Rangkaian acara kompetisi nasional PSYCREACTION 2026 resmi mencapai puncaknya. Acara Closing Ceremony yang diselenggarakan oleh Program Studi Psikologi Fakultas Humaniora BINUS University ini sukses digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Sabtu, 23 Mei 2026. Mengusung semangat sebagai wadah branding sekaligus edukasi kesehatan mental (mental health), acara penutupan ini menjadi momen apresiasi tertinggi bagi ide-ide kreatif siswa SMA/K sederajat dari berbagai penjuru Indonesia.

Sejak awal dirancang, PSYCREACTION 2026 berkomitmen untuk menjadi ruang edukatif dan inspiratif yang aplikatif bagi generasi muda. Melalui kompetisi penulisan artikel populer, para siswa diajak untuk meningkatkan awareness terhadap kesehatan mental serta mengenal ilmu psikologi secara lebih dekat dan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme luar biasa terlihat dari demografi partisipan yang mencakup total 110 peserta yang tersebar di 36 kota di Indonesia, mulai dari wilayah barat hingga timur seperti Jakarta, Bekasi, Tasikmalaya, Kediri, hingga Mataram.

Acara dimulai pada pukul 14.10 WIB dengan suasana hangat yang dipandu oleh pembawa acara. Acara dibuka dengan serangkaian sambutan penuh apresiasi dari tokoh-tokoh penting di balik layar kesuksesan proyek ini. Sambutan pertama disampaikan oleh Arby Tahta Mahesa Al-Irfan selaku Project Manager PSYCREACTION 2026, yang menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi seluruh panitia dan partisipasi aktif dari para peserta. Selanjutnya, Marwah Aulia Haq Muharraran, S.Psi. dan Lulu Nadya Hakim, S.Psi., M.Psi. selaku Person In Charge (PIC) PSYCREACTION 2026, turut memberikan pandangan mengenai pentingnya platform kreatif seperti ini bagi Gen Z dalam menyuarakan perspektif mereka. Sesi sambutan ini ditutup secara resmi oleh Arlianto, S.Psi., M.A. selaku Ketua Laboratorium Psikologi BINUS University, yang menegaskan kembali visi misi utama jurusan dalam memperkenalkan dunia psikologi kepada generasi muda melalui cara yang kompetitif dan relatable.

Sebelum memasuki agenda utama yang mendebarkan, panitia mengajak seluruh peserta untuk mencairkan suasana melalui sesi Mini Game yang sangat interaktif, yaitu Scavenger Hunt. Dalam permainan ini, para peserta ditantang untuk beradu cepat mencari benda-benda unik di sekitar rumah mereka sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh panitia, lalu menunjukkannya langsung di depan kamera. Mulai dari babak uji coba mencari benda yang berkaitan dengan komunikasi, keseruan semakin memuncak pada ronde-ronde utama. Para peserta saling berebut mengangkat tangan (raise hand) demi memperebutkan posisi dua respons tercepat untuk menjelaskan filosofi di balik barang yang mereka bawa. Penentuan pemenang pun dilakukan secara demokratis melalui sistem voting audiens berdasarkan kreativitas barang dan keunikan alasan yang dipaparkan.

Misi permainan ini terbagi menjadi tiga tantangan emosional dan personal yang seru, yaitu menunjukkan benda yang sering digunakan orang tua setiap hari, menunjukkan benda yang paling berarti bagi diri mereka sendiri, dan menunjukkan barang paling antik yang ada di dalam rumah mereka.

Setelah persaingan yang ketat dan penuh tawa, terpilihlah para pemenang Mini Game yang menunjukkan kejelian serta kreativitas luar biasa, di antaranya adalah Tiffany Huang dari SMA Sinar Dharma, tim Psikovers dari SMAN 1, serta tim Doa Ibu yang diwakili oleh Andini dari SMKN 2 Kediri. Sesi ini berhasil menghidupkan suasana dan membangun kedekatan emosional di ruang virtual.

Terakhir, momen yang paling dinantikan oleh seluruh peserta akhirnya tiba, yaitu pengumuman juara dari kompetisi artikel populer. Berdasarkan penilaian ketat dari dewan juri terhadap orisinalitas, kedalaman analisis psikologis, dan gaya penyampaian materi, berikut adalah daftar para pemenang yang berhasil membawa pulang penghargaan tertinggi:

  • Juara 1: Tim NEURONEST (SMA Pangudi Luhur II Servasius, Bekasi)
    Dimenangkan oleh Annabell Joy Kayleen Sinaga dan Elisabet Gisela Wibisono dengan karya luar biasa berjudul “Ketika Rumah Tidak Lagi Menjadi Tempat Bercerita bagi Gen Z”. Artikel ini sukses memukau dewan juri melalui analisis mendalamnya mengenai pergeseran fungsi rumah dan keterbukaan emosional generasi muda di era modern.
  • Juara 2: Tim Two Blue Whales (SMA Santa Ursula BSD, Tangerang)
    Diraih oleh Amabelle Naraya Turana dan Kirana Sergeyevna Shvetsova lewat karya berjudul “Executing Silence: Analisa Fenomena Silent Treatment dan Korelasinya dengan Digital Parenting”. Penulisan ini memberikan perspektif tajam mengenai dampak pola asuh digital terhadap respons diam anak.

Sebagai bentuk apresiasi jangka panjang dari Program Studi Psikologi BINUS University, karya-karya tulis terbaik dari para pemenang ini tidak hanya mendapatkan penghargaan dari kampus, melainkan juga akan dipublikasikan secara luas agar dapat dinikmati serta memberikan dampak edukatif bagi masyarakat umum. Sebelum ruang pertemuan virtual diakhiri, seluruh peserta, pembicara, dan panitia berkumpul untuk melakukan sesi dokumentasi bersama sebagai simbolisasi keberhasilan kolaborasi besar ini. Panitia juga membagikan tautan Exit Ticket sebagai bagian dari syarat administrasi sekaligus ruang evaluasi demi pengembangan acara PSYCREACTION di tahun-tahun mendatang.

Dengan berakhirnya Closing Ceremony ini, PSYCREACTION 2026 tidak hanya sukses menjadi media kompetisi, tetapi juga berhasil meninggalkan jejak kesadaran baru yang mendalam bagi generasi muda akan pentingnya kesehatan mental dan keharmonisan komunikasi. Sampai jumpa di PSYCREACTION tahun depan dengan inovasi yang jauh lebih menginspirasi!