Memaafkan orang lain sering kali terasa lebih mudah dibanding memaafkan diri sendiri. Tidak sedikit orang yang terus mengingat kesalahan masa lalu dan merasa bersalah meskipun peristiwa tersebut telah lama berlalu. Dalam psikologi, kondisi ini berkaitan dengan self-forgiveness atau kemampuan menerima kesalahan diri secara sehat.

Kesulitan memaafkan diri sendiri biasanya muncul karena adanya rasa bersalah, malu, dan penyesalan yang kuat. Rasa bersalah berfokus pada perilaku yang dilakukan, sedangkan rasa malu sering kali membuat seseorang menilai dirinya sebagai pribadi yang buruk. Ketika rasa malu mendominasi, individu akan lebih sulit menerima kesalahan sebagai bagian dari proses belajar.

Faktor lain yang berperan adalah standar diri yang terlalu tinggi. Individu yang perfeksionis cenderung sulit menerima kegagalan karena merasa kesalahan tidak seharusnya terjadi. Akibatnya, mereka terus mengkritik diri sendiri dan terjebak dalam pola pikir negatif.

Kesulitan untuk memaafkan diri sendiri mau tak mau mesti selesaikan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pemaafan diri seseorang dapat dibantu dengan meningkatkan self-compassion. Perlu diketahui, self-compassion bukan berarti membenarkan kesalahan, melainkan menerima bahwa setiap manusia dapat melakukan kekeliruan. Dengan pendekatan ini, individu dapat belajar dari pengalaman tanpa terus-menerus menghukum dirinya.

Memaafkan diri sendiri merupakan proses yang membutuhkan waktu. Namun, kemampuan tersebut penting untuk menjaga kesejahteraan psikologis, mengurangi stres, serta membantu seseorang bergerak maju dengan lebih sehat.  

 

Referensi 

  • Hall, J. H., & Fincham, F. D. (2005). Self-forgiveness: The stepchild of forgiveness research. Journal of Social and Clinical Psychology, 24(5), 621–637. https://doi.org/10.1521/jscp.2005.24.5.621
  • Neff, K. D. (2011). Self-compassion: The proven power of being kind to yourself. William Morrow.
  • Worthington, E. L., Jr. (2006). Forgiveness and reconciliation: Theory and application. Routledge. 

Penulis : Nadhira Shafazka dan Baydhowi 

Editor : Privianda Azahra Puanrani