Penggunaan Internet Secara Berlebihan, Akibat atau Penyebab Kesepian?

                                                                                sebarr.com

Internet merupakan salah satu kemajuan teknologi yang paling besar di dunia. Sekarang, rasanya jarang sekali orang-orang yang tidak mengetahui tentang internet, terlebih lagi jika tinggal di daerah perkotaan. Salah satu fasilitas yang disediakan oleh internet adalah mudahnya komunikasi jarak jauh dengan kerabat, atau bertemu dengan orang baru yang belum pernah dikenal sebelumnya.

Dengan adanya internet semua orang pasti pernah menghabiskan waktu untuk browsing atau sekadar melihat-lihat apa yang sedang terjadi di seluruh dunia melalui internet. Sebagian orang terkadang tidak menyadari telah menghabiskan waktu terlalu lama di internet sampai mengganggu kehidupan sosial sehari-harinya. Seiring dengan berkembangnya internet, semakin banyak isu-isu beserta penelitian-penelitian yang mengulik tentang internet, salah satunya adalah Problematic Internet Use (PIU) dan kaitannya dengan kesepian.

Problematic Internet Use atau PIU memiliki karakter kemampuan kontrol yang rendah dan obsesi maladaptif terhadap internet (Aboujaoude, Koran et al., 2006; Yau, Crowley, et al., 2012). Sedangkan kesepian adalah pengalaman subjektif yang diasosiasikan dengan kurangnya kedekatan interpersonal atau dengan orang lain (Chelune, Sultan, & Williams, 1980). Ketika seseorang mengalami PIU, kemungkinan besar kehidupan sosialnya terganggu. Berarti, benarkah internet yang menyebabkan kehidupan sosial seseorang terganggu sehingga akhirnya mengalami kesepian?

Faktanya justru sebaliknya. Menurut Davis (2001) dan Caplan (2002) penggunaan internet secara berlebihan adalah akibat dari kesepian, bukan penyebab. Mengapa demikian? Hal ini didasarkan pada konsep bahwa orang-orang yang mengalami masalah psikologis memiliki pandangan yang negatif terhadap kemampuan sosial mereka, sehingga mereka memilih untuk berinteraksi secara online karena tidak terlalu mengancam mereka dan lebih menarik. Di dunia online pula orang-orang yang kesepian menemukan tempat dimana mereka dapat diterima (Martin & Schumacher, 2003) sehingga mereka lebih banyak menginvestasikan waktu dan hubungan sosial mereka di dunia maya dibandingkan dunia nyata.

Penulis:

Sabilla Apriza
Esther Widhi Andangsari

 

Sumber:

Andangsari, E. W. & Dhowi, B. (2016). Two Typology Types Of Loneliness And Problematic Internet Use (PIU): An Evidence Of Indonesian Measurement. 22, 1711-1714.

Chelune, G., Sultan, F., & Williams, C. (1980). Loneliness, Self-Disclosure and Interpersonal Effectiveness. Journal of Counselling Psychology, 27, 762-764.

Martin, J. M. & Shumacher, P. (2003). Loneliness And Social Uses Of The Internet. 19, 659-671.

Mei, S., Yau, Y, H, C., Chai, J. Guo, J., & Potenza, M. N. (2016). Problematic Internet Use, Well-being, Self-esteem, and Self-control: Data From A High-School Survey in China.