Dari Overthinking ke Overachieving: Cerita Aku di Lomba Esai Psychovillage 17 di UPH🏆

Awalnya aku gak kepikiran kalau momen ini bisa bikin aku melihat diri aku dengan cara yang lebih baik dari sebelumnya. Jujur, waktu ikut lomba aku gak punya ekspektasi lebih buat lolos seleksi, apalagi jadi salah satu juara di PV… but somehow, takdir berkata lain. Aku dikasih kesempatan untuk dapet penghargaan yang bahkan sebelumnya aku sendiri gak yakin kalau aku deserve this. Dan aku benar-benar gak bisa lebih bersyukur dari ini.Â
Terima kasih banyak untuk Kak Farall yang sudah mau membimbing aku, yang literally masih first time ikut lomba dan masih newbie (HEHE). Juga untuk Miss Lala yang sudah kasih feedback dan bantu aku memperbaiki esai ku sampai jadi lebih baik. Dan tentu saja, aku sangat berterima kasih kepada Yang Di Atas karena sudah mengizinkan aku mengalami momen yang bermakna ini. Terakhir, untuk teman-temanku dan my relatives, thank you for all the support, baik dalam bentuk kata-kata maupun perbuatan. It truly means a lot to me.
Mungkin kita lanjut cerita lagi tentang pengalamanku ikut lomba esai ini, karena jujur semuanya tuh bener-bener spontan (uhuy). On a random Wednesday, aku tiba-tiba memutuskan buat daftar lomba. Beneran gak ada planning yang matang, kayak lagu Tenxi “awalnya ku cuma cobain, tapi ku ketagihan.” IYA!! Awalnya cuma pengen nambah pengalaman aja seputar lomba, tapi ternyata aku malah dikasih jalan buat terus merasa curious, dan the need to put more effort in this journey. Alias aku jadi ketagihan dan termotivasi buat ikut lomba-lomba berikutnya.
Pas mulai bikin esai, jujur aku sempet mikir keras banget, “ini isinya mau apa ya?” Apalagi temanya tuh gak familiar sama aku, jadi di awal aku agak ngang-ngong juga. Tapi berkat feedback dari Kak Farall dan Miss Lala, aku jadi mulai kebayang arah dan alur esai yang mau aku bangun. Terus, pas udah lolos seleksi jurusan dan masuk ke tahap pengumpulan, jujur aku deg-degan banget. The fear of failure, rasa malu kalau kalah, semuanya jadi bahan bakar overthinking aku waktu itu. Tapi di satu titik aku mikir, “yaudah deh, kumpulin aja. Biarin. Who cares.”
Dan jeng jeng jeng!!!!
Aku lolos ke tahap selanjutnya OMGGÂ
Seneng banget sih di awal… tapi jujur masih takuttt, karena ternyata perjalanannya belum selesai. Masih ada satu hal lagi yang harus aku persiapin yaituuu presentasi. JUJUR, aku tuh bukan orang yang jago public speaking. Bahkan bisa dibilang cukup menghindari. Tapi entah kenapa di momen itu aku bener-bener bertekad untuk elevate myself, buat coba, buat berani, buat ngelakuin sesuatu yang biasanya aku hindari. So I did… and tadaaa. Aku meraih juara 3 di PV!!!!Â
Rasanya campur aduk banget. Seneng, kaget, gak percaya. Di saat aku mempertanyakan worth-ku, aku malah dapet pengumuman kalau aku jadi salah satu pemenang. I couldn’t be more grateful T-TÂ
Dan satu hal yang gak kalah penting, tema lomba yang dikasih itu ternyata membuka perspektif baru buat aku. Bukan cuma sekadar nulis, tapi juga jadi ruang buat belajar hal baru dan refleksi ke diri sendiri. It was so informative, and honestly… very much needed, terutama buat aku yang memang butuh banyak refleksi diri HAHA. Sooo, buat temen-temen yang mungkin sekarang lagi ngerasa takut, ragu, atau ngerasa “aku belum punya pengalaman lomba”… trust me guys, ikut ajaaa. Because your hard work and commitment will pay off. Dan mungkin… ditambah sedikit luck dan banyak doa juga heheee. Semangat terus ya kamu yang udah baca sampai sini 🤍 Intinya apa? Jangan. Ragu.
Well, that’s it from me. Terima kasih atas perhatiannya ^-^
Salam manis,
Disya


Comments :