Perkembangan media sosial telah membawa perubahan besar dalam cara individu berinteraksi, mengekspresikan diri, dan membangun relasi sosial. Bagi mahasiswa dan generasi muda, media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang untuk membandingkan pencapaian, gaya hidup, dan identitas diri. Dalam kajian psikologi sosial, kondisi ini berkaitan dengan social comparison, yaitu kecenderungan individu menilai diri sendiri berdasarkan standar sosial yang ditampilkan orang lain. Paparan yang berulang terhadap konten ideal tersebut dapat memicu perasaan tidak cukup baik, menurunkan harga diri, serta meningkatkan kerentanan terhadap stres dan kecemasan.

Sebagai respons terhadap fenomena tersebut, praktik social media detox mulai banyak dilakukan sebagai upaya menjaga kesejahteraan psikologis. Penelitian menunjukkan bahwa pembatasan penggunaan media sosial dalam jangka waktu tertentu dapat berdampak positif terhadap suasana hati, menurunkan tingkat kecemasan, serta mengurangi perasaan kesepian. Jeda dari media sosial memberikan kesempatan bagi individu untuk lebih terhubung dengan aktivitas nyata, memperkuat relasi interpersonal secara langsung, dan mengurangi ketergantungan pada validasi eksternal seperti jumlah likes atau komentar. Dari perspektif psikologi klinis, berkurangnya paparan terhadap stresor digital dapat membantu individu mengelola emosi secara lebih adaptif.

Namun demikian, social media detox tidak selalu berarti penghentian total penggunaan media sosial. Pendekatan yang lebih berkelanjutan adalah mengembangkan pola penggunaan yang sehat dan sadar. Mengatur durasi penggunaan, memilih konten yang mendukung perkembangan diri, serta meningkatkan literasi digital merupakan langkah penting dalam membangun hubungan yang seimbang dengan media sosial. Dengan pendekatan tersebut, jeda dari media sosial dapat berfungsi sebagai sarana refleksi diri, sekaligus mendukung kesehatan mental mahasiswa dan masyarakat secara lebih optimal.

Referensi: 

Festinger, L. (1954). A Theory of Social Comparison Processes. Human Relations.

Kross, E., et al. (2013). Facebook use predicts declines in subjective well-being in young adults. PLOS ONE.

Hunt, M. G., Marx, R., Lipson, C., & Young, J. (2018). No more FOMO: Limiting social media decreases loneliness and depression. Journal of Social and Clinical Psychology.

American Psychological Association. (2022). Social media and mental health.

https://unsplash.com/photos/a-close-up-of-a-cell-phone-with-social-icons-YE7D_kwm2VU