Fakultas Psikologi Universitas Bina Nusantara mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat bertajuk “Explore Majors & Careers: The Future of Psychology” khusus untuk para siswa kelas 12 SMA Dian Harapan Cikarang. Seminar ini diadakan untuk memberikan mereka kesempatan dalam mengeksplorasi berbagai jurusan dan karier di bidang psikologi.

Seminar yang dibawakan oleh Dr. Esther Widhi Andangsari, M.Si., Psikolog. ini tidak hanya sekadar penyampaian informasi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi, bertanya, dan mendapatkan tugas yang akan membantu mereka merencanakan karier di masa depan mereka. Dalam konteks ini, seminar “Explore Majors & Careers: The Future of Psychology” memiliki peran yang sangat penting untuk membantu siswa dalam memahami potensi dan keahlian mereka di masa yang akan datang.

Pengenalan konsep karir dari sudut pandang psikologi bukan sekedar memilih jurusan atau pekerjaan, tetapi juga tentang pemahaman diri dan adaptasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan seminar ini memberikan wawasan baru dan lebih mendalam tentang bagaimana siswa dapat mengaplikasikan pengetahuan mereka ke jurusan dan karier yang mereka minati nantinya.

Melalui kegiatan seminar ini, kami berharap dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang menarik bagi para siswa, memperluas pemahaman mereka tentang peluang di bidang psikologi, dan mendorong minat mereka untuk mengeksplorasi lebih lanjut di ilmu psikologi, khususnya di Universitas Bina Nusantara. Semoga kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan dan pemahaman siswa tentang dunia akademik dan profesional yang menanti mereka. Kegiatan ini diadakan di kelas MIPA 3 kelas 12 yang berjumlah 16 siswa/i. Topik yang dibawakan pada kegiatan ini adalah perencanaan karir, konsep dari belajar, skill skill yang perlu dimiliki, dan sikap untuk mencintai suatu knowlegde. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing topik tersebut.

  • Career Planning, Pursue Your Career Plan & Ambition

Topik ini membahas proses menetapkan tujuan karier dan menentukan jalur untuk mencapainya. Hal ini melibatkan penilaian terhadap keterampilan, minat, nilai, dan aspirasi individu, serta mengeksplorasi berbagai pilihan karier dan peluang. Menjalani rencana karier berarti secara aktif bekerja menuju tujuan dan ambisi yang telah di identifikasi melalui proses perencanaan karier kita.

Adapaun langkah-langkah yang bisa kita lakukan, seperti memperoleh pendidikan atau pelatihan yang relevan, mencari peluang jaringan, menguasai keterampilan dan pengalaman yang diperlukan, dan membuat keputusan strategis untuk berkembang dalam jalur karier yang dipilih. Ambisi dalam konteks ini mengacu pada tingkat kesuksesan dan pencapaian yang diinginkan dalam karier kita dan mencapai itu, kita harus bersikap proaktif dan mempunyai dedikasi dalam mengejar peluang yang sejalan dengan tujuan karier dan aspirasi kita.

  • Complete Learning Process, Learn to learn, Learn to Work, Learn to Life

Maksud dari “Complete Learning Process, Learn to Learn, Learn to Work, Learn to Life” adalah sebuah konsep yang menekankan pentingnya belajar secara menyeluruh dan terus-menerus sepanjang hidup. Ini mencakup tiga aspek utama:

  1. Learn to Learn (Belajar untuk Belajar): Ini berarti kita harus secara efektif  mengembangkan keterampilan dan kemampuan untuk belajar. Ini termasuk memahami cara terbaik untuk memperoleh dan memproses informasi, mengembangkan kebiasaan belajar yang baik, dan memahami bagaimana otak kita bekerja agar dapat mengoptimalkan proses pembelajaran.
  2. Learn to Work (Belajar untuk Bekerja): Ini berfokus pada pengembangan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk berhasil dalam lingkungan kerja. Ini meliputi mempelajari keterampilan teknis dan non-teknis yang relevan untuk pekerjaan tertentu, memahami budaya dan dinamika tempat kerja, serta mengembangkan keterampilan interpersonal dan kepemimpinan.
  3. Learn to Life (Belajar untuk Hidup): Ini mengacu pada belajar dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk berhasil dalam kehidupan secara keseluruhan. Ini meliputi mempelajari keterampilan kritis seperti manajemen waktu, keterampilan komunikasi, manajemen keuangan pribadi, pemecahan masalah, dan penyesuaian diri terhadap perubahan.
  4. Hard skills and soft skills, Technical skills + critical thinking, self-management, communication skills, creativity & problem-solving skills.

“Hardskill” dan “Softskill” adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan dua jenis keterampilan yang penting dalam konteks pembelajaran dan karier:

  1. Hardskill (Keterampilan Keras): Ini adalah keterampilan yang terukur dan terkait langsung dengan pekerjaan atau tugas tertentu. Keterampilan teknis, seperti pemrograman komputer, penggunaan perangkat lunak khusus, atau kemampuan bahasa asing, merupakan contoh keterampilan keras. Mereka dapat diajarkan, diukur, dan dinilai secara konkret.
  2. Softskills (Keterampilan Lunak): Ini adalah keterampilan yang lebih bersifat interpersonal atau non-teknis. Mereka tidak terkait langsung dengan tugas tertentu, tetapi penting untuk berinteraksi secara efektif dengan orang lain dan untuk berhasil dalam berbagai situasi. Beberapa contoh keterampilan lunak termasuk kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, kreativitas, kemampuan pemecahan masalah, dan manajemen waktu.
  3. Sementara “Technical skills + critical thinking, self management, communication skill, creativity & problem solving skill” mencakup kombinasi keterampilan teknis dan keterampilan lunak yang diperlukan untuk berhasil dalam berbagai konteks.
  • Love Knowledge, Gain new knowledge and ‘space’ for discussion and train according to the knowledge

“Mencintai Pengetahuan” adalah sikap atau nilai yang menggambarkan keinginan yang kuat untuk terus belajar dan mengembangkan pemahaman tentang dunia di sekitar kita. Ini mencakup dua aspek utama:

  1. Mendapatkan Pengetahuan Baru: Ini berarti memiliki keinginan yang kuat untuk terus belajar dan mengeksplorasi topik-topik baru. Ini bisa meliputi membaca buku, mengikuti kursus, menghadiri seminar, atau bahkan berpartisipasi dalam diskusi dengan orang-orang yang memiliki pemahaman yang berbeda tentang suatu topik.
  2. Memberi ‘Ruang’ untuk Diskusi dan Melatih diri Menurut Pengetahuan: Ini berarti tidak hanya mengumpulkan pengetahuan baru, tetapi juga memberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang topik tersebut dengan orang lain dan mempraktekkannya. Diskusi memungkinkan kita untuk melihat sudut pandang yang berbeda dan mendapatkan wawasan baru, sementara pelatihan berdasarkan pengetahuan memungkinkan kita untuk mengasah keterampilan dan menerapkan apa yang telah kita pelajari dalam situasi nyata.

Setelah membahas topik, siswa/i diminta untuk membentuk kelompok untuk berdiskusi mengenai suatu permasalahan yang dihadapi di masyarakat atau diri mereka sendiri. Permasalahan tersebut biasa terjadi dimana dan hal apa yang bisa kita lakukan untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

Penulis:
Rio Satria Wibowo (2440115754)
Stella Shennen Johan (244009866)
Chalista Ovilia Putri (2602193206)

Editor : Angelique Aurellia