Pada hari Selasa tanggal 28 November lalu, kegiatan playdate dilakukan di Binus School Bekasi. Playdate merupakan kegiatan yang melibatkan anak-anak berusia 2 – 8 tahun untuk bersama-sama melakukan permainan yang telah diatur dan diawasi oleh orang dewasa. Adapun kegiatan playdate yang dilaksanakan kemarin bekerja sama dengan TK ABATA dimana anak-anak yang ikut serta berusia antara 4 – 6 tahun yang diawasi oleh mahasiswa-mahasiswapsikologi di Universitas Bina Nusantara beserta pengawasan dari pihak jurusan. Kegiatan ini dilakukan agar dapat mengasah kemampuan sensorik dan motorik anak-anak yang berkegiatan serta kemampuan mahasiswa Psikologi diBinus agar dapat merasakan pengalaman terjun langsung dalam ranah pendidikan. Pada kegiatan playdate tersebut,dilakukan berbagai macam permainan, dimulai dari adanya kegiatan dance movement, membuat prakarya, bermain permainan POM-POM, dan dilakukannya beberapa fun games yaitu tebak hewan dan simon says. Nah, untuk mengetahui bagaimana keseruan rangkaian playdate kemarin, baca terus hingga selesai yah!

Kegiatan playdate yang dilaksanakan di Binus School Bekasi kemarin, diawali dengan melakukan dance andmovement. Anak-anak dikumpulkan di suatu ruangan dan diberikan arahan untuk berbaris, kemudian di depan mereka terdapat Kak Puteri dan Kak Azka yang memperagakan gerakan dan nyanyian apa yang akan dilakukan. Lagu-lagu yang dipakai pada kegiatan ini, antara lain adalah lagu Baby Shark, Kepala Lutut Kaki, dan lagu Kalau Kau Senang Hati. Anak-anak sangat berantusias untuk mengikuti kegiatan yang ada, terdapat beberapa anak yang sudah dapat mengikuti gerakan yang diarahkan oleh Kakak mahasiswa di depan, namun terdapat beberapa anak yang masihmelakukan gerakan sesuai kehendaknya masing-masing. Meskipun begitu, pada saat kegiatan ini dilaksanakan, anak-anak terlihat sangat senang karena bebas bergerak dan bernyanyi riang.

Setelah pemanasan dengan kegiatan dance and movement, anak-anak diinstruksikan duduk melingkar gunamemulai kegiatan selanjutnya, yaitu prakarya. Kegiatan prakarya dilakukan dengan tujuan untuk melatih kreativitas dankesabaran yang dimiliki oleh anak-anak. Pada awalnya telah disediakan satu set prakarya paper plate tempel yangberisikan potongan kertas bergambar, lem tempel 3D, dan piringan kertas sebagai media tempel. Anak-anak dimintauntuk memilih satu set gambar yang diminati, yaitu antara gambar hewan seperti burung hantu, panda, dan jerapah. Setelah memilih gambar, secara langsung anak-anak duduk berkelompok mengikuti kakak pendamping yaitu Kak Rahma, Kak Rhania, Kak Kirei, Kak Azka, Kak Puteri, Kak Natasha, Kak Dinasti, Kak Ica, dan Kak Tiwi. Kemudian,  diharuskan untuk memilih salah satu dari ketiga pilihan hewan tersebut. Ketika kondisi anak-anak sudah lebih kondusif, kegiatan prakarya dimulai dengan instruksi dari kakak-kakak pendamping. Mereka mulai mengerjakan prakarya dengan menyusun kertas bergambar di atas media tempel. Selain melatih kreativitas dan kesabaran kegiatan ini juga dapat melatih motorik kasar pada anak karena lem tempel yang digunakan berukuran kecil, dan membutuhkan kesabaran serta koordinasi tangan yang baik. Beberapa anak mengalami kesulitan untuk melepaskan gambar dan menempelkan lem pada gambar namun dengan sedikit bantuan yang diberikan oleh Ibu Guru pembimbing dan Kakakpendamping, anak-anak dapat menyelesaikan prakarya mereka masing-masing. Di samping itu, ada juga anak-anak yang dapat menyelesaikan prakarya dengan cepat dan mudah.

Setelah kegiatan prakarya, siswa diminta untuk duduk melingkar guna bermain Fill in the Jar. Fill in the Jar merupakan kegiatan memasukkan pom-pom ke dalam lubang kecil pada tutup jar. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk melatih kemampuan motorik kasar yang dimiliki oleh anak-anak. Sebelum dimulainya acara, telah disediakan satu set kotak yang berisikan lima jar pom-pom dengan warna yang berbeda yaitu merah, kuning, hijau, biru, dan putih, serta pencapit yang akan digunakan sebagai alat untuk memasukkan pom-pom ke dalam jar melalui lubang pada tutup jar. Kemudian, anak-anak mulai diberikan instruksi dan didampingi untuk memasukkan pom-pom dengan pencapit sambil menghitung jumlah pom-pom. Pada kegiatan ini, terdapat banyak anak-anak yang merasa antusias walau ada juga beberapa yang merasa kesulitan saat melakukannya. Ketika berusaha memasukkan pom-pomke dalam jar, terdapat anak-anak yang terkendala untuk berkonsentrasi menghitung

jumlah pom-pom di setiap jar. Sehingga, tujuan besar dari kegiatan ini sebenarnya adalah untuk melatih motorik kasar, konsentrasi, serta kesabaran anak-anak. Hal ini dikarenakan anak-anak membutuhkan kesabaran untuk memasukkan pom-pom satu per satu ke dalam jar. Setelah menyelesaikan satu jar, kakak pendamping bertanya mengenai jumlah pom-pom yang dimasukkan ke dalam jar. Terdapat beberapa anak yang kurang tepat dalam menjawab karena nyatanya setiap jar berisikan 15 pom-pom. Melalui interaksi antara anak-anak dengan kakak pendamping, diketahui bahwamereka kerap lupa berhitung karena terlalu fokus memasukkan pom-pom. Namun, ada keunikan dari beberapa anakseperti mampu memasukkan pom-pom dengan cepat dan lancar. Kegiatan ini selesai dengan anak-anak membantumerapihkan jar kembali ke dalam kotak dan menyusunnya sebelum diberikan kepada kakak pendamping. Setelah itu,anak-anak kembali dinstruksikan untuk duduk melingkar sebelum mulainya kegiatan selanjutnya.

Kegiatan Fun Games

  1. Tebak Gaya Hewan

Tebak gaya hewan merupakan sebuah permainan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengenalkan jenis-jenis hewan berdasarkan ciri khas masing-masing hewan tersebut dan suaranya. Permainan ini diharapkan dapatmembuat anak-anak menjadi lebih mengenal dunia hewan dengan cara yang menyenangkan. Adapun aturanyang dilakukan dalam permainan ini adalah:

  1. Anak-anak berdiri dengan posisi melingkar
  2. Dua orang PIC (Rahma dan Rhania) berdiri di tengah untuk memandu permainan tersebut
  3. Pemandu akan memperagakan gaya dari sebuah hewan
  4. Kemudian anak-anak akan mengangkat tangan terlebih dahulu
  5. PIC akan memilih satu orang yang duluan mengangkat tangan untuk menjawab
  6. Anak yang dipilih dipersilakan untuk menjawab

Pada segmen ini yang dipimpin oleh Rhania dan Rahma, anak-anak membuat lingkaran besar dan duduk dengan rapi serta tertib. Setelah semuanya dirasa aman, Rhania dan Rahma membuka segmen ini denganmenyapa teman-teman dengan penuh semangat dengan menjelaskan permainannya seperti apa dan peraturan dalam menjawabnya seperti apa baru setelah itu permainan dapat dimulai.  Secara bergantian memperagakanbeberapa hewan, anak-anak sangat bersemangat untuk menjawab yang berhasil mendapatkan hadiah yang telah disiapkan oleh tim. Hadiah yang didapatkan dari 1 anak membuat anak-anak yang lain menjadi ikutbersemangat dalam menjawab tebak hewan.

b.    Simon Says

Pada segmen berikutnya, yaitu kami mengadakan kegiatan bernama Simon Says. Simons says adalahpermainan yang cukup terkenal dan seru dan sering dimainkan bersama anak-anak. Pada kegiatan inidiwajibkan untuk mengikuti gerakan sesuai dengan yang diinstruksikan. Permainan ini melibatkan usaha anak-anak untuk mampu konsentrasi, kecepatan, dan kemampuan mendengarkan anak-anak, serta mengajarkanmereka untuk mengikuti instruksi dengan baik. Dalam sesi fun games kali ini, kami merancang kegiatan tersebut dengan total 10 instruksi gerakan, yaitu:

  • memegang hidung,
  • memegang perut,
  • melakukan tepuk tangan sebanyak 2 kali,
  • menunjukkan senyum gigi,
  • menyerukan “HORE!”,
  • menunjukkan ekspresi sedih,
  • menghentakan kaki,
  • menyentuh lutut
  • menyentuh kepala
  • menyentuh pundak.

Kemudian, terdapat prosedur dan langkah-langkah dalam memainkan Simon Says, yaitu:

  1. Anak-anak berdiri dalam posisi melingkar dengan PIC (Kirei dan Tasha) yang akan memandu permainan di tengah lingkaran.
  2. Kirei dan Tasha memperkenalkan diri sebagai pemandu dan menjelaskan aturan permainan kepada anak-anak.
  3. Kirei dan Tasha memberikan instruksi kepada anak-anak dengan awalan “Simon says”. Seperti “Simonsays angkat tangan”, “Simon says loncat-loncat”, dan sebagainya.
  4. Anak-anak harus mengikuti instruksi tersebut hanya jika awalan “Simon says” ada di Jika tidakada awalan “Simon says” dan anak-anak tetap melakukan gerakan tersebut, mereka akan dianggap kalah.
  5. Kirei dan Tasha memberikan instruksi dengan variasi gerakan dan perintah yang berbeda.

 

Gerakan yang ada dalam kegiatan fun games ini tergolong ringan gerakan banyak memfokuskan padapengenalan bagian tubuh. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah mereka sudah cukup memahami bagian tubuh mereka sendiri. Di sela-sela permainan berlangsung, kami menambahkan pengecoh. Pengecoh tersebutjuga sudah dijelaskan kepada anak-anak sebelum permainan dimulai. Pada pengecoh tersebut terdapat suatu aturan, yaitu tidak melibatkan kata “Simon says” di dalam perintah. Saat pengecoh mulai disebutkan, masih ada banyak anak-anak yang tetap mengikuti gerakannya, yang dimana seharusnya mereka tetap diam ditempat dan tidak gerak sama sekali. Tujuan dari adanya pengecoh adalah mendorong mereka untuk lebih fokus terhadap instruksi yang telah kami berikan dan memudahkan kami untuk menemukan pemenangnya.

Selama kegiatan Simon says berlangsung, kami melakukannya secara berbaris melingkar, untuk laki-laki ditempatkan di sisi kiri dan perempuan di sisi kanan. Untuk memantau anak-anak yang berhasil mengikuti instruksi, dapat dikatakan sedikit sulit dilakukan dikarenakan jumlah anak yang cukup banyak. Kemudian, kami menemukan pada bagian menunjukkan ekspresi sedih, anak-anak masih belum cukup untuk mengekspresikanbentuk emosi. Sehingga, disarankan untuk kedepannya agar anak-anak dapat lebih mengenali bentuk emosi.Namun, terlepas dari tantangan yang ada, kami dapat menilai bahwa anak-anak mampu memahami danmelakukan instruksi dengan baik. Mereka pun menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung dan dari kegiatan tersebut kami berhasil mendapatkan 2 pemenang dari kegiatan Simon Says.