Humaniora Digital lahir dari pertemuan antara humaniora tradisional dan metode komputasi. Dengan migrasi materi budaya ke lingkungan jaringan di dunia maya dan aplikasi teknologi. Pertanyaan mengenai produksi, ketersediaan, validitas, dan pengelolaan materi humaniora tradisional secara digital ini menghadirkan tantangan dan peluang baru bagi para penggiat dan praktisi bidang ilmu humaniora. Berbeda dengan sebagian besar bentuk keilmuan tradisional, pendekatan digital secara mencolok bersifat kolaboratif dan generatif, meskipun tetap didasarkan pada tradisi penyelidikan humanistik. Ini mengubah budaya kerja humaniora serta pertanyaan yang dapat diajukan tentang bahan dan benda yang membentuk korpus humanistik.

Lunenfeld, P., Burdick, A., Drucker, J., & Presner, T. & Schnapp, J. (2012). Digital Humanities. Cambridge, MA: MIT Press.

Oleh:

Yosef Dedy Pradipto & Sekar Rizky Pradhani (2023)