Bincang Psikologi #WorldMentalHealthDay

 

Wabah Covid-19 yang saat ini muncul di negara-negara hampir seluruh dunia termasuk Indonesia tidak hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga memiliki dampak terhadap kesehatan mental umat manusia. Menurut Putri et al. (2015) kesehatan mental merupakan sebuah kondisi dimana individu terbebas dari segala bentuk gejala-gejala gangguan mental. Orang yang sehat mentalnya adalah orang yang dapat menjalankan kehidupannya secara normal dan dapat menyesuaikan diri untuk menanggapi masalah yang ditemui serta secara alami memiliki kemampuan untuk mengelola stress.

Kesehatan mental merupakan hal yang penting dan layak diperhatikan selayaknya kesehatan fisik. Diketahui bahwa kondisi kestabilan kesehatan mental dan fisik saling mempengaruhi. Menurut Putri et al. (2015) gangguan yang dialami oleh suatu individu bukan semata-mata diturunkan oleh garis keturunan, tetapi dapat diperoleh dari kegiatan yang kita lakukan sehari-hari. Putri et al. (2015) menambahkan bahwa tuntutan hidup yang berdampak pada stress berlebih akan berdampak pada gangguan kesehatan mental yang lebih buruk.

Pada Bulan Oktober lalu, bertepatan dengan Bulan Kesehatan Mental Dunia, Universitas Bina Nusantara Jurusan Psikologi telah mengadakan 2 kegiatan yaitu “Mental Health Day Champion” dan “Bincang Psikologi”.

Dimulai dari kegiatan Mental Health Day Champion pada tanggal 1 Oktober sampai dengan 8 Oktober 2020. Peserta dari kegiatan ini adalah Mahasiswa Universitas Bina Nusantara, khususnya pada Jurusan Psikologi. dalam kegiatan ini mengharuskan mahasiswa untuk mengunggah satu foto di Instagram dengan menggunakan twibbon yang telah ditentukan oleh panitia sebelumnya dan mahasiswa diharuskan juga untuk menuliskan caption mengenai perasaan yang mereka rasakan pada saat itu.

Acara ini dilanjutkan pada tanggal 10 Oktober 2020 yang bertepatan dengan hari Kesehatan mental sedunia, Jurusan Psikologi telah mengadakan kegiatan Bincang Psikologi yang mengusung topik “self-care dan how to take care of yourself before taking care of others.” . Menurut WHO (World Health Organization) pada bulan Maret lalu telah menghimbau setiap orang perlu menjaga kesehatan mental untuk menghindari keluhan fisik yang muncul akibat stres. Menjaga kesehatan mental dapat dilakukan dengan banyak cara salah satunya dengan memperhatikan diri sendiri atau sering disebut sebagai self-care.

Seminar ini dibawakan oleh Pingkan Cynthia Belinda Rumondor, S. Psi, M. Psi, atau dipanggil Kak Pingkan, dan Qisthi Rahmania M. Psi., Psikolog, yang dipanggil dengan Kak Qisthi. Kegiatan acara ini akan dibagi ke dalam 2 (dua) sesi. Sesi pertama dilakukan oleh Kak Pingkan membahas bagaimana cara kita untuk mengatur emosi dan kegiatan apa saja yang baik dilakukan dalam melakukan self-care. Di dalam seminar tersebut, dijelaskan bahwa kegiatan self-care ini juga dapat meningkatkan well-being seseorang. Apabila well-being kita baik, kita dapat dengan mudah untuk mengatur emosi serta menyelesaikan masalah. Ketika kita mempunyai emosi yang stabil, kita juga dapat membantu orang terdekat kita untuk melewati masa stress yang sebelumnya pernah dialami. Kegiatan apa saja sih yang dapat kita lakukan dalam melakukan self-care? Pertama, bisa melakukan kegiatan fisik, misalnya berolahraga minimal 30 menit dalam sehari, makan makanan yang sehat, dan tidur yang cukup. Kedua, dalam kegiatan psikologisnya misalnya kita membuat jurnal setiap hari, kita mencatat kegiatan yang kita lakukan setiap harinya di dalam notebook. Dan terakhir, dengan kegiatan spiritual. Contoh dari kegiatan spiritual adalah beribadat dan melakukan meditasi. Kegiatan yang lainnya yang dapat dilakukan adalah tetap menjaga komunikasi dengan teman atau bisa juga berdiskusi dengan dosen pengajar.

Pada kegiatan sesi kedua ini dibawakan oleh Kak Qisthi. Beliau menjelaskan lebih detail mengenai bagaimana cara kita untuk mengindikasi stress lebih awal, sehingga kita perlu berteman dengan perasaan kita sendiri. Kita juga diajarkan teknik berkomunikasi, lalu pada akhir sesi juga mengajarkan bagaimana cara bernafas yang benar (mengolah nafas), yang disebut dengan Square Breathing ketika sedang panik, stress, atau pada kejadian yang tidak dapat terhindari.

Di akhir acara kita mengumumkan pemenang dari Mental Health Day Champion, terdapat 3 juara yang telah dipilih berdasarkan likes terbanyak. Juara satu, Gladisviera Arianja dengan likes 1.323. Juara 2, Agata Saptari Putri dengan likes 1.107. Juara 3, Septiandini Rahma Karinta Putri dengan likes 1.068

Kesimpulan yang dapat kita ambil dari seminar ini, stress dan emosi yang tidak stabil adalah wajar untuk kita rasakan. Terlebih, pada masa pandemi seperti saat ini. Sehingga kita perlu menjaga kesehatan mental kita terlebih dahulu sebelum membantu menjaga kesehatan mental orang lain.

 

Referensi:

Putri, A. W., Wibhawa, B., & Gutama, A. S. (2015). Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia (Pengetahuan, Dan Keterbukaan Masyarakat Terhadap Gangguan Kesehatan Mental). Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 252–258. https://doi.org/10.24198/jppm.v2i2.13535