The Psychology of Scent: Why Smells Bring Back Memories
- Andrea Prita
- articles
- binus bekasi
- Book Review
- Catatan dosen
- Lab Psikologi
- psikologi bekasi
- Wella Jayanti
(Source : Pinterest)
Pernahkah kamu mencium aroma tertentu lalu tiba-tiba teringat pada seseorang, tempat, atau kejadian di masa lalu? Fenomena ini dikenal sebagai odor-evoked autobiographical memory, yaitu munculnya kenangan pribadi setelah seseorang mencium aroma tertentu. Dalam psikologi, fenomena ini juga sering disebut Proust phenomenon, karena aroma dapat menjadi cue yang membantu memunculkan kembali pengalaman masa lalu (Chu & Downes, 2000; Hackländer et al., 2019).
Aroma dapat menjadi cue yang kuat karena penciuman memiliki hubungan erat dengan sistem otak yang berperan dalam emosi dan memori. Ketika kita mencium suatu aroma, informasi tersebut dapat berkaitan dengan pengalaman yang sebelumnya terjadi bersamaan dengan aroma tersebut. Karena itu, aroma parfum, makanan, atau bahkan bau rumah tertentu dapat membuat kita kembali mengingat situasi yang pernah dialami (Herz & Engen, 1996).
Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa kenangan yang dipicu oleh aroma dapat terasa lebih emosional dan membuat seseorang merasa lebih “kembali” ke momen tersebut dibandingkan kenangan yang dipicu oleh gambar atau kata-kata. Herz dan Schooler (2002), misalnya, menemukan bahwa kenangan yang muncul melalui aroma memiliki intensitas emosional yang lebih tinggi. Namun, penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa hubungan antara aroma dan emosi tidak selalu lebih kuat pada setiap situasi, sehingga pengalaman pribadi dan konteks tetap berperan penting (Hackländer et al., 2019; Walla et al., 2022).
Jadi, ketika suatu aroma tiba-tiba membuat kita teringat pada masa lalu, hal tersebut bukan sekadar kebetulan. Aroma dapat berfungsi sebagai retrieval cue yang membantu otak mengakses kembali pengalaman yang pernah tersimpan bersama aroma tersebut. Itulah sebabnya satu aroma sederhana bisa membuat kita merasa rindu, bahagia, atau bahkan kembali sejenak ke sebuah momen yang sudah lama berlalu (Chu & Downes, 2002).
REFERENCES
- Chu, S., & Downes, J. J. (2000). Odour-evoked autobiographical memories: Psychological investigations of Proustian phenomena. Chemical Senses, 25(1), 111–116. https://doi.org/10.1093/chemse/25.1.111
- Chu, S., & Downes, J. J. (2002). Proust nose best: Odors are better cues of autobiographical memory. Memory & Cognition, 30(4), 511–518. https://doi.org/10.3758/BF03194952
- Hackländer, R. P. M., Janssen, S. M. J., & Bermeitinger, C. (2019). An in-depth review of the methods, findings, and theories associated with odor-evoked autobiographical memory. Psychonomic Bulletin & Review, 26(2), 401–429. https://doi.org/10.3758/s13423-018-1545-3
- Herz, R. S., & Engen, T. (1996). Odor memory: Review and analysis. Psychonomic Bulletin & Review, 3(3), 300–313. https://doi.org/10.3758/BF03210754
- Herz, R. S., & Schooler, J. W. (2002). A naturalistic study of autobiographical memories evoked by olfactory and visual cues: Testing the Proustian hypothesis. American Journal of Psychology, 115(1), 21–32.
- Walla, P., et al. (2022). Odor associated memories are not necessarily highly emotional. Memory, 30(10), 1267–1277.
Created by : Faza Sheila (2702328711)
Editor : Andrea Prita Purnama Ratri & Privianda Azahra

Comments :