi dengan kelompok dapat mendorong seseorang untuk mendukung atau mengambil tindakan bagi pihak lain (van Zomeren et al., 2008).
Mengapa Reaksinya Terlihat Lebih Besar di Media Sosial?
Media sosial membuat ekspresi kemarahan moral menjadi lebih mudah disampaikan dan terlihat oleh banyak orang. Komentar, repost, atau bentuk dukungan dari pengguna lain juga dapat memperkuat perilaku tersebut.
Brady et al. (2021) menemukan bahwa ekspresi moral outrage di media sosial dapat diperkuat melalui social learning. Ketika kemarahan mendapat perhatian atau dukungan sosial, seseorang menjadi lebih mungkin mengekspresikan kemarahan serupa di kemudian hari.
Membela suatu kelompok juga dapat menjadi bentuk identity signaling, yaitu cara seseorang menunjukkan nilai atau posisi moral yang ia pegang kepada orang lain (Gal, 2015). Namun, hal ini tidak berarti semua bentuk pembelaan hanya dilakukan untuk mencari pengakuan. Seseorang dapat benar-benar peduli sekaligus menunjukkan nilai yang ia yakini.
Kapan Solidaritas Menjadi Problematis?
Merasa marah terhadap ketidakadilan merupakan respons yang dapat dipahami. Namun, masalah muncul ketika pembelaan berubah menjadi serangan balik, generalisasi terhadap kelompok lain, atau ujaran kebencian.
Alih-alih mengurangi masalah, respons semacam ini justru dapat memperbesar konflik dan polarisasi.
Karena itu, solidaritas sebaiknya diarahkan pada perilaku yang dianggap bermasalah, bukan pada identitas kelompok secara keseluruhan. Kita juga perlu memastikan informasi terlebih dahulu, menghindari serangan personal, dan memberi ruang bagi pihak yang benar-benar terdampak untuk menyuarakan pengalamannya sendiri.
Jadi, kita bisa tersinggung atas nama orang lain karena manusia tidak hanya bereaksi terhadap sesuatu yang merugikan dirinya secara pribadi. Kita juga dapat bereaksi terhadap ketidakadilan yang bertentangan dengan nilai, identitas, dan rasa kepedulian yang kita miliki.
References
Brady, W. J., McLoughlin, K., Doan, T. N., & Crockett, M. J. (2021). How social learning amplifies moral outrage expression in online social networks. Science Advances, 7(33), eabe5641. https://doi.org/10.1126/sciadv.abe5641
Gal, D. (2015). Identity-signaling behavior. In M. I. Norton, D. D. Rucker, & C. Lamberton (Eds.), The Cambridge handbook of consumer psychology (pp. 257–281). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781107706552.010
Mihailov, E., Voinea, C., & Vică, C. (2023). Is online moral outrage outrageous? Rethinking the indignation machine. Science and Engineering Ethics, 29, 12. https://doi.org/10.1007/s11948-023-00435-3
van Zomeren, M., Postmes, T., & Spears, R. (2008). Toward an integrative social identity model of collective action: A quantitative research synthesis of three socio-psychological perspectives. Psychological Bulletin, 134(4), 504–535. https://doi.org/10.1037/0033-2909.134.4.504
https://news.stanford.edu/stories/2018/08/moral-outrage-goes-viral-can-come-across-bullying
Written by Athaullah Nuran Hilmi S. (2702364313)
Edited by : Andrea Prita Purnama Ratri & Privianda Azahra Puanrani

Comments :