Indonesia kembali dihadapkan pada isu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama karena penguatan dolar dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan ekonomi, seperti kenaikan harga barang impor, meningkatnya biaya produksi, serta penurunan daya beli masyarakat (Irham, 2026).

Namun, mengapa pelemahan nilai tukar rupiah dapat menimbulkan kegelisahan secara psikologis? Dari sisi ekonomi, masyarakat dapat merasa terbebani karena perlu mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pelaku usaha juga dapat terdampak karena harga bahan baku atau barang impor menjadi lebih mahal. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi stabilitas ekonomi rumah tangga maupun kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi secara umum (Irham, 2026). Secara psikologis, fenomena ini dapat dipahami melalui teori Hierarchy of Needs yang dikemukakan oleh Abraham Maslow.

Menurut Maslow, kebutuhan manusia tersusun dalam beberapa tingkatan. Tingkatan pertama adalah physiological needs, yaitu kebutuhan paling dasar yang mencakup makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan istirahat. Tingkatan kedua adalah safety needs, yaitu kebutuhan akan rasa aman, termasuk keamanan finansial, perlindungan dari rasa takut, stabilitas, serta kepastian dalam kehidupan sehari-hari. Tingkatan ketiga adalah love and belongingness needs, yaitu kebutuhan untuk membangun hubungan sosial, memperoleh penerimaan, serta menjadi bagian dari suatu kelompok. Tingkatan keempat adalah esteem needs, yaitu kebutuhan akan harga diri, kepercayaan diri, pengakuan, dan penghargaan dari orang lain. Tingkatan terakhir adalah self-actualization, yaitu kebutuhan untuk mengembangkan potensi diri secara optimal dan mencapai pertumbuhan pribadi.


Dalam perkembangan penelitian terbaru, hierarki kebutuhan Maslow tidak selalu dipahami secara kaku. Individu tetap dapat berupaya memenuhi kebutuhan pada tingkat yang lebih tinggi meskipun kebutuhan pada tingkat yang lebih dasar belum sepenuhnya terpenuhi. Dengan kata lain, pemenuhan kebutuhan manusia dapat bersifat lebih fleksibel dan dipengaruhi oleh konteks kehidupan masing-masing individu (Maslow, 2014).

Dalam konteks pelemahan nilai tukar rupiah, kebutuhan yang paling berkaitan adalah safety needs atau kebutuhan akan rasa aman. Ketidakpastian ekonomi dapat membuat individu merasa khawatir terhadap kondisi finansialnya, terutama apabila harga kebutuhan pokok meningkat atau pengeluaran sehari-hari menjadi lebih sulit dikendalikan. Kekhawatiran ini dapat menimbulkan rasa cemas terhadap masa depan, khususnya bagi masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi rentan.

Bagi sebagian kelompok masyarakat, tekanan ekonomi tersebut juga dapat berkaitan dengan physiological needs. Ketika harga kebutuhan dasar seperti makanan, transportasi, atau barang pokok meningkat, individu dapat mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, pelemahan mata uang tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga dapat memengaruhi rasa aman, kesejahteraan psikologis, dan persepsi masyarakat terhadap stabilitas hidup mereka.

 

References

Maslow, A. H. (2014). A Theory of Human Motivation. Wilder Publications.

Irham, T. W. D. M. (2026, May 16). Rupiah cetak rekor terlemah baru, apa yang akan terjadi selanjutnya? BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c5y9eexrq9zo

 

Created by: Athaullah Nuran Hilmi .S (2702364313)

Edited by : Andrea Prita Purnama Ratri & Privianda Azahra