Persahabatan merupakan salah satu sumber dukungan penting bagi mahasiswa selama menjalani perkuliahan. Namun, lingkungan akademik juga sering menghadirkan kompetisi dalam bentuk nilai, beasiswa, magang, maupun berbagai prestasi lainnya. Kondisi ini membuat hubungan pertemanan terkadang berada di antara kerja sama dan persaingan. 

Dalam psikologi sosial, fenomena ini dapat dijelaskan melalui social comparison atau perbandingan sosial. Individu secara alami membandingkan dirinya dengan orang lain untuk mengevaluasi kemampuan dan pencapaiannya. Ketika teman memperoleh prestasi yang lebih tinggi, seseorang dapat merasa termotivasi, tetapi juga berpotensi merasa terancam. 

Persaingan yang sehat dapat memberikan dampak positif. Mahasiswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar, meningkatkan keterampilan, dan mencapai target akademik. Namun, jika persaingan berubah menjadi iri hati atau ketidakpercayaan, hubungan pertemanan dapat terganggu. 

Komunikasi yang terbuka dan dukungan sosial menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara persahabatan dan kompetisi. Teman yang baik tidak hanya menjadi tempat berbagi kesulitan, tetapi juga mampu merayakan keberhasilan satu sama lain. 

Pada akhirnya, teman tidak harus dipandang sebagai kompetitor. Dalam banyak situasi, keduanya dapat berjalan berdampingan. Persahabatan yang sehat justru dapat membantu individu berkembang secara akademik maupun pribadi selama masa perkuliahan. 

Referensi 

  • Aronson, E., Wilson, T. D., Akert, R. M., & Sommers, S. R. (2018). Social psychology (9th ed.). Pearson.
  • Festinger, L. (1954). A theory of social comparison processes. Human Relations, 7(2), 117–140. https://doi.org/10.1177/001872675400700202
  • Myers, D. G., & Twenge, J. M. (2021). Social psychology (14th ed.). McGraw-Hill Education. 

Penulis : Nadhira Shafazka dan Baydhowi 

Editor : Privianda Azahra Puanrani