Mengukur Learning Agility: Kenapa Kualitas Item Tes Itu Penting?
Pada Kamis, 19 Februari 2026, telah dilaksanakan kegiatan kunjungan Experd Consultant sebagai bagian dari sesi pembelajaran dan pengayaan materi terkait asesmen psikologi dan kesiapan kerja. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Project Based Learning (PBL) pada mata kuliah Psychological Test Construction, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berdiskusi langsung dengan praktisi serta memahami penerapan konsep psikologis, seperti learning agility, yang diukur secara profesional dan aplikatif di dunia kerja.
Learning agility sendiri merupakan kemampuan individu untuk belajar dari pengalaman, merefleksikan proses yang telah dilalui, serta menerapkan pembelajaran tersebut dalam situasi baru. Individu dengan learning agility tinggi tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga memahami proses di balik pengalaman yang dijalani. Dalam konteks kesiapan kerja, kemampuan ini menjadi fondasi penting, terutama bagi fresh graduate yang sedang bertransisi dari dunia akademik ke dunia profesional. Kesiapan kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh keterbukaan terhadap perubahan, kesiapan menerima umpan balik, dan kemampuan beradaptasi dengan dinamika lingkungan kerja.
Karena itu, asesmen kesiapan kerja perlu mampu menangkap perilaku nyata yang mencerminkan proses belajar dan adaptasi, bukan sekadar sikap positif yang bersifat abstrak. Dalam psikometri, kualitas penulisan item menjadi faktor krusial karena item merupakan unit terkecil yang menentukan kualitas tes. Item yang terlalu umum atau normatif berisiko menimbulkan bias, seperti kecenderungan memilih jawaban yang terlihat baik secara sosial, sehingga kurang merepresentasikan perilaku sebenarnya.
Untuk melengkapi pendekatan skala konvensional, Situational Judgement Test (SJT) dapat digunakan sebagai metode yang lebih kontekstual. Melalui penyajian skenario kerja yang realistis, SJT membantu melihat bagaimana individu mengambil keputusan, merespons tantangan, dan menyesuaikan strategi ketika menghadapi hambatan. Dengan demikian, learning agility dan kesiapan kerja dapat dinilai melalui kecenderungan perilaku dalam situasi nyata, bukan hanya melalui penilaian diri secara subjektif.
Peran Experd Consultant dalam Menjamin Kualitas Tes
Setelah item disusun, tes tidak seharusnya langsung digunakan. Di sinilah peran Experd Consultant menjadi sangat penting. Psikolog atau ahli di bidang asesmen menilai setiap item berdasarkan relevansi dengan konstruk yang diukur, tingkat kepentingannya, serta kejelasan redaksi. Proses ini bertujuan memastikan bahwa item benar-benar mewakili perilaku yang ingin diukur dan dapat dipahami dengan baik oleh responden. Tanpa penilaian dari para ahli, alat tes berisiko tidak valid, meskipun secara tampilan terlihat rapi dan sistematis.
Penutup
Mengukur learning agility dan kesiapan kerja bukan sekadar soal memberikan tes, tetapi tentang bagaimana tes tersebut dibangun sejak awal. Penulisan item yang berbasis perilaku, penggunaan bahasa yang jelas, serta validasi melalui expert judgement menjadi fondasi utama asesmen yang berkualitas. Dengan alat ukur yang tepat dan tervalidasi, potensi individu dapat dipahami secara lebih objektif dan bermakna.


Comments :