Guru Bimbingan Konseling (BK) merupakan bagian elemen penting dari sekolah. Keberadannya diperlukan di sekolah dan sangat penting pada kesuksesan siswa dalam menempuh proses pendidikan di sekolah. Adapun fungsinya adanya guru BK, yaitu membantu peserta didik untuk berkembang secara optimal sesuai dengan perkembangan dan tuntutan yang terjadi di lingkungan (Billah, 2023).

Indikator kompetensi profesional yang harus dikuasai seorang guru BK diantaranya mereka harus menguasai konsep untuk dapat memahami kondisi kebutuhan dan masalah yang dialami peserta didik sebagai klien mereka, juga mampu dalam mengelola pengadministrsian instrumen yang berkaitan dengan proses pemberian layanan (Sianturi, et.al., 2022). Selain itu, guru BK juga diharapkan dapat memahami siswa siswinya, oleh karena itu menjadi seorang guru BK dibutuhkan skill untuk menjadi pendengar yang baik dalam proses konseling. Tak hanya itu, guru BK juga diharapkan mampu memberikan pandangan terhadap permasalahan yang dihadapi siswanya dan membantu siswa dalam proses memecahkan permasalahan atau membantu siswa dalam pengambilan keputusan terhadap masalah yang mereka hadapi.Namun yang perlu diingat disini bahwa, guru BK disini bukan sebagai pengambil keputusan atau memberi solusi terhadap masalah yang dihadapi, melainkan sebagai mediator atau berperan membantu saja, keputusan dan solusi yang terbaik adalah tetap ada pada siswa.  Selain itu menjadi mediator antara siswa, sekolah, dan juga orang tua. Peran tersebut sangatlah penting untuk dapat mempermudahkan masalah siswa/siswi di sekolah tersebut teratasi dengan baik, dapat meningkatkan motivasi siswa/siswi tersebut. Hal tersebut di atas selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Muslih & Harini (2015) yang mengatakan bahwa peran yang dilakukan oleh guru BK dalam meningkatkan motivasi siswa juga religious siswa antara lain: 1) guru BK sebagai fasilitator, 2) guru BK sebagai motivator, 3) guru BK sebagai director, dan 4) guru BK sebagai transmitter.

Gambar: Ilustrasi Guru BK di sekolah

Berdasarkan paparan di atas, kami membuat survei, berikut data hasil survei dengan menyebarkan kuesioner tentang persepsi siswa-siswi tentang guru BK yang ada di sekolah mereka. Responden yang mengisi survey adalahsiswa-siswi SMA dan SMP yang berjumlah 30 responden, yaitu 73,3%  siswa SMA dan 26,7% siswa SMP. Adapun rentangan usianya adalah 13 – 18 tahun. Berdasarkan jenis kelamin menunjukan  63,3% berjenis  kelamin perempuan dan 36,7% berjenis kelamin laki-laki. Sementaara berdasarkan usia partisipan, yaitu, 3 responden berusia 13 tahun (10%), 5 responden berumur 14 tahun (16,7%), 3 responden berumur 15 tahun (10%), 9 responden berumur 16 tahun (30%), 8 responden berumur 17 tahun (26,7%) dan 2 responden berumur 18 tahun (6,7%).

Pada kuesioner tersebut diberikan pertanyaan kepada mereka, “apakah di sekolah mereka memiliki guru BK?”, seluruh responden mengatakan mereka memiliki guru BK di sekolah mereka. Adapun harapan dari mereka tentang guru BK di sekolah mereka adalah memiliki sikap yang adil dengan siswa-siswi di sekolah, memberikan bimbingan yang baik untuk anak muridnya, mendengarkan masalah muridnya dan membantu memberikan solusi, dan tentunya memiliki rasa empati. Kemudian, mereka juga mendapatkan hal positif dari guru BK, mereka mendapatkan informasi terkait pendidikan seperti bimbingan karir (penjurusan pada masa SMA atau nanti yang akan menjadi gambaran saat kuliah), guru BK juga dapat membantu atau memberikan solusi kepada siswa baik untuk masalah sekolah maupunmasalah pribadi, dan guru BK dapat menjadi tempat cerita terbaik karena mampu mendengarkan dengan baik sertatidak men-judge serta menjaga kerahsiaan cerita sehingga siswa nyaman saat konseling.

Tidak hanya memiliki hal positif, namun Guru BK juga memiliki hal negatif yang perlu diperbaiki. Seperti guru BK harus lebih komunikatif dengan siswanya untuk menilai perkembangan siswa dan bisa memberikan beberapa motivasi untuk siswanya. Lalu, guru BK diharuskan menjadi pendengar yang baik dan tidak menjudge saat siswa bercerita tentang masalahnya dan yang dihadapinya. Selain itu, guru harus memiliki sikap yang lebih tegas tetapi tetap santai agar para siswa dapat lebih terbuka untuk bercerita.

Demikian hasil survey yang kami berikan kepada sejumlah siswa dan siswi SMP dan SMA. Semoga dapat menjadi gambaran tentang bagaimana menjadi guru BK.

REFERENSI:

Billah, Radia Izza. (2023). Peran Guru BK dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMAN 2 Binjai. DOI: https://doi.org/10.56832/edu.v3i2.379.

Muslih, Muhammad. Harini, Sri. (2015). Peran Guru BK dalam Meningkatkan Motivasi dan Religiusitas Siswa terhadap Oientasi Kerja. https://doi.org/10.14421/hisbah.2015.122-04

Sianturi, Risbon. Luthfiah, Nuruzzahra. Zakiyyah, Hetti. Wulandari, Riska. (2022). Status Profesi Guru Bimbingan dan Konseling di Sekolah. DOI: https://doi.org/10.37985/jer.v3i2.75.

Artikel ini ditulis oleh :

Helena Tabitha, Laili Fadhliyah Azzahra, Vanadiya Egianka, Regina Jessica Widya, dengan bimbingan dosen M.Nanang Suprayogi

Di unggah pada : 2 November 2023