Anggota kelompok :
Arwen Ario Putri – 2602171483
Chatarina Widya Sekar Kinanti – 2602139816
Elsa Dwi Ningrum – 2602070944
Florecita – 2602097265
Sekarnindhita Dyaningsari Budoyo – 2602062141

Case Background – Jennette McCurdy

McCurdy adalah salah satu orang yang terkenal dari America dan sukses dengan pekerjaannya sebagai American writer, director, podcaster, bahkan actress. Banyak orang mungkin mengenal McCurdy karena perannya dalam sitcom Nickelodeon iCarly pada awal tahun 2000-an. Namun dengan segala ketenaran yang dia peroleh, terdapat masa lalu yang kelam dan menimbulkan trauma. Sejak kecil, ibu McCurdy memaksanya untuk menjadi artis sebagai proyeksi karena sang ibu tidak dapat menjadi artis. Bahkan ketika ada hal yang terjadi tidak sesuai dengan ekspetasi ibunya, dia akan langsung diminta untuk bekerja lebih keras dan dimarahi. Dikutip dari Podcast Here and Now Anytime, Ibu dari McCurdy juga dikabarkan merupakan seorang hoarder yang menyebabkan McCurdy dan saudaranya harus tidur di matras yang ada di ruang tamu karena tidak adanya ruang yang cukup bagi mereka untuk tidur. Hidup dalam keluarga sederhana itu membuat McCurdy dituntut oleh ibunya untuk bekerja keras dan menjadi terkenal. Pada umurnya yang ke enam tahun, dia masuk ke dalam beberapa siaran televisi dan akhirnya menjadi pencari nafkah bagi keluarganya. Tidak berhenti hingga dia menjadi terkenal, tetapi seiring bertambahnya usia McCurdy hingga 11 tahun, perilaku ibunya menjadi lebih intens dengan membatasi makanan yang dimakan oleh McCurdy untuk menunda masa pubertas agar diterima dalam acara televisi. Melakukan pemeriksaan rutin dari payudara dan vagina, hingga mencukur bahkan memandikan McCurdy pada usia 16 tahun adalah hal yang dilakukan ibunya Tidak lama setelah itu, ibunya dikabarkan meninggal dan McCurdy menjadi merasa bebas dengan menjadi pecandu alkohol dan berpesta, selain itu ia juga menderita bulimia dan binge-eating akibat pola makannya yang buruk saat remaja. McCurdy akhirnya menjalani terapi dan setelah itu baru dia menyadari pelecehan dari ibunya, yang awalnya dia pikir bahwa itu adalah hubungan spesial ibu dengan anak.

Walaupun begitu, karena telah hidup lama dengan dinamika tersebut, dia merasa enggan melepaskan hal itu. Setelah ibunya meninggal dunia, dia sempat mengetahui ayahnya yang bukan merupakah ayah kandung, sehingga McCurdy merasa tidak secara langsung terhubung dengannya. McCurdy merasa bahwa ibunya memberikan banyak pengaruh dalam hidupnya, hingga memiliki banyak peran penting meskipun dianggap hubungan yang tidak sehat. Terdapat hal yang menarik yaitu pembahasan keterikatan (attachment) yang disampaikan oleh McCurdy bahwa sesungguhnya hubungannya dengan seorang pengasuh utama (ibunya sendiri), maka dia akan mendapatkan cerminan dinamika yang sama. Dalam sebuah karya yang dirilis dengan judul “I’m Glad My Mom Died”, dia menceritakan rasa yang muncul seperti merasa hancur, tetapi disisi lain merasa lega. Bercampur dengan hal tersebut, selama proses pembuatan karyanya, dia mengaku bisa tertawa dan menangis hanya dalam hitungan detik. Setelah beberapa tahun menjalani karir tersebut, akhirnya dia memutuskan untuk pensiun dari dunia acting pada tahun 2016. Saat ini, dia sedang mengerjakan sebuah novel dan kumpulan esai serta melanjutkan tahap selanjutnya dalam hidupnya.

Theory and Analysis– Horney

Teori yang kami gunakan adalah teori Psychoanalytic Social Theory milik Horney, kami memilih teori ini dikarenakan pada kasus ini, Mccurdy pada saat kecil kurang merasakan rasa kasih sayang dari orang tuanya. Dia juga terpaksa harus kerja keras di usianya yang masih belia serta menjadi pencari nafkah bagi keluarganya. Kami merasa kasus ini tepat untuk

dianalisis dengan teori Horney yang sangat menekankan pada pengalaman masa kecil. Masa kecil McCurdy yang kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya dapat menimbulkan basic hostility yang kemudian ter-represi sehingga mengarah pada perasaan insecure dan rasa takut yang samar-samar menyebabkan munculnya basic anxiety pada McCurdy. Sebelum membahas tentang basic anxiety, kami menganalisis basic hostility yang dapat dilihat dari masa kecil McCurdy yang sangat kelam. Ibunya akan mengancamnya apabila ia tidak mau ikut audisi atau bahkan ketika ia tidak mendapatkan peran yang ia audisikan, ibunya juga menerapkan pengurangan kalori untuk menghambat pubertas McCurdy, yang akhirnya menyebabkan ia menderita bulimia dan binge-eating setelah kematian ibunya. Basic hostility ini akhirnya ter-represi karena McCurdy tidak dapat menyuarakan hostility yang dialaminya sehingga menyebabkan basic anxiety. Horney, 1937 (dalam Feist, 2020) mendeskripsikan basic anxiety sebagai perasaan putus asa, ditinggalkan, membahayakan di dunia yang kasar dan jahat. Hal ini ditunjukkan pada McCurdy karena tekanan yang diberikan oleh ibunya dia jadi membenci child-acting dan mengatakan bahwa “…I hated it, I felt uncomfortable—like I would pee like fifteen times before going for an audition—my lips would be shaking—I was not a natural fit…” (dikutip dari Podcast Here and Now Anytime).

Berdasarkan kasus Jannette McCurdy, kami menyimpulkan bahwa Defense against anxiety yang dimiliki oleh Mccurdy adalah normal defenses, dengan neurotic trends: moving toward people. McCurdy dapat dikatakan memiliki normal defense moving toward people dikarenakan setelah semua masa lalu yang dia alami bersama ibunya akhirnya dia melanjutkan hidupnya dengan memberikan awareness tentang child exploitation yang sempat dialaminya, McCurdy mengatakan bahwa “…frankly I think it’s not appropriate for children or adolescent—I think until somebody psychologically developed—they should not be near Hollywood—everybody around you is saying “ooh I’m your bestfriend ooh I’m your manager”—you’re making money off of a child…” (dikutip dari Podcast Here and Now Anytime). Hal itu menunjukkan adanya kepedulian dari McCurdy kepada orang lain, oleh karena itu kami menyimpulkan bahwa terdapat rasa cinta yang tulus darinya terhadap anak-anak atau remaja yang mungkin terjerumus dalam eksploitasi Hollywood. Dalam kehidupan percintaan McCurdy sempat mengalami hubungan yang tidak sehat selama masa-masa remajanya karena ada campur tangan ibunya. Contohnya, Ibu McCurdy akan menyuarakan ketidaksetujuannya dengan cara mengirim email berisi foto McCurdy dengan kekasihnya yang disertakan kalimat tidak mengenakkan seperti: “You used to be my perfect little angel, but now you are nothing more than a little [all caps] s*ut, a floozy, all used up. And to think you wasted it on that hideous ogre of a man.” Hal tersebut tentunya bukanlah sesuatu yang pantas untuk diberikan kepada siapapun. Namun, setelah kematian ibunya dan melewati banyak cobaan, pada Agustus 2022 McCurdy lewat Washington Post mengatakan bahwa dia berada dalam hubungan yang sehat dan penuh cinta selama 6 tahun. Kalimat tadi membuktikan bahwa McCurdy tetap dapat memberikan cinta kepada orang lain terutama pasangannya, bahkan hubungan yang dia jalani merupakan hubungan yang sehat. Hubungan yang berhasil ia bangun sekarang sangat jauh dari apa yang ia alami selama masa kecil hingga remaja bersama ibunya. Karena dua hal tadi kami mangambil kesimpulan bahwa defense against anxiety yang dimiliki oleh Mccurdy adalah normal defenses, dengan neurotic trends: moving toward people.

Referensi :

Gao, M. (2022, August 10). Jennette McCurdy Once Needed Her Mom to Be an “Angel” as an Abuse Coping Mechanism. No Longer. Teen Vogue. https://www.teenvogue.com/story/jennette-mccurdy-memoir-icarly-interview

Helmore, E. (2022, August 21). Trauma memoir puts spotlight on mums turning daughters into child stars. The Guardian. https://www.theguardian.com/books/2022/aug/21/jennette-mccurdy-icarly-trauma- memoir-mum-child-stars

NPR. (2022, November 25). Jennette McCurdy opens up about childhood fame, tumultuous relationship with her mom. NPR; NPR. https://www.npr.org/2022/11/25/1139218060/jennette-mccurdy-opens-up-about- childhood-fame-tumultuous-relationship-with-her-

Pitts , J. (2022, October 1). What We Know About Jennette McCurdy’s Love Life. Nicki Swift. https://www.nickiswift.com/1034206/what-we-know-about-jennette-mccurdys- love-life/

Spencer, A. (2022, August 5). Jennette McCurdy lived a teen star dream. Silently, she was suffering. Washington Post. https://www.washingtonpost.com/arts- entertainment/2022/08/05/jennette-mccurdy-memoir-interview/

Tugas Personality Psychology kelas LH64 dengan dosen pengajar (Dr. Esther Widhi Andangsari, M.Si., Psi.)