Pada hari Kamis, 16 Juli 2020, salah satu dosen Jurusan Psikologi BINUS, kak Anggita Dian Cahyani membawakan pembekalan kepada para siswa SMAK 2 Penabur dengan judul “Sekolah Baru Adaptasi Baru: Bersekolah di Era New Normal.” Berhubung dengan adanya keterbatasan pada masa pandemi ini, sesi pembekalan dengan sangat disayangkan harus dilakukan secara online. Namun walaupun begitu, para siswa SMAK 2 Penabur tetap banyak yang berpartisipasi dan kak Anggita pun tetap semangat dalam membawakan sesi ini.

Sesi pembekalan yang berjudul “Sekolah Baru Adaptasi Baru: Bersekolah di Era New Normal” ini dibawakan kepada para siswa SMAK 2 Penabur dengan tujuan agar mereka mendapatkan insight mengenai bagaimana mengelola diri di era new normal dan lebih siap secara psikologis menjalani sekolah dengan metode baru.

Mungkin terdapat sejumlah siswa yang menyukai metode belajar daring dari rumah ini. Namun tidak sedikit juga yang masih belum familiar dengan metode ini dan harus beradaptasi agar proses belajar mengajar tetap bermanfaat bagi diri mereka. Kak Anggita menyebutkan bahwa selama belajar daring dari rumah, terdapat beberapa masalah yang mungkin dihadapi oleh para siswa, seperti contohnya:

  • Banyak gangguan atau distraksi
  • Masalah jaringan internet
  • Merasa terlalu banyak tugas
  • Lelah, bosan, rindu interaksi langsung dengan teman-teman

Dengan adanya beberapa masalah tersebut, kak Anggita menyampaikan pesan yang penting kepada para siswa SMAK 2 Penabur, “mari kita fokus pada hal yang bisa kita kontrol” ucapnya. Tidak bisa berpartisipasi pada kelas online karena jaringan internet mati? Tidak masalah. Gangguan jaringan internet bukanlah sesuatu yang dapat kita kontrol. Maka kita hanya bisa menunggu hingga jaringan internet aktif kembali. Lakukan hal yang dapat kita kontrol. Apakah itu? Contohnya seperti memberi kabar kepada guru mengenai keadaan tersebut dan meminta izin tidak dapat berpartisipasi dalam kelas online.

 

“Pasti ada cara lain.”

“Pasti ada opsi lain.”

“Pasti ada solusi lain.”

Untuk dapat melatih cara berpikir para siswa jika dihadapi oleh masalah-masalah seperti yang telah disebutkan di atas, kak Anggita menyampaikan langkah untuk melatih GROWTH MINDSET, yaitu:

  • Dengarkan suara yang ada di kepala Anda, termasuk yang tergolong dalam fixed mindset
  • Sadari bahwa Anda memiliki pilihan, beri jeda sejenak. Anda dapat memilih keduanya.
  • Beri jeda, Tarik nafar panjang.
  • Pertanyakan hal-hal yang termasuk fixed minset. Misalnya, jika fixed mindset Anda mengucapkan “susah!,” Anda bisa coba untuk menjawab suara tersebut dengan “apa benar sesusah itu?”
  • Take action! Dengan growth mindset, setiap kesulitan justru merupakan kesempatan untuk berkembang.

Selain itu kak Anggita juga memberikan cara-cara praktis kepada para siswa untuk menyiapkan diri sekolah daring, yaitu:

  • Membuat jadwal dan rutinitas
  • Jangan lupa untuk istirahat
  • Organisasi
  • Menentukan lokasi atau titik khusus untuk belajar di rumah
  • Menetapkan tujuan
  • Membangun komunikasi
  • Dan jangan lupa, tarik nafas panjang

Focus on what you can control and don’t forget to breathe!

 

Jurusan Psikologi BINUS