TK Al Azhar Kemang Pratama Bekasi terus berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar holistik melalui perpaduan Kurikulum Adab Al Azhar, Kurikulum Nasional dan pendekatan deep learning. Kegiatan harian yang diamati menunjukkan bahwa sekolah menerapkan proses pembelajaran yang aktif, bertahap dan berpusat pada anak.

 

Pembelajaran dimulai dengan doa pagi sebagai bagian dari pembiasaan karakter. Setelah itu anak mengikuti kegiatan transisi untuk menenangkan diri sebelum belajar. Guru menjelaskan bahwa kesiapan emosi merupakan fondasi penting dalam pembelajaran yang efektif. Pada tahap awal semester, anak dikenalkan pada pengenalan diri sebagai dasar perkembangan. Setelah itu, materi berkembang ke kebutuhan dasar seperti kebersihan, kesehatan, dan kemandirian. Melalui kegiatan tertentu, sekolah juga melibatkan orang tua sebagai mitra belajar.

Salah satu kegiatan unggulan adalah Market Day, di mana anak-anak melakukan role play sebagai penjual dan pembeli. Aktivitas ini bukan hanya melatih keberanian dan komunikasi, tetapi juga memperkenalkan konsep dasar jual-beli, menghitung, dan interaksi sosial. Secara teoritis, aktivitas ini berkaitan dengan socio-dramatic play Vygotsky, yang menjelaskan bahwa bermain peran membantu anak memahami dunia sosial melalui simulasi simbolik.

 

Di dalam kelas, anak juga bermain balok konstruksi, yang menjadi sarana eksplorasi bentuk, ruang, dan kreativitas. Aktivitas manipulasi objek konkret ini sejalan dengan teori konstruktivisme Piaget, yang menekankan bahwa anak belajar melalui pengalaman langsung dan interaksi fisik dengan objek. Permainan balok mendukung perkembangan motorik halus, pemecahan masalah, serta koordinasi visual–spasial.

Selain itu, sekolah menanamkan nilai-nilai religius melalui kegiatan belajar membaca Al-Qur’an, yang dilakukan dengan pengenalan huruf dan latihan pelafalan. Dari perspektif perkembangan moral, kegiatan ini mendukung tahap awal internalisasi nilai (Kohlberg), sedangkan dari sisi perkembangan bahasa, aktivitas membaca meningkatkan memori fonologis dan kesadaran fonetik.

 

Guru juga memanfaatkan media seperti Smart TV, komputer, permainan edukatif, dan bahan konkret untuk mengakomodasi gaya belajar yang beragam. Pendekatan individual diberikan kepada anak-anak yang memerlukan dukungan tambahan. Evaluasi perkembangan dilakukan setiap tiga bulan, mencakup aspek akademik, sosial, motorik, dan adab. Guru menjaga komunikasi rutin dengan orang tua untuk memastikan perkembangan anak dipantau dan diarahkan secara konsisten.

 

Melalui kombinasi pembelajaran eksploratif, religius, kolaboratif, dan berbasis karakter, TK Al Azhar Kemang Pratama Bekasi berhasil menciptakan lingkungan belajar yang mendukung anak berkembang secara optimal sesuai tahap perkembangannya.

 

Artikel ini ditulis oleh: Adinda Dika Febriyanti, Fitri Karimah, Khairunnisa Salsabila Hanania, Khadijah Hanana Shakira, dan Swara Keisha Almanova dengan dosen Pembimbing: Muhamad Nanang Suprayogi, S.Psi., M.Si, Ph.D.

 

 

Referensi

Miller, P. H. (2009). Theories of developmental psychology (5th ed.). Worth Publishers.