Perkembangan teknologi digital telah membawa manusia ke dalam zaman yang dipenuhi dengan aliran informasi yang cepat, langsung, dan tak terbatas. Sosial media, situs berita, dan platform digital lainnya memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk mendapatkan informasi dari seluruh dunia dalam waktu yang singkat. Namun, kemudahan dalam mengakses informasi ini tidak hanya membawa efek positif, tetapi juga menciptakan kebiasaan baru dalam cara orang mengonsumsi informasi. Salah satu contohnya adalah doomscrolling, yaitu kebiasaan untuk terus-menerus menggulir layar demi membaca berita negatif, meskipun berita tersebut menyebabkan perasaan tidak nyaman seperti kecemasan, kesedihan, atau ketakutan.

 

Doomscrolling telah menjadi fenomena yang semakin terlihat khususnya setelah munculnya berbagai isu global seperti pandemi, konflik politik, bencana alam, hingga krisis ekonomi. Banyak orang merasa terdorong untuk selalu mengikuti berita terbaru, seakan-akan melewatkan informasi dapat membahayakan keamanan atau pandangan mereka tentang masa depan. Akibatnya, tanpa disadari, seseorang bisa terperangkap dalam siklus konsumsi berita yang intens dan berulang, menghabiskan waktu tanpa batas, serta merugikan kesehatan mental mereka.

 

Hubungan Domescrolling Dengan Respon Otak Manusia

 

Secara alami, otak manusia cenderung lebih cepat fokus pada ancaman daripada pada hal-hal yang positif. Hal ini merupakan warisan dari sistem pertahanan yang dimiliki oleh nenek moyang kita. Insting ini dikenal dengan istilah bias negatif, yaitu kecenderungan otak untuk lebih memperhatikan informasi yang dianggap berisiko. Berita buruk seperti bencana, konflik sosial, kejahatan, atau masalah kesehatan dapat merangsang aktivitas amygdala, yaitu bagian otak yang berfungsi dalam mengolah rasa takut dan ancaman. Ketika amygdala berfungsi aktif, tubuh akan mengeluarkan hormon stres seperti kortisol, sehingga kita tetap dalam keadaan waspada. Secara naluriah, kita akan terus mencari informasi tambahan sebagai bentuk usaha untuk mengantisipasi kemungkinan bahaya—dan inilah yang menyebabkan terjadinya perputaran doomscrolling

 

Penulis: Rizky Pramoedya – 2602167492

Editor: Andrea Prita Purnama Ratri

 

Referensi 

 

Mager, D. (2024) What Exactly Is Doomscrolling and How Does It Affect Us? In Some Assembly Required. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/some-assembly-required/202408/what-exactly-is-doomscrolling-and-how-does-it-affect-us

 

https://unsplash.com/photos/a-person-sitting-on-a-bed-lcau2f0TfX0