Semakin berkembangnya zaman, AI semakin berada di berbagai sektor kehidupan manusia, teknologi semakin berkembang pesat seiring berkembangnya zaman. Teknologi mulai mampu membantu kita menemukan banyak jalan hingga muncul pertanyaan siapa sebenarnya yang menentukan jalan yang ingin kita tempuh. Pertanyaan ini merupakan salah satu alasan diangkatnya tema “I and AI: Hope in Every Pathways”. Melalui kegiatan kali ini, mahasiswa diajak untuk melihat perkembangan AI bukan hanya sebagai perubahan zaman biasa, tetapi mengajak mahasiswa untuk melihat perkembangan AI sebagai perjalanan di dalam kehidupan, di mana kita tidak luput dari mencari jalan, menentukan pilihan, serta mengembangkan potensi.
Melalui berbagai rangkaian kegiatan yang dihadirkan Psychology BINUS University, kegiatan Alun-Alun Psikologi 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mencari tahu dan memahami bahwa kehadiran AI dapat menjadi bagian dalam perjalanan manusia dalam melihat peluang baru dan kemungkinan-kemungkinan baru yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya. Teknologi tidak selalu menjadi saingan manusia, karena pada akhirnya manusia itu sendirilah yang berperan untuk menentukan ke mana langkah mereka akan diarahkan oleh manusia itu sendiri.
Pada Jumat, tiga Oktober 2026, di BINUS @Malang, kegiatan ini dikemas dalam format TED Talk dengan menghadirkan seorang pembicara yang memiliki pengalaman dan keahlian di berbagai bidang, khususnya dalam bidang competition. Pembicara dalam materi ini adalah orang yang berpengalaman dalam kompetisi dan pernah memenangkan ajang kompetisi. Pembicara tersebut adalah Salsabila Nur Aulia yang juga merupakan salah satu mahasiswa jurusan Digital Psychology BINUS @Malang dengan mengangkat materi “Beyond the Classroom: Unlocking Opportunities Through Competitions”. Materi ini berlatar belakang di mana setiap mahasiswa memiliki potensi, minat, dan keunggulan yang dapat dikembangkan melalui berbagai pengalaman, salah satunya melalui kompetisi. Namun, masih banyak mahasiswa yang merasa bingung dalam menentukan kompetisi yang sesuai dengan minat dan potensinya, maupun memahami persiapan yang perlu dilakukan. Keterbatasan exposure terhadap informasi dan pengalaman kompetisi juga dapat membuat lomba dipersepsikan sebagai sesuatu yang sulit atau hanya ditujukan bagi mahasiswa yang sudah berprestasi.
Kegiatan hadir untuk membantu mahasiswa melihat kompetisi sebagai wadah pengembangan diri, bukan semata-mata tentang kemenangan. Melalui sesi bersama Salsabila Nur Aulia, mahasiswa akan mendapatkan pemahaman mengenai manfaat mengikuti kompetisi dalam mengembangkan skill, menambah pengalaman, memperluas networking, dan membangun portofolio. Mahasiswa juga akan diajak mengenali minat, bakat, dan potensi diri sebagai dasar dalam menentukan kompetisi yang relevan, serta mendapatkan gambaran nyata mengenai proses mencari kompetisi, melakukan persiapan, menyusun strategi, hingga menghadapi tantangan selama mengikuti kompetisi.
Pada akhir sesi, mahasiswa akan mendapatkan referensi kompetisi yang sedang atau akan membuka pendaftaran berdasarkan berbagai kategori, serta informasi mengenai dukungan Psyfeeds yang telah disediakan oleh jurusan. Tidak berhenti pada mendapatkan informasi, mahasiswa akan diarahkan untuk memilih minimal satu kompetisi yang sesuai dan menyusun action plan yang mencakup kompetisi yang dituju, kebutuhan persiapan, langkah awal, dan target waktu pendaftaran. Dengan demikian, harapan kegiatan kali ini adalah untuk menjadikan mahasiswa sebagai pendengar aktif dan mendapatkan pengetahuan baru yang bisa diambil dan dibawa pulang.

Comments :