Johari Window: Trial Class Psikologi dengan SMA Mardi Yuana Depok di BINUS University
BINUS University mengadakan sesi trial class untuk siswa SMA Mardi Yuana Depok. Kegiatan ini memperkenalkan beberapa jurusan yang terdapat di BINUS University, seperti Psikologi, Teknik Industri, Sistem Informasi, dan jurusan lainnya. Trial class dilaksanakan di Ruang 322, Gedung Anggrek, pada pukul 10.00 – 11.00 WIB.
Pada kesempatan ini, Kak Wella Jayanti, S.Psi., M.A. membawakan materi mengenai Johari Window kepada para peserta trial class. Johari Window merupakan sebuah model yang dikembangkan oleh Joseph Luft dan Harrington Ingham pada tahun 1955. Model ini digunakan untuk membantu individu memahami hubungan antara dirinya sendiri dan orang lain, khususnya dalam melihat bagaimana seseorang mengenali dirinya serta bagaimana orang lain memandang dirinya.
Di awal sesi, Kak Wella mengajak peserta untuk merefleksikan diri melalui empat pertanyaan utama, yaitu: “Bagaimana kamu mendeskripsikan diri kamu sendiri?”, “Apakah kamu tahu seperti apa orang lain melihat kamu?”, “Apakah kamu menyembunyikan sesuatu tentang dirimu dari orang lain?”, dan “Apakah ada hal tentang dirimu yang belum kamu ketahui dan juga belum diketahui oleh orang lain?”
Kak Wella kemudian menjelaskan bahwa keempat pertanyaan tersebut berkaitan dengan empat kuadran utama dalam Johari Window. Kuadran pertama berisi hal-hal yang diketahui oleh diri sendiri dan juga diketahui oleh orang lain. Kuadran kedua berisi hal-hal yang diketahui oleh diri sendiri, tetapi disembunyikan dari orang lain. Kuadran ketiga berisi hal-hal yang diketahui oleh orang lain, tetapi belum disadari oleh diri sendiri. Sementara itu, kuadran keempat berisi hal-hal yang belum diketahui, baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain.
Lebih lanjut, Kak Wella menjelaskan bahwa model ini disebut sebagai “window” atau jendela karena membantu seseorang melihat dirinya dari berbagai sudut pandang, baik dari perspektif pribadi maupun dari perspektif orang lain. Johari Window dapat digunakan dalam berbagai konteks, seperti pengembangan diri, hubungan interpersonal, lingkungan akademik, hingga dunia profesional.
Setelah sesi penjelasan, peserta trial class diberikan kesempatan untuk membuat Johari Window mengenai diri mereka sendiri. Peserta juga diminta untuk saling membantu dengan teman di sebelahnya dalam mengisi bagian-bagian tertentu dari Johari Window. Setelah kegiatan selesai, beberapa peserta diundang untuk membagikan hasil refleksi mereka di depan kelas.


Comments :