“WORKSHOP: PENERAPAN DI (DIFFERENTIATED INSTRUCTIONS METHOD) UNTUK MK PSIKOLOGI “

Pada Senin, 21 Juni 2021, penulis mengikuti sesi workshop yang diadakan oleh Jurusan Psikologi Universitas Bina Nusantara. Sesi workshop yang diadakan pada pukul 14.00 WIB – 16.00 WIB Senin itu berkaitan dengan penerapan metode DI atau Differentiated instructions untuk mata kuliah Psikologi. Sesi workshop ini dibawakan oleh Bapak Muhammad Nanang Suprayogi, S.Psi., M.Psi., Ph.D. Bapak Nanang, sebagai pembicara ahli pada bidang DI sebelumnya telah membahas dan tertarik dengan topik terkait implementasi metode DI di sekolah dasar yang berada di Indonesia. Sesi workshop ini pun merupakan salah satu bentuk usaha mewujudkan pengajuan terkait implementasi metode DI dalam realisasi kegiatan kompetisi kampus merdeka.

 

Acara Workshop dibuka oleh Kak Budi Sulaeman, S.Psi., M.Psi., dengan memberikan sambutan hangat kepada Bapak/Ibu dosen Jurusan Psikologi Universitas Bina Nusantara yang hadir dalam acara workshop saat itu. Setelah selesai menyampaikan sambutan, kemudian Kak Budi, memberikan kesempatan untuk Kak Pingkan C.B. Rumondor, M.Psi., Psikolog membuka sesi workshop yang diadakan.

 

Pada sesi ini, para dosen mendiskusikan mengenai tujuan sesi, serta pengalaman menerapkan DI. Tujuan sesi ini adalah untuk melihat pengalaman langsung dari penerapan metode DI. Pada tahun 2018 sudah pernah diadakan workshop DI yang dibawakan oleh Pak Nanang dan sudah dicoba untuk beberapa mata kuliah. Dari hasil diskusi ini, dapat disimpulkan bahwa DI sudah pernah diterapkan beserta bedah CO (Course outline) mata kuliah psikologi akan tetapi belum dimonitor dan dievaluasi lebih lanjut.

 

 

Sesi dilanjutkan dengan diskusi antar FM terkait perbedaan yang dirasakan dosen saat menggunakan metode DI di kelas dan saat sebelum menggunakan metode DI. Kak Pingkan salah satu dosen yang pernah mengimplementasikan metode DI pada tahun 2018 memaparkan saat menggunakan metode DI, persiapan perlu lebih banyak seperti dari sisi lingkungan kelas yang diubah cara duduknya, kemudian pembagian kelompok mahasiswa. Pada prosesnya pun, terjadi seperti yang diharapkan dalam implementasi metode DI, mahasiswa ketika dalam kelompok menjadi t lebih aktif saat berdiskusi dan menceritakan hasil diskusi. Diferensiasi yang diterapkan ialah dengan membuat variasi tugas misalnya: mahasiswa bisa memilih untuk menganalisa film, cerita novel atau hasil wawancara.

 

Kemudian, dalam sesi diskusi dalam workshop Bapak Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si., juga menambahkan penting untuk memperhatikan tujuan implementasi metode DI. Menurut beliau, terdapat dua tujuan yang penting yaitu: tujuan kuratif seperti mata kuliah-mata kuliah Psikologi yang menurut Self-evaluation report Outcome-Based Education (OBE) belum mencapai angka yang diharapkan atau relatif berada di urutan terbawah. Kedua, terdapat tujuan promotif, seperti ketika Self-evaluation report Outcome-Based Education (OBE) mungkin sudah tercapai tetapi dapat ditingkatkan dengan keikutsertaan mahasiswa dalam beragam aktivitas di luar kelas.

 

Sesi pembelajaran diawali dengan pemaparan bahwa guru atau dosen dapat melakukan diferensiasi berdasarkan kesiapan, minat, dan profil belajar siswa. Penerapan DI dalam metode DI dibagi menjadi empat hal yaitu, konten, proses, dan produk juga lingkungan pembelajaran. Lingkungan pembelajaran sendiri dapat mempengaruhi konten, proses, dan produk selama orises belajar mengajar diadakan.

Ilustrasi Penelitian Teachers and their Implementation of Differentiated Instruction in the Classroom. Sumber : PPT “Implementation DI” (Prayogi, 2021).

Bapak Nanang kemudian juga memaparkan bahwa dalam sebuah penelitian yang telah beliau jalankan bersama Prof. Dr. Martin Valcke dan Bapak Raymond Godwin, S.Psi., M.Si., berjudul Teachers and Their Implementations of Differentiated Instructions in The Classroom. Penelitian tersebut dipaparkan dalam sesi workshop menunjukkan bahwa DI dalam pertumbuhan keberagaman dari siswa maka diperlukan strategi instruksi yang salah satunya adalah metode DI. Berdasarkan hasil penelitian implementasi metode DI di Indonesia menemukan bahwa siswa yang dalam proses belajar mengajar menggunakan metode DI dalam hasil post-test mendapat hasil yang lebih tinggi dibandingkan hasil pre – test.

 

Setelah pembelajaran, dalam sesi workshop Bapak Nanang membahas terkait salah satu mata kuliah yang hendak dilakukan bedah CO dan juga sharing terkait pembelajaran dalam kelas untuk dapat diimplementasikan metode DI. Mata kuliah yang menantang adalah biopsychology, metodologi penelitian kuantitatif, dan juga statistik. Salah satu mata kuliah yang menantang dan memiliki Self-evaluation report Outcome-Based Education (OBE) yang belum mencapai angka yang diharapkan dari tahun ke tahun telah dicoba dengan berbagai metode adalah biopsychology.

 

Sesi kemudian berlanjut dengan paparan isu yang sering dihadapi dosen-dosen mata kuliah terkait. Bapak Aryo Edhie Nugroho, S.Psi., M.Sc., menyatakan bahwa dalam biopsychology terdapat bahan ajar yang banyak namun di satu sisi mata kuliah tersebut hanya memiliki dua SKS. Metode pembelajaran sudah diubah berkali-kali namun perubahan yang ada tergolong kecil. Hal lainnya yang menjadi kesulitan karena mata kuliah tersebut sudah memiliki stigmanya sendiri bagi mahasiswa sehingga dalam mempelajari hal tersebut termasuk cukup berat bagi mahasiswa sehingga minatnya sangat kurang.

 

Bapak Dr. Wisnu Wiradhany, S.Psi., M.A., kemudian menambahkan bahwa isu penting yang ada dalam pembelajaran mata kuliah biopsychology adalah seberapa jauh mahasiswa menyerap informasi serta antusiasme mahasiswa. Berdasarkan pengalaman Bapak Wisnu, dalam forum BINUSMAYA, antusiasme mahasiswa untuk berdiskusi dan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan mata kuliah cukup tinggi. Sedangkan, masalah ditemukan pada penyerapan informasi dengan konten yang banyak namun waktu yang kurang untuk melakukan hal tersebut.

Kemudian, Ibu  Evi Afifah Hurriyati, S.Si., M.Psi., juga menyampaikan bahwa dalam mata kuliah tersebut dapat dibuat variasi melalui konten video pembelajaran seperti terkait topik emosi yang dibahas melalui sisi biopsychology. Selain itu, berdasarkan pengalaman yang telah Ibu Evi terapkan dalam kelasnya, mahasiswa dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok untuk saling berdiskusi dan di dalam setiap kelompok terdapat mahasiswa yang sudah lebih menguasai materi sehingga dapat mengajarkan teman-teman kelompoknya yang masih belum paham (peer tutoring) dan di akhir dosen terkait akan merangkum hasil diskusi yang telah berjalan.

 

Bapak Nanang menyampaikan bahwa hal tersebut dapat diimplementasikan untuk menerapkan metode DI pada bagian konten (variasi video konten pembelajaran) dan proses (dalam proses belajar mahasiswa diskusi dengan peer tutoring). Bapak Nanang pun menyarankan dalam persiapannya agar lebih mendetail  dan terstruktur pada topik mata kuliah yang mana yang akan diimplementasikan dengan mempertimbangkan seperti kepadatan materi dalam topik tersebut.

 

Di akhir bagian dari sesi workshop, Bapak Nanang menyampaikan bahwa dosen diharapkan membuat modul rancangan pembelajaran dengan metode DI yang akan berjalan hingga akhir tahun. Kemudian, Bapak Nanang menyampaikan bahwa para dosen yang nantinya berada dalam kelompok akan menyusun CO mata kuliah yang disepakati dengan mengimplementasikan metode DI pada bagian konten, proses, atau produk.

 

Kesimpulan yang penulis dapatkan setelah mengikuti sesi workshop Penerapan metode DI untuk MK Psikologi, penulis mendapat pengalaman juga pengetahuan baru bagaimana para FM atau dosen dapat memahami dan mengimplementasikan metode pembelajaran DI yang sesuai dengan mengikuti perkembangan yakni mahasiswa dalam perkuliahan semakin beragam sehingga dapat diharapkan pembelajaran maupun pengajaran dalam kelas menjadi lebih baik dengan diimplementasikan metode DI tersebut.

Capture time di akhir sesi “Workshop Penerapan Metode DI untuk MK Psikologi” bersama para dosen, asisten dosen, dan pembicara : Bapak Muhammad Nanang Suprayogi, S.Psi., M.Psi., Ph.D

 

Penulis             :

Ayu Wandira Gustriandini Meivitazahra Hariyanto. Mahasiswa Universitas Bina Nusantara Jurusan Psikologi. Mahasiswa magang Learning Support Jurusan Psikologi Universitas Bina Nusantara.

Pingkan C. B. Rumondor, M.Psi., Psikolog, dosen psikologi klinis di Universitas Bina Nusantara, mahasiswa S3 Fakultas Psikologi Indonesia. Subject Content Coordinator – Fundamental on Psychology, Psychology Department, Faculty of Humanities, Universitas Bina Nusantara.

 

 

Pingkan C. B. Rumondor, M.Psi., Psikolog