Work Well-being

Work Well-being

Penelitian ilmiah mengenai kesejahteraan (well-being) telah didorong oleh dua perspektif filosofis utama, yaitu pandangan hedonisme atau kebahagiaan, serta pandangan eudaimonisme atau aktualisasi diri (Woyciekoski, Stenert, & Hutz, 2012). Kedua perspektif ini telah membentuk dua konsep terkemuka mengenai well-being, yaitu Subjective Well-being (Diener, 1984; Diener et al., 1999; Diener & Tay, 2015; Caprara et al., 2012; Diener & Tov, 2012) dan Psychological Well-being (Ryff, 2014; Ryff & Keyes, 1995).

Diener, Oishi, dan Lucas (2003) menjelaskan umumnya well-being dikaitkan dengan kebahagiaan (happiness) atau kepuasan hidup (life satisfaction). Umumnya peneliti menekankan pada pengamalan dan fungsi psikologis ideal namun bervariasi tergantung pada perspektif masing-masing (Deci & Ryan, 2008).

 

Yosef Dedy Pradipto

Yosef Dedy Pradipto
  1. Terimakasih banyak Pak Dedy, artikelnya sangat membantu.

    • Sama-sama