Pendidikan dan Sekolah Positif: Pengembangan Psikologinya

Sebagai anggota Asosiasi Psikologi Positif Indonesia (AP2I), Dr. Juneman Abraham, S.Psi., psikolog sosial Universitas Bina Nusantara, berpartisipasi aktif dalam pengembangan interaksi sosial dan lingkungan positif dalam berbagai konteks. Pengembangan ini terjadi baik melalui jalur studi ilmiah maupun jalur praktik/terapan.

Sebagai pegiat psikologi positif, Dr. Abraham secara berkelanjutan mengkaji penerapan psikologi positif, sebagai berikut:

Pada 29 Agustus 2019, Dr. Abraham bersama Dr. Clara Moningka menjadi narasumber untuk sebuah seminar bertajuk “How to Build Positive School Culture. Budaya Sekolah Positif, Anak Senang di Sekolah” yang diselenggarakan oleh Asosiasi Psikolog Sekolah (Indonesian School-Psychologist Association) Wilayah Banten, Jawa Barat (APSI Banten). Kegiatan ini bertempat di Aula Universitas Pembangunan Jaya (UPJ, Lantai 3), Bintaro. Ketua APSI Wilayah Banten adalah Ibu Tia Rahmania, M.Psi., Psikolog. Sedangkan Ketua Pelaksana kegiatan ini adalah Ibu Silvia Wulandari M.Psi., Psikolog.

Latar belakang kegiatan ini, sebagaimana disampaikan oleh APSI Banten dalam ToR (Term of Reference), adalah sebagai berikut:

Sekolah menjadi sarana berkembangnya individu dalam memperoleh pendidikan. Sarana tersebut memiliki tantangan maupun konsekuensi yang semakin menantang, terkait dengan tuntutan masyarakat terhadap kualitas dan layanan pendidikan yang optimal. Sekolah dipercaya sebagai institusi yang memfasilitasi pengembangan aneka potensi dan kecerdasan majemuk siswa. Hal ini perlu diimbangi dengan upaya sekolah melalui budaya yang positif dalam mengembangkan potensi yang dimiliki individu, baik meliputi siswa, guru, sistem, maupun lingkungan yang mendukung.

Permasalahan pada kurang perhatiannya sekolah terhadap budaya sekolah yang positif kerap menyebabkan ketidakoptimalan siswa maupun guru dalam mengembangkan potensinya. Budaya sekolah yang positif juga berdampak positif terhadap pengembangan potensi guru dalam bekerja. Terdapat hubungan yang positif antara budaya sekolah dan kepuasan kerja menurut persepsi guru. Selain itu, budaya sekolah secara statistik ditentukan sebagai variabel prediktor penting kepuasan kerja. Kultur sekolah berperan dalam mengembangkan prestasi siswa melalui nilai-nilai utama dan nilai pendukung, seperti nilai berprestasi, kedisiplinan, kebersihan, dan religi.

Cara para pemimpin sekolah mendukung kepemimpinan dan kolaborasi guru, melihat pentingnya pengembangan profesional, mengembangkan visi bersama yang melibatkan siswa, guru, dan masyarakat melalui berkomunikasi secara efektif akan memengaruhi budaya sekolah dan sifat hubungan di dalam sekolah (Prokopchuk, 2016). Berkaitan dengan pentingnya pemahaman masyarakat sekolah mengenai pentingnya budaya terhadap pengembangan potensi siswa maupun guru di sekolah, APSI Wilayah Banten dengan dukungan penuh dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Banten menyelenggarakan kegiatan seminar “How to Build Positive School Culture. Budaya Sekolah Positif, Anak Senang di Sekolah” yang dapat menjadi bagian sumbangsih kepada masyarakat luas.

Kegiatan seminar bertujuan untuk memberikan pemahaman baru pada peserta seminar mengenai beragam hal yang perlu diperhatikan dan pendekatan yang dapat diterapkan untuk membangun budaya sekolah yang positif. Hal ini untuk mendukung keoptimalan masyarakat sekolah dalam mengoptimalkan usahanya dalam mencapai tujuan pendidikan.

Adapun materi yang diberikan meliputi hal-hal berikut:

  • Pemahaman budaya sekolah yang positif
  • Aspek dan metode pendekatan yang dapat diterapkan dalam menghadirkan budaya positif di sekolah, meliputi siswa, guru, sistem, dan lingkungan sekolah yang mendukung, maupun bagi orang tua yang meninjau.
  • Ciri sekolah telah menerapkan budaya positif
  • Pengaruh budaya sekolah bagi siswa, guru, dan orang tua.
  • Pentingnya budaya positif bagi keoptimalan siswa dan guru di sekolah.

Adapun materi yang disampaikan oleh Dr. Abraham dapat diakses melalui tautan ini: Pendidikan Positif.

Lebih lanjut, pada 15 November 2019, Dr. Abraham menyampaikan Kuliah Umum mengenai Pendidikan Positif di Universitas Kristen Maranatha (UKM), Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini bertempat di GWM ruang H04B01, UKM.

Adapun materi tersebut diakses dengan bebas melalui tautan ini: Pendidikan Positif. Sejumlah rekomendasi disampaikan dalam Kuliah Umum kepada Fakultas Psikologi UKM.

Berikut ini adalah dokumentasi kegiatan di Bintaro:

Ketua APSI Wilayah Banten, Ibu Mulia Sari Dewi, M.Psi., Psikolog

Bersama Fanny Ghassani (Moderator) dan Ibu Mulia

Bersama Dr. Clara Moningka

Sambutan Tuan Rumah, Rektor Universitas Pembangunan Jaya, Ibu Leenawaty Limantara, Ph.D.

Berikut ini adalah dokumentasi kegiatan di Bandung:

Bersama Tim Pengajar Psikologi Positif Lanjut, Universitas Kristen Maranatha, Bandung

Bersama Ibu Dhini Kuswardhini

 

Unit terapan Psikologi Positif di Australia:

Juneman Abraham