Anxiety di Tempat Kerja: Mengapa Seseorang Rentan Cemas Menghadapi Tugas atau Atasan?

Perkembangan era digital yang serba cepat dan penuh tekanan dapat meningkatkan kecemasan (anxiety) pada seseorang. Perpindahan dari lingkungan akademik yang terstruktur ke dunia kerja yang lebih dinamis sering menimbulkan rasa takut gagal, keraguan diri, dan keinginan berlebihan untuk tampil sempurna. Faktor internal seperti imposter syndrome serta ekspektasi untuk segera terlihat kompeten membuat banyak karyawan muda merasa cemas, terutama ketika mereka ingin membuktikan kemampuan sejak hari pertama.

Kecemasan seseorang juga dipengaruhi oleh pola komunikasi digital yang sudah menjadi bagian hidup mereka. Ketika harus berinteraksi dengan atasan yang memiliki gaya komunikasi berbeda, lebih formal, atau lambat merespons, muncul rasa takut salah, takut merepotkan, atau takut terlihat tidak paham. Situasi ini semakin sulit ketika organisasi tidak memberikan kejelasan instruksi, perubahan tugas terlalu cepat, atau minim psychological safety. Dalam kondisi seperti ini, individu lebih rentan mengalami overthinking, enggan bertanya, atau menghindari interaksi dengan atasan karena takut dinilai buruk.

Untuk mengurangi kecemasan di tempat kerja, individu membutuhkan kombinasi strategi personal dan dukungan organisasi. Secara personal, mereka dapat melatih komunikasi asertif, meminta kejelasan tugas, mencatat prioritas kerja, serta membangun rutinitas yang stabil untuk mengurangi stres. Di sisi lain, perusahaan juga perlu menyediakan lingkungan yang suportif, memberikan feedback yang jelas, dan menghadirkan pemimpin yang empatik. Ketika kebutuhan psikologis karyawan muda terpenuhi, seseorang dapat bekerja lebih percaya diri dan berkembang secara optimal tanpa harus terbebani kecemasan berlebih.

 

Referensi:

Clark, M. A., & Michel, J. S. (2020). The impact of work stressors on anxiety and job performance: A review and meta-analysis. Journal of Organizational Behavior. 

Feenstra, E., Begeny, C. T., Ryan, M. K., & Rink, F. (2021). Psychological safety and leadership communication in the workplace. Journal of Applied Psychology.

Huang, J., & Zhao, X. (2023). Gen Z in the workplace: Anxiety, expectations, and communication challenges. International Journal of Workplace Psychology.

Li, A., & Wang, S. (2022). Imposter syndrome and work-related anxiety among young employees: The mediating role of self-efficacy. Personality and Individual Differences.

Richards, D. A., & Freeman, D. (2020). Digital communication habits and workplace anxiety in young professionals. Computers in Human Behavior.

https://unsplash.com/photos/text-H582qBzGmHQ

 

Penulis: Widya tri oktavi Handayani – 2602136215

Editor: Andrea Prita Purnama Ratri