Self-Directed Learning

Dengan adanya berbagai macam teknologi yang semakin maju, semakin banyak cara dan sumber yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi secara cepat, mudah dan tepat. Dengan adanya kehidupan yang semakin maju, kita pun harus tetap bergerak maju mengikuti perkembangan zaman. Bukan justru jalan melawan arus tersebut ke belakang. Perkembangan yang semakin pesat secara langsung maupun tidak langsung menuntut kita untuk berinisiatif mencari informasi dan mengasah kemampuan yang kita miliki. Masing-masing individu pastinya memiliki ketertarikan dan kemampuan yang berbeda-beda. Walaupun seorang individu memiliki satu bidang keahlian utama, alangkah baiknya jika ia tetap menguasai berbagai macam kemampuan lain yang dapat membantunya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Jika memang perlu menguasai lebih dari satu kemampuan,

Apakah individu perlu menjalani pendidikan akademik terus-menerus?

Apakah individu harus mengambil program pendidikan akademik yang berbeda-beda?

Jawabannya yaitu, TIDAK.

 

Mengapa begitu?

Seperti yang sebelumnya disampaikan. Teknologi yang semakin berkembang mempermudah kita dalam memperoleh banyak informasi mengenai berbagai macam hal. Dengan menggali informasi dan mengaktualisasikannya ke dunia nyata pun cukup untuk membantu kita untuk menguasai berbagai macam kemampuan. Untuk dapat melakukan hal tersebut, individu harus memiliki kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri. Untuk dapat belajar sendiri, memang dibutuhkan motivasi yang dapat mendorong seseorang untuk mencari informasi mengenai hal yang ingin dipelajarinya lebih dalam. Jika seseorang memiliki motivasi yang kuat untuk mendapatkan informasi, melakukan metode belajar sendiri ini memiliki banyak manfaat. Jika menggunakan metode belajar sendiri, individu dapat memilih topik apa saja yang ingin diketahuinya lebih dalam dan belajar dengan kecepatan yang sesuai dengan dirinya sendiri.

Seorang career couch Psychology Today, Marty Nemko (2018) dalam tulisannya yang berjudul Five Learning Tips for Smart Adults mengemukakan beberapa cara alternatif yang dapat digunakan untuk mengasah kemampuan seseorang, dan salah satunya yaitu membaca artikel dan menonton video yang tersedia di internet. Jika seorang individu cukup cermat dalam memanfaatkan internet, hampir semua informasi dapat ia temukan. Dari mulai informasi yang bersifat non-akademis hingga akademis. Di dalam internet, tersedia banyak berita, artikel, jurnal, dan berbagai macam media informasi lainnya. Knowles (dalam Manning, 2007) menggambarkan self-directed learning sebagai sebuah proses dimana individu berinsiatif untuk mengetahui kebutuhan belajar mereka, menentukan tujuan yang ingin dicapai, menentukan sumber-sumber apa saja yang dapat membantunya dalam memperoleh informasi, dan mengevaluasi hasil pembelajarannya.

 

Knowles mengemukakan tiga alasan mengapa seseorang perlu melakukan self-directed learning, yaitu:

  1. Individu dengan insiatif yang tinggi untuk belajar, dapat mempelajari leih banyak hal dan belajar lebih baik dibanding orang-orang yang hanya mengandalkan informasi yang diberikan kepadanya tanpa berinisiatif mennggali informasi tersebut lebih dalam.
  2. Self-directed learning sesuai dengan proses perkembangan psikologis seseorang.
  3. Dalam setting pendidikan pun, terdapat banyak perkembangan baru yaitu dimana peserta didik dituntut untuk lebih berinisiatif dalam melaksanakan pembelajaran mereka.

 

Tough (1971) mengemukakan 13 langkah yang dapat dilakukan untuk memulai projek belajar mandiri, yaitu:

  1. Menentukan pengetahuan atau kemampuan apa yang ingin dipelajari secara spesifik.
  2. Menentukan aktivitas, metode, sumber, atau kebutuhan lainnya yang diperlukan untuk mendukung proses pembelajaran secara spesifik.
  3. Menentukan tempat yang nyaman dan mendukung untuk belajar.
  4. Membuat daftar target-target yang ingin dicapai.
  5. Menentukan kapan belajar dimulai,
  6. Menentukan kecepatan yang sesuai untuk diaplikasikan saat belajar.
  7. Memperkirakan tingkat pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki individu saat ini serta menentukan kemajuan apa yang ingin diperoleh.
  8. Mengidentifikasi faktor-faktor apa saya yang selama ini menjadi hambatan dirinya untuk belajar.
  9. Memperoleh sumber daya atau peralatkan yang dibutuhkan.
  10. Menyiapkan ruangan yang akan digunakan untuk belajar.
  11. Menyiapkan uang yang diperlukan untuk memperoleh sumber daya yang diperlukan (jika memang sumber daya yang dibutuhkan tidak dapat digunakan secara gratis).
  12. Meluangkan waktu yang tepat untuk belajar.
  13. Melakukan langkah-langkah yang penting untuk meningkatkan motivasi individu.

Belajar secara akademis memang penting, tetapi tidak ada salahnya jika kita mulai tidak hanya mengandalkan perkembangan pengetahuan dan kemampuan melalui program akademis yang kita ambil saja, namun juga dengan mengandalkan inisiatif dari dalam diri kita untuk berkembang menjadi individu yang lebih baik. Di zaman yang serba modern ini, banyak sekali yang bisa kita lakukan dengan mudah, cepat dan tepat. Bangunlah rasa inisiatif dan manfaatkan sumber daya yang ada di sekitar. Ayo mulai dari sekarang!

 

Referensi:

Manning, G. (2007). Self-directed learning: a key component of adult learning theory. Journal of the Washington Institute of China Studies, 2(2). Diperoleh dari: https://www.semanticscholar.org/paper/Self-Directed-Learning%3A-A-Key-Component-of-Adult-Manning/8407360dce3726084c026e5ccc4c6c918c4270c4#citing-papers

Nemko, M. (2018, January 15). Five learning tips for smart adults. Diperoleh dari: https://www.psychologytoday.com/us/blog/how-do-life/201801/five-learning-tips-smart-adults

Tough, A. (1971). The adult’s learning project: a fresh approach to theory and practice in adult learning. Toronto: OISE.

 

Jurusan Psikologi BINUS