Kelompok 6 (LE64)

Joy Adi Chrstian – 2602128882
Mary Angeline – 2602122683
Sabrina Aliyah Rivansa – 2602159370
Siti Annisah – 2602110525

1.1 Latar Belakang

Pada tahun 1974, Amerika Serikat digetarkan dengan serangkaian pembunuhan wanita muda yang ditemukan secara tragis dan sadis. Setelah puluhan wanita ditemukan terbunuh secara mengerikan dan mengalami kekerasan seksual, satu nama mulai muncul dalam penyelidikan sebagai tersangka, Ted Bundy (Tillet, 2022). Dengan nama lengkap Theodore Robert Bundy, Bundy lahir di Burlington, Vermont, Amerika Serikat pada 24 November tahun 1946. Bundy tercatat melakukan pelecehan seksual dan terbukti membunuh 28 wanita muda di Washington, Oregon, Colorado, Utah, dan Florida antara tahun 1974 dan 1978. Bundy akhirnya dijatuhi hukuman mati pada dan dieksekusi di kursi listrik Florida pada tahun 1989 (Jenkins, 2023).

Dalam masa kecilnya, Bundy dikatakan sebagai anak yang tidak diinginkan. Ibunya, Louise, pergi jauh dari rumah untuk melahirkannya dan meninggalkannya di kota lain selama tiga bulan, sebelum membawanya pulang kembali untuk tinggal bersama kakek Bundy. Bundy awalnya menganggap bahwa ibunya adalah seorang kakak perempuan baginya dan kakeknya adalah ayahnya, namun lama kelamaan ia menyadari bahwa Louise merupakan ibunya (Kettler, 2020). Walau terlihat harmonis, kakek Ted, adalah seorang yang juga sadis terhadap binatang dan banyak memberikan trauma pada Bundy sehingga membentuk pula perilaku Bundy yang sadis sejak ia sangat kecil (Howell, 2018; Williams, 2019).

Pesona yang ditunjukkan Bundy adalah salah satu senjata untuk memikat wanita sebelum memerkosa dan membunuh mereka. Seringkali Bundy akan berpura-pura meletakkan lengannya di arm sling atau kakinya digips palsu dan kemudian memikat mahasiswi muda yang menarik untuk membantunya sebelum mendorong mereka ke dalam kendaraannya (Rakestraw & Cameron, 2019). Beberapa hal yang menarik dari kasus Bundy adalah korbannya selalu memiliki karakteristik yang sama, yaitu wanita muda (sekitar 18–23 tahun), berkulit putih, dan memiliki rambut panjang berwarna gelap yang terbelah di tengah. Hal ini diasumsikan karena saat berusia dewasa muda, Ted Bundy memiliki tunangan bernama Stephanie dengan karakteristik yang sama, yang memutuskan hubungan dan menolak Bundy. Setelah itu lah Bundy dikatakan memiliki dendam dan kemarahan yang dia lampiaskan terhadap perempuan lain dengan visual yang serupa (Howell, 2018).

Ted Bundy juga disebutkan menunjukkan kontradiksi dari kesan yang diberikan kepada orang sekitarnya yang berlawanan dengan pembunuhan sadis yang dilakukannya, layaknya terdapat dua kepribadian yang berbeda (McCann, 2021). Dalam wawancaranya, Ted Bundy selalu menyebut dirinya sebagai orang ketiga dan menyebutnya “entitas” sebagai orang yang bertanggung jawab atas pembunuhannya, dan mengklaim bahwa hal itu adalah bagian terpisah dari kepribadiannya yang muncul ketika ia mabuk. Bundy juga mengklaim bahwa “entitas” ini sepenuhnya dimotivasi oleh seks karena banyak menonton dan membaca konten pornografi kekerasan (Rakestraw & Cameron, 2019).

1.2 Teori

Menurut Klein, perkembangan psikoseksual anak terjadi melalui serangkaian tahap perkembangan objek yang disebut position. Tahapan ini mempengaruhi cara individu membentuk hubungan dengan orang lain dan mencerminkan keadaan internal mereka. Terdapat dua position dasar yakni (1) posisi paranoid-schizoid, terjadi pada bayi di 3–4 bulan awal di mana terjadi pemisahan ke arah baik dan buruk secara eksternal; (2) posisi depressive, terjadi di bulan 5-6 ketika bayi dapat melihat objek eksternal secara utuh dan memiliki perasaaan cemas akan kehilangannya hal yang dicintai dikarenakan ia ingin merusaknya.

Bayi berusaha melindungi ego dari kecemasan yang ditimbulkan akibat fantasinya, seperti dia akan mempertahankan dirinya dari payudara yang jahat dan melindungi payudara yang membuatnya puas dengan psyhic defense mechanism, antara lain : (1) introjection, internalisasi hal eksternal ke dalam diri; (2) projection, memproyeksikan impuls destruktif sebagai objek eksternal; (3) splitting, memisahkan dorongan yang berlawanan seperti baik dan buruk; (4) projective identification, memisahkan hal yang tidak disukai dari diri kemudian diproyeksikan ke objek luar dan menginternalisasinya lagi dalam bentuk yang telah diubah (Feist et al., 2018).

1.3 Analisis

Berdasarkan kasus dan teori oleh Klein mengenai psychic defense mechanism, Bundy dapat dikatakan menggunakan mekanisme splitting dan introjection. Splitting terjadi ketika individu membagi dua hal menjadi aspek yang baik dan buruk, terutama dorongan yang berlawanan (Feist et al., 2018). Splitting terlihat sangat jelas dari deskripsi Bundy mengenai adanya kepribadian atau persona lain ”entitas” yang bertanggung jawab atas pembunuhan yang dia lakukan. Rekan kerja Bundy juga melaporkan kebingungan mengenai dua sisi dari Bundy yang disebutnya two Teds, sisi baiknya saat bekerja dan sisi sadisnya saat membunuh (McCann, 2021).

Splitting yang dilakukan Bundy dikategorisasikan sebagai splitting yang berlebihan dan tidak fleksibel. Bundy terlihat tidak dapat mengintegrasikan sisi buruknya sebagai pembunuh ke dalam sisi baiknya, sehingga ia mencoba untuk menekan dorongan gelapnya yang dimotivasi oleh dorongan seksual tersebut dan mengalihkan tanggung jawab pembunuhannya kepada kepribadian gelapnya tersebut, yang artinya kepribadian itu tidak dapat ia satukan pada kepribadian baiknya.

Selain splitting, Bundy juga melakukan introjection, terutama karena masa lalu traumatis yang dialaminya. Introjection terjadi ketika individu menginternalisasi persepsi dan pengalaman dari hal eksternal ke dalam diri (Feist et al., 2018). Dari masa kecil, Bundy dapat dikatakan melakukan introjection terhadap perilaku sadis yang dilakukan oleh kakeknya, materi pornografi yang ditontonnya, maupun kekagumannya terhadap kasus- kasus kriminalitas. Hal ini menjadi identitas dan bagian dari siapa diri Bundy (Williams, 2019) sehingga mendasari motif dan cara Bundy untuk melakukan kekerasan seksual dan pembunuhan. Selain itu, Bundy juga tampak melakukan introjection dari mantan tunangannya, Stephanie. Hal ini yang juga mendasari alasan Bundy memilih korban dengan karakteristik serupa dengan mantan tunangannya tersebut.

1.3.1 Coping Methods
Coping strategies yang dipaparkan oleh Klein dapat menjadi strategi yang sehat

maupun berbahaya. Seperti pada kasus Bundy, perilaku sadis yang dilakukan oleh kakeknya, materi pornografi yang ditontonnya, maupun kekagumannya terhadap kasus-kasus kriminalitas merupakan hal yang diinternalisasikan oleh Bundy. Belajar dari kasus ini, cara menggunakan introjection dengan sehat adalah dengan memilah kemudian menginternalisasikan kualitas-kualitas yang positif dari orang lain.

Efek negatif lainnya dari individu yang melakukan introjection yang berlebihan dapat berupa krisis identitas. Hal ini terjadi karena kita merasa bahwa individu tidak lagi mengontrol identitasnya sendiri, melainkan orang lain yang mengontrol itu. Untuk menghindari terjadinya krisis identitas, introjection sebaiknya dilakukan kepada kepribadian yang searah dengan kepribadian orisinal kita masing-masing.

REFERENSI

Feist, J. F., & Feist, G. (2020). Theories Of Personality (10th ed.). McGraw-Hill Education. Howell, E. A. (2018). Outsiders to Love: The Psychopathic Character and Dilemma. Contemporary Psychoanalysis, 54(1), 17–39.

https://doi.org/10.1080/00107530.2017.1420318
Jenkins, J. P. (2023, January 20). Ted Bundy | Biography, Crimes, Death, & Facts.

Encyclopedia Britannica. https://www.britannica.com/biography/Ted-Bundy
Kelland, M. (2017). Personality Theory. Creative Commons Attribution.
Knight, R. T. (1940). Introjection, Projection and Identification. Psychoanalytic Quarterly,

9(3), 334–341. https://doi.org/10.1080/21674086.1940.11925429
McCann, B. J. (2021). Duplicity and the Depraved Uncanny in Mediations of Ted Bundy. Women’s Studies in Communication, 44(3), 340–359.

https://doi.org/10.1080/07491409.2020.1834038
Nortje, A. (2021, April 12). Defense Mechanisms in Psychology Explained (+ Examples).

PositivePsychology.com. https://positivepsychology.com/defense-mechanisms-in-

psychology/
Rakestraw, D. (2019, January 4). Ted Bundy: The Development of a Serial Murderer. Pittsburg

State University Digital Commons.

https://digitalcommons.pittstate.edu/posters_2019/52
Tillett, H. (2020, February 1). A Comprehensive, Exhaustive, Shocking Timeline of Ted

Bundy’s Crimes. Cosmopolitan. https://www.cosmopolitan.com/entertainment/tv/a27438655/ted-bundy-murders-trial- timeline/

Williams, D. A. (2020). Is Serial Sexual Homicide a Compulsion, Deviant Leisure, or Both? Revisiting the Case of Ted Bundy. Leisure Sciences, 42(2), 205–223. https://doi.org/10.1080/01490400.2019.1571967

Tugas Personality Psychology kelas LE64 dengan dosen pengajar (Dr. Pingkan Cynthia Belinda Rumondor, S.Psi, M.Psi)