Mengapa Satu Lagu Bisa Mengubah Suasana Hati Kita?
Pernah nggak kamu sedang merasa biasa saja, lalu mendengar satu lagu dan tiba-tiba suasana hati berubah? Bisa jadi kamu merasa lebih bersemangat, tenang, sedih, atau malah teringat seseorang. Musik memang memiliki hubungan yang kuat dengan emosi, dan salah satu alasannya adalah kemampuan musik untuk membangkitkan kenangan pribadi.
Lagu yang familiar sering kali berfungsi sebagai pemicu munculnya autobiographical memories, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi. Penelitian menunjukkan bahwa musik dapat memunculkan kenangan yang terasa jelas dan memiliki keterkaitan emosional yang kuat (Belfi et al., 2016). Hal ini juga terlihat dalam penelitian yang menunjukkan bahwa musik yang familiar lebih mudah memicu ingatan autobiografis (Kaiser & Berntsen, 2023).
Misalnya, sebuah lagu yang sering kamu dengarkan ketika masih sekolah mungkin akan mengingatkanmu pada teman, tempat, atau suasana tertentu dari masa tersebut. Bahkan, penelitian terbaru menemukan adanya hubungan antara karakteristik lagu dan karakteristik emosional dari kenangan yang muncul ketika lagu tersebut didengarkan (Tanberg et al., 2025).
Selain memunculkan kenangan, musik juga dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mengatur emosi. Orang dapat memilih musik tertentu ketika ingin menenangkan diri, meningkatkan energi, atau mengubah suasana hati. Namun, efek musik tidak selalu sama untuk semua orang. Lagu yang membuat seseorang bahagia justru bisa membuat orang lain sedih karena pengalaman dan asosiasi pribadi mereka berbeda (Chong et al., 2024).
Karena itu, perubahan suasana hati setelah mendengarkan lagu bukan hanya disebabkan oleh melodi atau liriknya. Pengalaman pribadi, tingkat familiaritas dengan lagu, konteks ketika mendengarkannya, dan kenangan yang berkaitan dengan lagu tersebut juga dapat berperan.
Jadi, sebuah lagu bisa terasa jauh lebih bermakna daripada sekadar kumpulan nada dan lirik. Dalam banyak kasus, lagu menjadi seperti “jembatan” yang menghubungkan pengalaman kita di masa lalu dengan perasaan yang kita rasakan sekarang.
Referensi:
Belfi, A. M., Karlan, B., Tranel, D., & others. (2016). Music evokes vivid autobiographical memories. Memory, 24(7), 979–989.
Chong, H. J., Kim, J., & Kim, S. (2024). Scoping review on the use of music for emotion regulation. Behavioral Sciences, 14(9), 793.
Kaiser, A. P., & Berntsen, D. (2023). The cognitive characteristics of music-evoked autobiographical memories: Evidence from a systematic review of clinical investigations. Wiley Interdisciplinary Reviews: Cognitive Science, 14(3), e1627.
Tanberg, K., Yeung, A. Y., & Fernandes, M. (2025). Evidence of temporal and emotional alignment between song cues and their evoked autobiographical memories. Memory & Cognition, 53(8), 2394–2405.
Penulis : Khairini Nathania
Editor : Andrea Prita Purnama Ratri & Privianda Azahra Puanrani

Comments :