Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) semakin banyak dialami oleh seseorang yang hidup dalam lingkungan digital serba cepat. FOMO muncul ketika seseorang merasa tertinggal dari pengalaman orang lain yang terlihat lebih menyenangkan, produktif, atau menarik di media sosial. Dalam perspektif psikologi sosial, FOMO terbentuk karena kebutuhan dasar manusia untuk diterima dan menjadi bagian dari kelompok. Algoritma media sosial yang terus menampilkan unggahan orang lain membuat individu semakin rentan membandingkan diri, sehingga mempengaruhi perilaku online mereka, seperti terus menerus mengecek notifikasi, mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kebutuhan pribadi, hingga merasa “harus” selalu aktif agar tidak ketinggalan.

FOMO yang terus menerus dialami seseorang dapat berdampak langsung pada kecemasan sosial. Paparan terhadap kehidupan orang lain yang terlihat sempurna membuat individu merasa kurang menarik, kurang produktif, atau tidak cukup baik. Banyak orang merasa tekanan untuk terlihat selalu bahagia, aktif, dan sukses secara online, padahal itu bukan kondisi sebenarnya. Dalam konteks psikologi sosial, hal ini berkaitan dengan social comparison theory, di mana perbandingan terus-menerus memicu rasa tidak aman (insecurity) dan ketakutan dinilai oleh orang lain. Akibatnya, beberapa individu mulai menghindari interaksi sosial nyata karena takut dianggap tidak sebaik citra yang mereka tampilkan di dunia digital.

Selain kecemasan sosial, FOMO juga berdampak signifikan pada citra diri atau body image seseorang. Platform seperti Instagram dan TikTok sering menampilkan standar kecantikan dan gaya hidup yang tidak realistis. Hal ini mempengaruhi cara individu memandang tubuh dan diri mereka sendiri. Individu yang sering terpapar konten tersebut cenderung merasa kurang puas dengan penampilan, membandingkan diri dengan figur influencer, dan mengalami penurunan harga diri. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan sosial untuk tampil “sempurna” secara visual, yang pada akhirnya memperburuk kecemasan sosial dan memperkuat siklus FOMO.

Psikoedukasi menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak FOMO. Edukasi mengenai cara kerja media sosial, misalnya memahami bahwa konten online tidak menggambarkan realita sepenuhnya, dapat membantu mengurangi tekanan internal. Strategi coping seperti digital detox, membatasi waktu penggunaan, kurasi akun yang lebih sehat, hingga melatih komunikasi asertif ketika merasa terpengaruh oleh tekanan sosial juga sangat membantu. Selain itu, psikoedukasi tentang self-acceptance dan mindfulness dapat meningkatkan kesadaran diri dan mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Dengan dukungan informasi yang tepat, seseorang dapat menggunakan media sosial secara lebih sehat tanpa harus terjebak dalam kecemasan sosial dan tuntutan tidak realistis.

Penulis: Widya tri oktavi Handayani – 2602136215

Editor: Andrea Prita Purnama Ratri

Referensi: 

Baker, Z. G., Krieger, H., & LeRoy, A. S. (2016). Fear of missing out: Relationships with depression, mindfulness, and physical symptoms. Journal of Social and Clinical Psychology.

Barry, C. T., Reiter, S. R., Anderson, A. C., & Staples, J. A. (2019). Maternal media monitoring and adolescent media use: Relations with body image and social comparison. Journal of Child and Family Studies.

Fabris, M. A., Marengo, D., Longobardi, C., & Settanni, M. (2020). Investigating the links between fear of missing out, social media addiction, and emotional symptoms in adolescence. Current Psychology.

Woods, H. C., & Scott, H. (2016). #Sleepyteens: Social media use in adolescence associated with poor sleep quality, anxiety, depression and low self-esteem. Journal of Adolescence.

Oberst, U., Wegmann, E., Stodt, B., Brand, M., & Chamarro, A. (2017). Negative consequences from heavy social networking in adolescents: The mediating role of fear of missing out. Journal of Adolescence.

Riordan, B. C., & Flett, J. A. (2020). The fear of missing out (FoMO) and social anxiety: Pre-existing vulnerability or a consequence of social media use? Journal of Social and Clinical Psychology.

https://unsplash.com/photos/people-using-phone-while-standing-qZenO_gQ7QA