Selasa, 7 Juli 2026

Disusun oleh: Carolina Tenarosa – 2702230796 

Memasuki dunia perkuliahan menjadi awal perjalanan baru yang membawa berbagai pengalaman sekaligus tantangan bagi mahasiswa baru. Para freshmen perlu menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran, lingkungan sosial, tanggung jawab, cara berkomunikasi, serta penggunaan teknologi dalam kegiatan akademik. Untuk membantu proses tersebut, Program Studi Psychology BINUS University menyelenggarakan kegiatan Pre-First Year Program (Pre-FYP) pada Selasa, 7 Juli 2026, bertempat di Kijang Function Chamber (KFC), BINUS @Kemanggisan.

Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran awal mengenai kehidupan perkuliahan sekaligus membantu para freshmen mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai perubahan. Melalui penyampaian materi, permainan, diskusi, dan refleksi, peserta diajak memahami bahwa proses beradaptasi dapat dilakukan secara bertahap tanpa harus langsung menjalani semuanya dengan sempurna.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), kemudian dilanjutkan dengan sesi bersama Farall Gibran Firmansyah, S.Psi., selaku Operation Psychology Laboratory Staff BINUS @Kemanggisan. Pada sesi ini, para freshmen diperkenalkan dengan Program Studi Psychology dan diajak mengenali perasaan mereka saat akan memulai kehidupan perkuliahan, seperti rasa bersemangat, gugup, bingung, maupun kewalahan. Suasana kegiatan kemudian dibuat lebih interaktif melalui permainan The Resilience Wall. Para freshmen diminta menuliskan ketakutan, kekhawatiran, atau tantangan yang mungkin mereka hadapi sebagai mahasiswa. Kertas tersebut kemudian dilipat menjadi pesawat dan dilemparkan ke bagian lain ruangan. Setiap freshmen mengambil pesawat kertas milik orang lain, membaca permasalahan yang tertulis, lalu memikirkan solusi, dukungan, atau pesan penyemangat yang dapat diberikan.

Setelah seluruh freshmen membaca isi kertas yang mereka dapatkan, Kak Farall memilih beberapa orang untuk menyampaikan solusi atau tanggapan terhadap permasalahan yang tertulis pada kertas tersebut. Melalui sesi ini, para freshmen dapat saling berbagi sudut pandang dan memahami bahwa satu permasalahan dapat dihadapi melalui berbagai cara. Aktivitas tersebut juga menunjukkan bahwa dukungan sederhana dari orang lain dapat membantu seseorang merasa lebih tenang dan tidak sendirian.


Setelah kegiatan The Resilience Wall, acara dilanjutkan dengan sesi bersama Wella Jayanti, S.Psi., M.A., selaku Teaching Coordinator Program Studi Psychology. Sebelum menyampaikan materi, Kak Wella terlebih dahulu memperkenalkan diri kepada para freshmen. Ia kemudian membahas berbagai tantangan yang mungkin ditemui ketika memasuki dunia perkuliahan. Dalam sesi tersebut, para freshmen diajak memahami pentingnya resiliensi, pola pikir yang terus berkembang, kemampuan mengelola tekanan, serta komunikasi yang baik. Mereka juga diingatkan bahwa kesulitan bukanlah tanda ketidakmampuan, melainkan bagian dari proses belajar dan beradaptasi.

Materi turut disertai dengan diskusi dan contoh situasi yang mungkin dialami mahasiswa baru, seperti kesulitan mengatur tugas, menggunakan platform pembelajaran, bekerja dalam kelompok, serta menghadapi tekanan akademik. Para freshmen diajak untuk tidak ragu bertanya, meminta bantuan, dan memperbaiki strategi ketika mengalami kesulitan.

Menjelang akhir kegiatan, para freshmen melakukan refleksi mengenai cara mereka menghadapi tekanan serta kebiasaan yang ingin diperbaiki selama menjalani perkuliahan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengisian daftar hadir dan evaluasi, serta campus tour untuk memperkenalkan lingkungan dan fasilitas kampus.


Melalui kegiatan Pre-FYP Psychology, para freshmen memperoleh gambaran awal mengenai kehidupan perkuliahan sekaligus bekal untuk menghadapi proses adaptasi sebagai mahasiswa baru. Berbagai materi dan aktivitas yang diberikan diharapkan dapat membantu mereka menjadi lebih siap, percaya diri, serta berani meminta bantuan ketika menghadapi kesulitan. Kegiatan ini juga mengingatkan bahwa setiap mahasiswa memiliki proses adaptasi yang berbeda. Para freshmen tidak dituntut untuk langsung memahami dan mampu melakukan semuanya dengan sempurna, tetapi diharapkan terus belajar, mencoba, dan berkembang secara bertahap selama menjalani perkuliahan.

“You are not expected to be perfect. You are expected to keep learning.”

Penulis : Carolina Tenarosa – 2702230796 

Editor : Privianda Azahra Puanani