PSYCREACTION 2026: From Silence to Social Media: The ‘Unheard Voices’ of Gen Z
PSYCREACTION 2026 merupakan kegiatan lomba artikel populer tingkat SMA/K sederajat yang diselenggarakan oleh Fakultas Humaniora Program Studi Psikologi BINUS University yang disertai rangkaian acara webinar dengan mengangkat tema komunikasi dalam keluarga di era digital. Kegiatan ini membahas fenomena communication clash, yaitu konflik komunikasi antara orang tua dan anak yang sering terjadi akibat perbedaan cara berpikir, ekspektasi, serta cara mengekspresikan diri.
Webinar dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026 melalui platform Zoom Meeting. Acara dipandu oleh moderator Viony Victoria dan Anisa Humaira, serta menghadirkan Angela Dyah Ari Pramastyaningtyas, B.A., M.A., Ph.D. sebagai narasumber. Sejak awal kegiatan, suasana dibangun secara interaktif oleh MC melalui sesi pembukaan yang diikuti dengan perkenalan moderator dan pembicara.
Rangkaian acara webinar berlangsung secara sistematis dimulai dari pengantar sesi oleh moderator, kemudian dilanjutkan dengan aktivitas interaktif berupa permainan Green Flag vs Red Flag yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan peserta. Selain itu, peserta juga diajak untuk berpartisipasi dalam sesi refleksi menggunakan platform Mentimeter, di mana mereka dapat menyampaikan pandangan serta pengalaman terkait komunikasi dengan orang tua secara anonim.
Memasuki sesi utama, narasumber memaparkan materi yang berfokus pada konflik komunikasi dalam keluarga, khususnya yang berkaitan dengan fenomena digital parenting. Narasumber menjelaskan bahwa digital parenting merujuk pada bagaimana orang tua membimbing, mengawasi, serta membangun relasi dengan anak di tengah penggunaan teknologi digital. Dalam praktiknya, fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan kontrol penggunaan gadget, tetapi juga mencakup cara orang tua memahami dunia digital yang menjadi bagian penting dalam kehidupan anak.
Selain itu, narasumber juga membahas mengenai parental pressure, yaitu tekanan dari ekspektasi orang tua yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis anak. Kurangnya komunikasi yang terbuka seringkali membuat anak kesulitan memahami harapan orang tua tanpa merasa tertekan. Tidak hanya itu, fenomena silent treatment juga diangkat sebagai bentuk hambatan komunikasi, di mana anak memilih untuk diam akibat pengalaman negatif, sehingga semakin memperlebar jarak emosional dalam keluarga.
Melalui pemaparan materi tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa konflik komunikasi tidak selalu muncul dalam bentuk pertengkaran, tetapi juga dapat terlihat melalui kesalahpahaman, respons defensif, hingga kecenderungan untuk saling menghindar. Oleh karena itu, penting untuk membangun pola komunikasi yang lebih terbuka, sehat, dan empatik agar hubungan antara orang tua dan anak dapat berjalan dengan lebih harmonis.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab (Q&A) yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk menggali lebih dalam materi yang telah disampaikan. Acara kemudian ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh narasumber, pembagian sertifikat, serta dokumentasi kegiatan. Acara pada hari tersebut juga diakhiri dengan pelaksanaan technical meeting yang berguna untuk memberikan informasi lebih lanjut terkait perlombaan artikel populer yang mereka ikuti.
PSYCREACTION 2026 berlangsung dengan lancar dan interaktif, mulai dari penyampaian materi, sesi tanya jawab, hingga penutupan dan technical meeting. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan tentang pentingnya komunikasi dalam keluarga di era digital, tetapi juga membuka ruang refleksi bagi peserta untuk memahami dinamika hubungan dengan orang tua. Melalui seluruh rangkaian acara tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan pola komunikasi yang lebih sehat serta membangun hubungan keluarga yang lebih terbuka dan penuh empati.

Comments :