Usaha Peningkatan Prestasi Siswa melalui Differentiated Instruction

Artikel ini ditulis oleh Helena Grace – 2201771791

 Pendahuluan

Dalam differentiated instruction, siswa tidak perlu menyesuaikan dirinya dengan kurikulum, melainkan pengajar harus fleksibel dan menyesuaikan kurikulum dan pengajaran dengan siswa (Hall, 2002). Menurut Tomlinson (2001), pemberian beragam pilihan pembelajaran yang didasarkan pada kebutuhan siswa mendorong kemungkinan bahwa siswa akan mendapatkan pembelajaran yang sesuai. Pengajar juga akan dapat memastikan bahwa tiap siswa mengerjakan tugas yang menantang baginya (Baumgartner et al., 2003). Dengan begitu, siswa akan terus terpacu dan pembelajaran akan memenuhi kebutuhannya.  Differentiated instruction dapat memaksimalkan potensi tiap siswa karena tantangan yang siswa terima sesuai dan didasarkan pada kemampuan, minat, dan preferensi siswa (Magableh & Abdullah, 2020). Differentiated instruction sudah terbukti dapat membawa dampak positif bagi siswa. Beberapa kelebihan dari differentiated instruction adalah memenuhi kebutuhan semua siswa, meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan fokus siswa di kelas, memaksimalkan kualitas pembelajaran mendorong siswa untuk merelasikan pembelajaran dengan kehidupan, dan mengasah self-management skill siswa. Kelebihan-kelebihan ini akan menciptakan perspektif positif siswa terhadap pelajaran. Menurut Senturk & Sari (2018), siswa akan memiliki motivasi serta rasa percaya diri untuk berprestasi yang tinggi jika siswa memiliki sikap positif terhadap suatu pelajaran, dan hal ini akan berkontribusi secara positif terhadap pencapaian akademis siswa. Maka dari itu, meningkatkan prestasi siswa juga menjadi salah satu dari kelebihan dari differentiated instruction.

 

Usaha Peningkatan Prestasi Siswa melalui Differentiated Instruction

Sudah banyak riset yang membuktikan bahwa implementasi differentiated instruction di kelas berhasil meningkatkan prestasi siswa. Baumgartner et al. (2003), melakukan riset untuk meningkatkan prestasi membaca siswa sekolah dasar dan sekolah menengah di Illinois menggunakan differentiated instruction. Pengimplementasian differentiated instruction dilakukan dengan cara memberikan pilihan aktivitas, membuat jadwal untuk sesi “self-selected reading”, menentukan teknik penilaian, membuat sesi pembelajaran kecil, merencanakan flexible grouping, dan membuat daftar mengenai strategi membaca. Sebelum differentiated instruction diimplementasikan, terdata bahwa tingkat prestasi membaca siswa rendah. Setelah differentiated instruction diimplementasikan, prestasi membaca siswa berhasil meningkat.

Magableh & Abdullah (2020) melakukan riset untuk meningkatkan prestasi siswa dalam bahasa Inggris. 60 siswa kelas delapan dari dua sekolah di Jordan dipisah ke dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.  Pembelajaran kelompok kontrol dilakukan menggunakan metode one-size-fits-all. Sementara pembelajaran kelompok eksperimen dilakukan menggunakan differentiated instruction yang meliputi strategi seperti tiered instructions, tiered assignments, dan homogeneous grouping. Kedua kelompok diberikan pre-test di awal riset dan post-test di akhir riset. Post-test menunjukkan bahwa ada perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. kelompok eksperimen dilaporkan mengalami peningkatan yang signifikan. Menurut Magableh & Abdullah (2020), strategi-strategi differentiated instruction yang menyangkut diferensiasi konten, proses, dan produk berhasil membantu siswa kelas delapan di Jordan meningkatkan prestasi bahasa Inggris.

Riset Al-shehri (2020) melaporkan bahwa implementasi differentiated instruction meningkatkan prestasi akademis sains siswa kelas enam di Saudi Arabia. Sampel riset ini adalah 50 siswa, dimana siswa ini dipisah ke dalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol  dan kelompok eksperimen. kelompok kontrol diberikan pembelajaran dengan metode konvensional dan kelompok eksperimen menggunakan metode differentiated instruction. Pre-test yang dilakukan di awal riset melaporkan bahwa tidak ada perbedaan prestasi antara dua kelompok ini. Namun dalam post-test terlihat bahwa kelompok eksperimen menunjukkan hasil yang lebih baik daripada kelompok kontrol. Yang artinya, implementasi differentiated instruction terhadap kelompok eksperimen berhasil meningkatkan prestasi siswa. Menurut Al-shehri (2020), differentiated instruction juga dapat diimplementasikan pada pelajaran lain selain sains karena telah terbukti efektif dan efektif dan sesuai.

Hasil riset Aranda & Zamora (2016) juga mendukung riset-riset yang menyatakan bahwa implementasi differentiated instruction efektif untuk mendorong peningkatan prestasi siswa. Riset Aranda & Zamora bertujuan untuk melihat pengaruh implementasi differentiated instruction terhadap prestasi siswa kelas 10 dalam kelas Bahasa Filipino. Dalam riset ini, siswa juga dipisah ke dalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kedua kelompok ini menjalankan pembelajaran selama 32 jam dalam 2 bulan. Dalam kelas kelompok eksperimen, pembelajaran disesuaikan dengan gaya belajar siswa dan pengajar menggunakan flexible grouping. Kedua kelompok diberikan pre-test di awal riset dan post-test di akhir riset. Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan performa akademis.

Al Huseini & Abdullah (2014) melakukan riset untuk melihat efektifitas differentiated instruction untuk meningkatkan prestasi siswa dengan learning disabilities dalam pelajaran matematika. 61 siswa sekolah menengah dengan learning disabilities dipisah ke dalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.  Dalam pre-test, tidak ada perbedaan prestasi antara kedua kelompok ini. Namun dalam post-test, ditemukan bahwa kelompok eksperimen mendapatkan skor mean yang lebih tinggi daripada kelompok kontrol.

Implementasi differentiated instruction sebagai usaha peningkatan prestasi siswa juga pernah dilakukan untuk level pendidikan sarjana. Joseph et al. (2013) mengimplementasikan differentiated instruction dalam mata kuliah Curriculum Studies bagi mahasiswa sarjana Pendidikan tahun ke-dua. Beberapa strategi diferensiasi konten, proses, dan produk dalam riset ini meliputi pemberian tugas yang berbeda untuk tiap kelompok siswa yang dipisahkan berdasarkan minat dan profil belajar, penggunaan beragam bahan pembelajaran untuk mengatasi perbedaan minat bacaan, pemberian tiered activities,  penggunaan peer teaching, flexible grouping, serta whole group teaching, pemberian berbagai pilihan asesmen, dan masih banyak lagi. Lalu beberapa strategi diferensiasi berdasarkan level kesiapan, minat, dan profil belajar yang dilakukan dalam riset ini meliputi pengumpulan data level kesiapan, penggunaan tiered activities, pengelompokan siswa berdasarkan minat, pemberian pilihan aktivitas, memvariasikan bentuk instruksi serta pengelompokan siswa, dan mengkombinasikan pemberian instruksi secara individu, kelompok kecil, dan satu kelas. Di akhir semester, nilai antara kelas yang menggunakan metode tradisional dan kelas yang mengimplementasikan differentiated instruction dibandingkan. Dilaporkan bahwa kelas yang mengimplementasikan differentiated instruction memperoleh nilai yang lebih tinggi.

Kesimpulan

Berdasarkan riset-riset yang sudah ada, telah terbukti bahwa differentiated instruction efektif sebagai usaha peningkatan prestasi siswa untuk berbagai level pendidikan mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah, hingga pendidikan sarjana. Menurut Milošević et al. (2013), perbedaan antara siswa yang tidak dipertimbangkan di dalam kelas yang menggunakan metode pengajaran tradisional dapat mengakibatkan produktivitas dan motivasi siswa untuk bekerja dan belajar menurun. Differentiated instruction memberikan instruksi yang sesuai dengan semua level kelas, sehingga metode ini dapat menjadi solusi untuk mixed-ability classrooms (Magableh & Abdullah, 2020).  Al Huseini & Abdullah (2014) menganjurkan pengimplementasian differentiated instruction di kelas karena metode ini menyadari adanya kelebihan dan perbedaan antar siswa, keberagaman di kelas yang terus meningkat, dan juga differentiated instruction dapat memberikan banyak manfaat kepada siswa yang memiliki kesulitan dalam kelas. Dengan differentiated instruction, kebutuhan setiap siswa terpenuhi, sehingga pembelajaran yang diterima oleh siswa akan mendorong potensi siswa secara maksimal. Maka dari itu, differentiated instruction dapat menjadi salah satu bentuk usaha untuk meningkatkan prestasi siswa.

 

Referensi

Al Huseini, H. H., & Abdullah, R. M. (2014). Effectiveness of Differentiated Instruction on Achievement in Mathematics of Middle School Students with Learning Disabilities. Psycho-Educational Research Reviews, 29-34.

Aranda, M. R., & Zamora, J. L. (2016). Using differentiated instruction in improving the academic performance of students in Filipino language. Retrieved January, 15, 2018.

Baumgartner, T., Lipowski, M. B., & Rush, C. (2003). Increasing Reading Achievement of Primary and Middle School Students through Differentiated Instruction.

Hall, T. (2002). Differentiated instruction.

Joseph, S., Thomas, M., Simonette, G., & Ramsook, L. (2013). The Impact of Differentiated Instruction in a Teacher Education Setting: Successes and Challenges. International Journal of Higher Education, 2(3), 28-40.

Magableh, I. S. I., & Abdullah, A. (2020). On the Effectiveness of Differentiated Instruction in the Enhancement of Jordanian Students’ Overall Achievement. International Journal of Instruction, 13(2), 533-548.

Milošević, D., Rossetti, V., & Stojšić, I. (2013). Implementation of differentiated instruction in teaching geography in the eighth grade of elementary school. Researches Review of the Department of Geography, Tourism and Hotel Management, 42, 61-74.

Senturk, C., & Sari, H. (2018). Investigation of impacts of differentiated instruction applied in a primary school in attitudes of students towards the course. Cypriot Journal of Educational Sciences, 13(2), 240-248.

Tomlinson, C. A. (2001). How to differentiate instruction in mixed-ability classrooms. ASCD.

Helena Grace