Pada Jumat, 3 Oktober 2026 Binus Psychology turut menyelenggarakan Alun-Alun Psikologi 2026 dengan mengusung tema “I and AI: Hope in Every Pathways” tema acara ini didasarkan pada perkembangan kecerdasan buatan (AI), sebuah teknologi yang telah mengubah dan masih terus mengubah pendidikan, pekerjaan, serta pengembangan diri. Dengan pemikiran tersebut, kegiatan ini akan mengajak mahasiswa untuk memahami lingkaran kehidupan melalui beberapa teknologi agar dapat mempersiapkan diri untuk masa depan yang terus berubah.

Acara ini berlangsung secara hibrid di lima region kampus Binus dengan tema utama yang berbeda, Salah satunya di Kampus Paskal BINUS @Bandung, Ruang 903, menghadirkan seminar dengan topik “Entrepreneur Mindset in the Age of AI: Growing Beyond Comfort Zone” bersama Bapak Anjar Kartaputra, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Direktur Anvesana Research Institute. Surat Undangan Bandung Melalui sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan (entrepreneurial mindset) di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. 

Dalam menghadapi  era AI, seseorang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kecerdasan melihat peluang bisnis, kemampuan untuk beradaptasi, serta kemampuan untuk mengambil keputusan secara strategis. Seiring berkembangnya AI, cara seseorang mencari informasi, meneliti, memahami kebutuhan pasar, dan menyusun banyak ide bisnis dapat berubah. 

Seminar ini memberikan pandangan pengantar kepada para peserta tentang peran AI sebagai alat pendukung untuk mencerahkan kewirausahaan dalam eksplorasi ide, analisis peluang, dan strategi. Namun, perlu ada keseimbangan antara atribut manusia seperti kreativitas, fleksibilitas, dan keberanian mengambil risiko dengan persepsi pengembangan emosional dalam AI, dengan keberanian mengambil risiko dan menentukan keputusan. Pada dasarnya, ini tentang manusia yang menjadikan AI sebagai co-pilot dalam proses kewirausahaan. AI sangat baik dalam membantu mempercepat proses, tetapi tidak ada yang dapat menggantikan kemampuan manusia dalam pemikiran kritis dan kontekstual, serta inovasi yang membawa nilai bagi umat manusia.

Kemampuan untuk lepas dari gaya hidup dalam zona nyaman adalah salah satu tantangan tersulit  untuk dihadapi seiring dengan evolusi teknologi. Seseorang harus memiliki pola pikir yang terbuka terhadap pembelajaran hal baru, serta keberanian untuk mengeksplorasi berbagai pilihan karena semuanya berubah dengan cepat.

Para peserta diajak untuk membuat inovasi yang dapat dimulai dari individu, di mana mereka dapat memecahkan masalah dan menciptakan nilai pada pekerjaan baru, bukan dengan menyiapkan fokus pada bisnis besar. Kesiapan untuk menghadapi ketidakpastian juga berkaitan dengan pola pikir entrepreneurial. Sebagai seorang entrepreneur, perlu berani mengambil risiko, menilai berbagai kemungkinan, dan terus beradaptasi sesuai dengan perubahan yang terjadi di lingkungan. Seiring berkembangnya AI dan masuknya ke setiap aspek kehidupan, hal ini menjadi bagian yang sangat penting.

Dalam dunia kewirausahaan modern, AI memberikan berbagai peluang untuk membantu individu bekerja lebih efektif. Teknologi dapat mendukung eksplorasi ide, pengenalan pola informasi, dan proses pengambilan keputusan. Namun, AI bukanlah pengganti kreativitas manusia. Ide, visi, nilai, dan keberanian untuk menciptakan sesuatu yang baru tetap berasal dari manusia. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami cara memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan kemampuan berpikir mandiri. Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk melihat AI bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai partner yang dapat membantu mengembangkan potensi diri dan memperluas kemungkinan dalam dunia profesional maupun kewirausahaan.

Pada acara Alun-Alun Psychology 2026, mahasiswa diperkenalkan pada kenyataan ini dan menyadari bahwa manfaat pengembangan AI tidak pernah dapat berjalan beriringan dengan pembangunan kemanusiaan. Meskipun teknologi dapat menyelesaikan berbagai hal dan menciptakan cara-cara baru untuk melakukannya, kemampuan manusia yang spesifik untuk berpikir kreatif, beradaptasi, mengambil keputusan, serta isu-isu nilai-nilai kemanusiaan merupakan beberapa bidang lain yang perlu diprioritaskan.

Kegiatan ini dirancang untuk mendorong keterbukaan terhadap perubahan, belajar untuk membuka diri dalam mengeksplorasi berbagai peluang serta kemampuan yang dimiliki para peserta dalam merespons dunia yang telah terlebih dahulu mengalami transformasi oleh teknologi. Surat Undangan Bandung

Dengan cara ini, masa depan tidak hanya berkaitan dengan apa yang dapat dilakukan manusia dengan teknologi.  Tetapi bagaimana manusia mampu berkolaborasi dengan teknologi untuk menciptakan inovasi yang lebih bermakna. Alun-Alun Psychology 2026 adalah tempat yang tepat bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi kemampuan mereka melalui kekuatan pendorong ini yang diharapkan dapat sekaligus membekali mereka untuk terus melangkah dengan lebih yakin dalam menavigasi masa depan.