Pengalaman berpartisipasi dalam konferensi virtual Psychonomics 2020

Halo semua! Apa kabar semua? Semoga masih sehat fisik dan mental di tengah situasi pandemi ini ya!

Dalam tulisan kali ini, saya ingin berbagi pengalaman mengikuti salah satu konferensi Psikologi Eksperimental Kognitif terbesar di dunia, Psychonomics (https://www.psychonomic.org/), yang khusus tahun ini diadakannya secara virtual. Ini adalah kali ke lima saya berpartisipasi sebagai presenter poster, namun baru kali pertama berpartisipasi secara virtual.

Dalam kondisi yang normal, biasanya konferensi Psychonomics ini dilakukan di Amerika Serikat setiap tahunnya. Selain itu, ada juga versi yang diadakan setiap tiga tahun sekali yang diselanggarakan khusus di luar Amerika Serikat dan dinamai Psychonomics Internasional. Adapun yang pernah saya ikuti antara lain: tahun 2014 di Long Beach, California; tahun 2016 di Boston, Massachusetts; di tahun yang sama Granada, Spanyol (Psychonomics Internasional); dan terakhir di tahun 2017 di Vancouver, Kanada (kali ini hanya poster saya saja yang ke Kanada, presentasi hasil penelitian saya dilakukan oleh kolega karena saya berhalangan hadir). Pada semua kesempatan tersebut, saya harus memresentasikan hasil penelitian saya dalam sebuah poster. Biasanya saya harus sedia kala (dalam jadwal yang ditentukan) berdiri di samping poster saya (biasanya selama 2 jam), berjaga jika ada peneliti lain yang tertarik untuk meminta penjelasan mengenai penelitian saya. Lelah? Pastinya! Tegang? Selalu! Seru? Iya banget! Kenapa? Karena bisa ketemu peneliti-peneliti besar yang terkenal layaknya ketemu artis #nerdalert. Bonusnya adalah bisa sekaligus jalan-jalan lihat dunia.

Setelah absen di tahun 2018 (Amsterdam, Belanda) dan 2019 (Montréal, Kanada), saya akhirnya berpartisipasi kembali dalam konferensi langganan ini. Mumpung tahun ini konferensinya virtual, jadi tidak butuh ongkos! Nah, seperti apa bentuk partisipasinya? Tentunya, langkah pertama adalah mengirimkan abstrak dari penelitian yang mau dipresentasikan. Kemudian, kita harus menunggu jawaban dari panitia, apakah abstrak yang kita kirimkan layak untuk dibawakan di Psychonomics atau tidak, baik untuk presentasi oral ataupun poster. Untungnya, abstrak penelitian kami berhasil diterima untuk dipresentasikan sebagai poster presentation. Karena tahun ini bentuk konferensinya adalah virtual, maka para presenter diwajibkan untuk membuat video presentasi.

Lalu gimana presentasinya? Setelah video dibuat dan di-submit ke panitia, video kita sudah mulai bisa ditonton oleh peserta lain seminggu sebelum jadwal konferensi (19 – 22 November 2020). Setiap presenter poster mendapat jadwal sesi live Q&A untuk bersiap ‘nangkring’ secara live jika ada peserta yang mau bertanya. Saya kebagian jadwal hari Jumat, 20 November 2020 Pk. 16.00 – 18.00 waktu Timur (atau dikenal Eastern time disingkat EST) yang kalau ‘diterjemahkan’ ke waktu Indonesia bagian barat (WIB) adalah Sabtu, 21 November 2020 dini hari Pk. 04.00 – 06.00! Alhasil, bangun dari kantuk yang merajalela, saya ‘nangkring’ di ruang meeting Zoom yang sudah saya siapkan jika ada peserta yang mau ngobrol tentang penelitian saya.

Cuplikan video presentasi penelitian kami di Psychonomics 2020

Berbeda dengan sesi-sesi presentasi poster yang biasa saya lakukan dimana selalu ramai pengunjung, sesi virtual dini hari kali ini terbilang sepi pengunjung. Wajar saja, di negara-negara bagian Eropa pun, jadwal tersebut hampir tengah malam. Namun demikian, bagi saya, ini adalah pengalaman yang berbeda dari sebelum-sebelumnya! Walaupun dalam Psychonomics kali ini semua terselenggara secara virtual, banyak sesi-sesi yang menampilkan hasil-hasil penelitian yang menarik untuk diketahui. Tahun depan ikut lagi? Tergantung dimana dan biaya ongkos ya!

Farah Mutiasari Djalal, Ph.D