SKY IS NOT THE LIMIT

Beberapa waktu yang lalu, saya bersama tim Psikologi BINUS lainnya mengadakan group consultation untuk para kompetitor ASEAN Skills Competition (ASC) yang akan mewakili Indonesia. Binus University ditunjuk oleh Kemnaker RI sebagai mentor untuk para kompetitor ASC khususnya bidang IT Software Solution For Business, Web Design, IT Network, dan Graphic Design.

345620-admin-810x413

Beberapa kesan yang didapatkan dari para kompetitor adalah 1) Secara kompetensi, sebagian besar dari  kompetitor mengangkakan bahwa mereka telah menguasai 92-97% materi/soal latihan yang diberikan oleh para mentor, 2) Secara psikologis, ada yang masih cemas ataupun takut kalau tiba-tiba panik, ada yang sudah cukup optimis dengan persiapannya. Salah satu kompetitor yang merasa sudah cukup optimis ini ternyata mendapatkan medali emas di kompetisi ASC. Saya pribadi tidak heran dengan hasil ini karena ia memang tampak berbeda dibandingkan dengan kompetitor lainnya. Ia terkesan lebih percaya diri dan positif untuk menghadapi kompetisi. Selain belajar bersama mentor setiap harinya, Ia menyempatkan diri untuk bekerja paruh waktu sesuai dengan bidangnya yakni sebagai IT Software Solution. Dengan demikian, kompetitor ini memiliki beberapa cara untuk termotivasi mengikuti lomba dan persiapan pembelajaran, yakni dengan percaya bahwa ia adalah individu yang kompeten dan berusaha melibatkan diri dalam kegiatan yang mendukung pencapaian. Nah, berbicara motivasi belajar berarti berbicara juga target dan tujuan yang hendak dicapai. Berkenaan dengan itu, kutipan di atas saya pilih sebagai judul untuk menggambarkan bahwa semua orang dapat mencapai apa yang mereka ingin capai. Terlebih penting adalah mengetahui lebih dahulu apa yang menjadi target yang ingin dicapai. Kalau sudah tahu apa yang ingin dicapai, tinggal mencari cara atau strategi untuk mencapai target yang sudah ditentukan.

Menurut Joyce Epstein, ada enam prinsip yang dapat digunakan untuk mencapai target sekaligus meningkatkan motivasi belajar (Ormrod, 2013). Keenam prinsip dikenal dengan akronim TARGET, yakni Task, Autonomy, Recognition, Grouping, Evaluation, dan Time. Berikut ini penjelasan singkat mengenai TARGET:

filekaeby

*sumber: Bahan Ajar Pribadi

Keenam prinsip di atas ternyata cukup difasilitasi selama persiapan ASEAN Skills Competition, kok bisa? Pertama, beberapa dari kompetitor diizinkan untuk magang sehingga merak dapat merasakan makna dari pekerjaan & persiapan lomba tersebut bagi kehidupan (Task). Kedua, kompetitor diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk belajar mandiri di rumah masing-masing jika tidak berhasil menemukan solusi di kelas (Autonomy). Ketiga, semua kompetitor diberikan uang saku dan ditampilkan dalam website (Recognition). Keempat, semua kompetitor diberikan kesempatan untuk mengikuti konseling grup dan berdiskusi dengan sesama kompetitor di bidang yang sama. Kelima, dengan tryout dan magang maka waktu untuk mengalami sendiri suasana perlombaan lebih banyak (Time).

Mari menyusun target dan menggunakan keenam prinsip TARGET! Because, sky is not the limit, be limitless!

 

Referensi

Ormrod, J. E. (2003). Educational psychology: Developing learners. Upper Saddle River, N.J: Merrill/Prentice Hall.

 

Tentang Penulis

Febriani Priskila, seorang ilmuwan psikologi khususnya psikologi pendidikan. Berpengalaman sebagai akademisi baik pada pendidikan dasar maupun pendidikan tinggi.  Tertarik mempelajari dan pernah  meneliti topik-topik terkait pendidikan anak berkebutuhan khusus dan academic engagement.

Febriani Priskila