Gnothi seauton – Know thyself: Sebuah Professional Service

Menurut Annual Report 2018 PT Tunas Ridean Tbk, yang bertajuk Delivering Happiness (Mengantarkan Kebahagiaan), visi perusahaan ini adalah “Menjadi perusahaan otomotif paling inovatif di Indonesia dengan menciptakan pengalaman mengesankan di setiap interaksi dengan pelanggan.” Sedangkan misinya adalah: Memberikan pengalaman “Peace of Mind” bagi konsumen; Menciptakan pertumbuhan berkelanjutan melalui operasional yang progresif; Mengembangkan sumber daya manusia dalam membangun kepemimpinan yang kuat; Menciptakan pertumbuhan yang bernilai bersama mitra bisnis strategis; serta Membuat Perbedaan yang Positif dimanapun Tunas berada.

Dalam rangka itu, Tunas Group menyelenggarakan Tunas Acceleration Program, bertajuk Leadership Excellence through Awareness and Practices, dengan sasaran: Berorientasi pada peningkatan daya saing dalam menjawab tantangan persaingan dunia bisnis otomotif, Tunas Group tentunya ingin memastikan setiap pemimpin mampu mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan dengan memegang teguh value perusahaan Tunas Group yaitu I-CARE (Integrity, Customer Focus, Pro Active, Respect, dan intra prEnerur). Adapun pencapaian tersebut didasarkan pada kemampuan setiap pemimpin yang sangat baik yaitu memiliki penguasaan wawasan dan keterampilan dalam pemenuhan standar kompetensi perusahaan sesuai jabatan.

TAP (Tunas Acceleration Program) adalah Program yang ditujukan sebagai pembekalan kompetensi untuk promosi/kenaikan jabatan dari Supervisor menjadi Manager. Dalam konteks ini, ada 3 kunci sukses kompetensi leadership (kepemimpinan), yakni: Mengelola Diri, Mengelola Orang Lain, dan Mengelola Bisnis.

Dr. Juneman Abraham, psikolog sosial Universitas Bina Nusantara, memperoleh kepercayaan untuk membawakan materi tentang kompetensi yang pertama, yakni Managing Self, pada 12 November 2019 di Jakarta. Definisi operasional kompetensi ini adalah: Kemampuan mengelola diri untuk selalu positif dan memberikan kontribusi produktif melalui bakat, pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan kerja yang baik. Sub-kompetensinya adalah: Self Empowerement –> Self Potential Development –> Understanding Self for Effective Leadership, dengan Learning Outcome (capaian pembelajaran), sebagai berikut: Mampu mengidentifikasi karakter diri, komunikasi interpersonal, dan memahami gap antar generasi; serta Mampu memahami cara meningkatkan kesadaran diri dan mempelajari karakter orang lain.

Dr. Abraham memang telah melakukan banyak penelitian yang berhubungan dengan selfhood (kedirian), seperti:

Materi pelatihan pengenalan dan pengelolaan diri yang dibawakan Dr. Abraham, diantaranya:

  • Sifat-sifat diri
  • Sejarah pengenalan tentang diri
  • Jenis-jenis diri
  • Fungsi-fungsi diri
  • Skema diri
  • Skema diri-seksual
  • Regulasi diri
  • Laporan diri (self-report) dan dimensi kepribadian
  • Introspeksi
  • Perbedaan budaya dalam mendefinisikan diri
  • Wajah dan Diri yang Lain
  • Jendela Johari dan komunikasi
  • Persepsi diri dan konteks sosial
  • Perbandingan sosial
  • Story-telling (personal story)
  • dan seterusnya.

Terdapat 15 Latihan (Exercise) yang dilakukan oleh para peserta, diantaranya:

  • Apakah self di era Revolusi Industri 4.0?
  • Siapakah saya?
  • Investasi emosional dan peran leader memperlakukan diri
  • Diri yang diceritakan dan keanggotaan diri dalam kelompok
  • Mengenali diri independen dan interdependen
  • Perbedaan antar generasi dan peran pemimpin untuk fokus pada persamaan dan beradaptasi dengan “perbedaan” itu
  • Diri, tujuan, dan keputusan

Kegiatan ini merupakan bagian dari professional service Universitas Bina Nusantara, di mana manfaatnya adalah:

  • (1) Kompensasi yang baik untuk Faculty Member (Dosen) dan Fakultas atau Center;
  • (2) Mendapat network dari perusahaan ternama;
  • (3) Memperkuat pemahaman ilmu pengetahuan dan penerapannya; serta
  • (4) Personal branding.

Berikut ini adalah dokumentasi selama pelatihan Managing Self:

 

 

 

 

Juneman Abraham