[Digital Content] Enculturation and Socialization

Koentjaraningrat (1986) Enkulturasi adalah suatu proses sosial yang dialami manusia sebagai makhluk yang bernalar, memiliki daya refleksi dan inteligensi. Dalam proses tersebut manusia belajar memahami dan mengadaptasi pola pikir, pengetahuan, dan kebudayaan komunitas atau masyarakat dimana manusia tersebut hidup dan tinggal.

Sosialisasi adalah suatu proses saat manusia, sebagai warga komunitas atau masyarakat setempat, dididik untuk mengenal, memahami,mentaati, menghargai dan menghayati norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat (Soekanto 1982). Dalam video materi ini tidak hanya mempelajari tentang enkulturasi dan sosialisasi melainkan juga memberikan ilustrasi keterlibatan manusia dalam pembelajaran budaya.

Objectives

  • Enkulturasi dan sosialisasi
  • Budaya, orang tua , dan keluarga
  • Culture and peers
  • Budaya dan pendidikan

Definisi sederhana dari enkulturasi adalah proses belajar budaya yang terdiri dari pengetahuan yang didistribusikan secara sosial dan dimanifestasikan dalam persepsi, pemahaman, perasaan, niat, serta orientasi informatif yang membentuk imajinasi dan praksis hidup sosial dalam keseharian (Peter-Poole, 2002).  Menurut Edward Shils (1968) sosialisasi adalah proses sosial yang dialami manusia dan terus terjadi seumur hidup. Proses sosial tersebut akan dijalani dalam bermasyarakat dan berkelompok melalui pembelajaran budaya di lingkungan setempat. Proses sosialisasi dekat dengan proses enkulturasi. Proses ini terjadi anak belajar dan mengadopsi hal-hal yang ada dan berkembang dalam budaya dimana mereka tinggal (Park, 2007). osialisasi lebih fokus pada proses dan mekanisme nyata saat seseorang mempelajari aturan-aturan sosial dan budaya, yang ditujukan kepada siapapun. Sedangkan enkulturasi fokus pada hasil dari proses sosialisasi tersebut. Enkulturasi mengarah pada pemeliharan aspek-aspek dari budaya asalnya (Gonzales, Knight, Mongan-Lopez, Saenz & Sirolli, 2002). Proses interaksi antara individu dan lingkungan terjadi dalam berbagai tingkatan: microsystem (lingkungan dekat sekitar, seperti keluaraga, sekolah dan pertemanan, dimana anak-anak berinteraksi secara langsung), mesosystem (pertalian antara microsystem, seperti di antara sekolah dan keluarga), exosystem (konteks dimana hubungan tidak langsung dapat mempengaruhi anak-anak, seperti tempat kerja orang tua), dan macrosystem (budaya, agama, masyarakat bangsa) sebagaimana dikatakan oleh Brofenbrenner (1979). Hidup seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh keluarga, teman sebaya, lembaga pendidikan dan lembaga keagamaan melainkan individu tersebut  juga ikut berkontribusi atas perkembangan diri mereka sendiri dengan mempengaruhi orang dan suasana di sekitar kita. Dengan kata lain, kita adalah pencipta aktif atas perkembangan kita sendiri (Matsumoto & Juang, 2004).

Assessment Or Learning Activity

  • Apakah sosialisasi merupakan bagian dari enkulturasi? Berikan penjelasan yang mendukung pernyataan tersebut
  • Bagaimana terjadinya proses enkulturasi?

Referensi

Waluya, B. (2007). Sosiologi: Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat. Bandung: PT Setia Putra Inves.

Koentjaraningrat. (1987). Sejarah Teori Antropologi. Jakarta: UI Press.

Koentjaraningrat. (2005). Pengantar Antropologi jilid 1. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.

Matsumoto, D., & Juang, L. (2004). Culture and psychology. Belmont, USA: Thomson-WadsworthThomson Learning.

Suradi. (2016). Bentuk Komunikasi Dalam Menjalankan Proses Enkulturasi. Journal Ilmu Komunikasi, 2015, 3 (4): 200-214 ISSN.

Brofenbrenner, U. (1979). The ecology of human development. Massachusetts: Harvard University Press.

 

Jurusan Psikologi BINUS