Source: https://www.istockphoto.com/id/foto/kelompok-makanan-sehat-untuk-diet-flexitarian-gm1457433817-492225403?searchscope=image%2Cfilm

Selama ini kesehatan mental sering dikaitkan dengan faktor psikologis seperti stres, relasi sosial, atau tekanan akademik. Namun dalam beberapa tahun terakhir, penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup sehari-hari, termasuk pola makan, juga memiliki peran penting terhadap kondisi emosional seseorang. Salah satu pola makan yang banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan mental adalah Mediterranean diet.

Mediterranean diet merupakan pola makan yang menekankan konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, serta lemak sehat seperti minyak zaitun, dan membatasi makanan olahan serta tinggi gula. Pola makan ini sebelumnya dikenal luas karena manfaatnya bagi kesehatan jantung, namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa manfaatnya juga berkaitan dengan kesehatan mental, termasuk gejala depresi.

Penelitian yang dilakukan oleh Boyd, Schloss, dan Sibbritt (2022) dalam studi AMMEND (A Mediterranean Diet in Men with Depression) menunjukkan bahwa perubahan pola makan ke arah Mediterranean diet selama 12 minggu dapat membantu menurunkan tingkat depresi pada laki-laki usia muda dengan kondisi depresi sedang hingga berat. Selain itu, peserta penelitian juga menunjukkan peningkatan kualitas hidup, termasuk pada aspek konsentrasi, energi, dan kualitas tidur. Temuan ini menunjukkan bahwa pola makan bukan hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pendekatan pendukung dalam menjaga kesehatan mental.

Temuan serupa juga terlihat dalam penelitian SMILES trial yang dilakukan oleh Jacka dan rekan-rekan (2017), yang menunjukkan bahwa perbaikan pola makan sehat dapat membantu mengurangi gejala depresi pada orang dewasa. Studi ini menjadi salah satu penelitian awal yang memperkuat hubungan antara kualitas pola makan dan kesehatan mental melalui pendekatan intervensi langsung.

Selain itu, analisis yang dilakukan oleh Firth dan rekan-rekan (2020) terhadap berbagai penelitian intervensi pola makan juga menunjukkan bahwa perubahan pola makan yang lebih sehat berhubungan dengan penurunan gejala depresi dan kecemasan. Hasil ini memperkuat temuan bahwa perubahan sederhana dalam kebiasaan makan sehari-hari dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan psikologis.

Secara psikologis, hubungan antara pola makan dan depresi dapat dijelaskan melalui beberapa mekanisme. Asupan nutrisi yang seimbang berperan dalam mendukung fungsi otak, termasuk proses regulasi emosi. Konsumsi makanan tinggi serat, vitamin, mineral, dan asam lemak omega-3 diketahui berhubungan dengan fungsi neurotransmiter yang berperan dalam suasana hati. Sebaliknya, pola makan tinggi makanan olahan dan rendah nutrisi dapat meningkatkan risiko munculnya kelelahan mental serta gangguan suasana hati.

Melalui pemahaman ini, penting bagi individu untuk mulai melihat pola makan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mental secara menyeluruh. Meskipun pola makan bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi depresi, memperhatikan kualitas asupan nutrisi dapat menjadi langkah awal yang sederhana namun bermakna dalam mendukung kesejahteraan psikologis di kehidupan sehari-hari.

Referensi

Boyd, J., Schloss, J., & Sibbritt, D. (2022). The effect of a Mediterranean diet on the symptoms of depression in young males (the AMMEND study): A randomized controlled trial. American Journal of Clinical Nutrition.

Jacka, F. N., et al. (2017). A randomised controlled trial of dietary improvement for adults with major depression (SMILES trial).

Firth, J., et al. (2020). The effects of dietary improvement on symptoms of depression and anxiety: A meta-analysis of randomized controlled trials.

Parletta, N., et al. (2019). Mediterranean diet and mental health: A systematic review.

 

Penulis : Balqis Amira Firdausjie

Editor : Andrea Prita Purnama Ratri