Selamat Datang

Jurusan Psikologi, Universitas Bina Nusantara berfokus pada Psikologi Intervensi dan Kerekayasaan. Mahasiswa akan dibekali berbagai prinsip Psikologi dan penerapannya agar mampu berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program Sarjana di Jurusan Psikologi Universitas Bina Nusantara memberikan pengetahuan mengenai prinsip-prinsip dasar berkenaan dengan tingkah laku dan proses mental, yang memberi pengaruh terhadap pengalaman dan kondisi manusia. […]
Read More

news


  • BINUSIAN - dari mana hendak ke mana? Yang Terpatri dari...

    Menyambut 2020, banyak pilihan untuk melakukan refleksi tentang dunia pendidikan tinggi. Saya memilih untuk menengok kembali Amanat Raker BINUS Higher Education 2019. Dalam kegiatan Raker ini, saya memang bertanggungjawab sebagai salah seorang PIC Bus (atau ameliorisasi dari Rektor BINUS adalah: tour leader). Saya pun sempat belajar mengenai P3K. Akan tetapi, bukan hanya itu, Raker BINUS di Jakarta dan di Semarang, Juli-Agustus 2019, menghadirkan memori-memori penting tentang bagaimana lingkungan ini berjalan pada masa lalu - masa sekarang - dan masa depan. Sejumlah memori yang berkesan, saya simpan dalam kartu memori saya; akan tetapi, ada baiknya memori ini saya bagikan, entah sebagai penanda ingatan, entah sebagai pedoman, entah sebagai benchmark. Yang jelas, 2019 yang sudah dilalui, tidak berlalu begitu saja. Ada "kereta hidup" yang ikut menembus lorong 2020, bahkan hingga 2035. Apa sajakah itu? Mari kita simak:

    Ikut briefing sebagai Anggota Panitia Transportasi (Tour Leader)

    Pembukaan Rapat Kerja oleh Ketua Yayasan dan Para Rektor di lingkungan BINUS Higher Education (BHE)

     

    BINUSIAN: Dari mana, hendak ke mana? #SPIRIT #FosteringAndEmpowering

    Work-Life Balance: Saatnya Jalan-jalan ....

    Penulis: Dr. Juneman Abraham, S.Psi.
  • Akses Terbuka di Indonesia

    Krisis akses terbuka (open access) yang melanda dunia penerbitan ilmiah di seluruh dunia, dan ketegangan sikap antara negara-negara Utara-Selatan (Utara: umumnya, negara-negara Barat; Selatan: Asia, Afrika, dan Amerika Latin) telah membuat Katholieke Universiteit Leuven (KU Leuven, Belgium) menyelenggarakan kegiatan Global Minds 2019 | Digital Worlds: Cultures and Glocalization, lebih khusus sub-seksi Open Access in a Global Perspective: Comparing Policies and Practices. Dalam kesempatan itu, psikolog sosial Universitas Bina Nusantara yang juga pegiat Sains Terbuka Indonesia, Dr. Juneman Abraham, S.Psi.  diundang sebagai visiting scholar-perwakilan Indonesia (negara Asia) bersama dengan perwakilan dari negara Amerika Latin (Arianna Becerill Garcia) dan Afrika (Susan Veldsman). Dalam paparannya, Dr. Abraham pertama-tama menyampaikan sebuah analisis mengenai dominasi penerbit komersial yang membuat peran pustakawan di seluruh dunia menjadi "impoten". Selanjutnya, dipaparkan berturut-turut tentang kebijakan akses terbuka di Indonesia. Kebijakan tersebut, khususnya Open Journal System, dipandang masih belum memiliki filosofi yang kuat dan hanya berfokus pada pembangunan faktor dampak jurnal secara kuantitatif. Juga masih ada pernyataan yang bias terhadap peninjauan-sejawat terbuka (open peer review) dari pengambil kebijakan. Akses Terbuka di Indonesia memiliki sisi khas dalam diskusinya, yakni demokratisasi pengetahuan dan mindset dan perilaku terbuka yang memperjuangkan 'sistem terbuka'. Lebih lanjut, Dr. Abraham memaparkan riwayat mengapa 'sistem tertutup' masih terawat dan bertahan hingga saat ini. Dinamika hubungan struktural antara Hasrat Internasionalisasi - Retorika vs Realitas Politik-Ekonomi Pemerintah dalam dunia keilmuan - dan situasi 'penuh tanggungan' pada Akademisi Indonesia merupakan sebuah story-telling yang memperjelas pemahaman. Dr. Abraham juga memaparkan mengenai ironi kebijakan bahasa ilmiah internasional di Indonesia, kebijakan pengarsipan mandiri (self-archiving) yang masih kontroversial, serta berbagai persoalan akses terbuka pada berbagai tingkat - diantaranya ketakutan akan pencurian gagasan, penyalahgunaan data, dan isu akuntabilitas atau kebertanggung-gugatan dari akses terbuka. Di tengah-tengah ironi dan iklim ketertutupan yang masih menghantui dunia akses terbuka di Indonesia, beberapa 'blessings in disguise' patut disebutkan yakni eksisnya infrastruktur dan praktik akses terbuka pada berbagai tingkat (individual - gerakan INA-Rxiv; institusional - OneSearch, Diamond Open Access in OJS, Repositori Kelembagaan; negara - Repositori Ilmiah Nasional, Satu Data Indonesia, dan Sistem Informasi IPTEK Nasional; serta internasional - Directory of Open Access Journal/DOAJ). Berdasarkan data DOAJ, masyarakat pengelola jurnal ilmiah di Indonesia ternyata memiliki keakraban yang sangat baik dengan DOI, Peranti lunak sumber terbuka (OJS), serta lisensi non-"all rights reserved", yakni CC BY dan CC BY-SA. Mayoritas jurnal ilmiah Indonesia tidak mengenakan Article processing charges. Bagi jurnal yang mengenakannya dalam satuan rupiah (ada 327 jurnal), rerata APC-nya Rp 620 ribuan, dengan median Rp 400 ribuan. Sedangkan bagi jurnal yang mengenakannya dalam US Dollar, rerata APC-nya 87 USD dengan median 55 USD. Dari sisi bahasa, mayoritas menggunakan naskah penuh berbahasa Indonesia, diikuti kombinasi Inggris dan Indonesia. Perkembangan terbaru yang semestinya memfasilitasi akses terbuka, jika tidak disimpangkan peraturan turunannya, juga diutarakan yakni adanya Undang-Undang Nomor 11 tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, yakni adanya "wajib serah dan wajib simpan atas seluruh data primer dan output riset, paling singkat selama 20 tahun, melalui sistem informasi iptek yang terintegrasi secara nasional." Dr. Abraham juga memberikan tanggapan Tim Sains Terbuka Indonesia atas partisipasi Indonesia dalam Program Plan-S dari negara-negara Uni Eropa. Pada prinsipnya, komunitas ilmuwan di Indonesia tidak ingin menjadi pengekor. Indonesia memiliki langkahnya sendiri dalam mengawal akses terbuka, yang sebagai salah satu negara pasca-kolonial tidak ingin terjebak dalam kolonisasi baru. Walaupun dapat mengambil inspirasi dari negara-negara Amerika Latin, disadari bahwa konteks historis dan akademis Indonesia membuat Indonesia perlu menyusun strategi khas. Mendorong sitasi terbuka, misalnya, adalah gagasan yang baik dan didukung oleh Indonesia, namun jangan sampai merugikan epistemologi orang Indonesia dengan adanya arus keterbukaan dari Utara ke Selatan berkat akses terbuka. Dekontekstualisasi sains Indonesia yang sedang terjadi perlu disadari betul dan dekolonisasi proses dan luaran riset kita perlu diupayakan. Strategi pembiayaan (funding) - siapa, apa, dan bagaimana dibiayai - merupakan isu yang dapat ditangkap oleh Indonesia atau mengantisipasinya sebagai "ilusi" yang sedang diciptakan oleh negara-negara Utara. Misalnya, akses terbuka tidak selalu harus diasosiasikan dengan pembayaran Article Processing Charges, apalagi membayar pada penerbit komersial yang saat ini dominan sebagai pemilik jurnal-jurnal ber-prestise (baca: ber-faktor dampak/impact factor) tinggi yang dikejar juga oleh Indonesia sebagai pemburu peringkat Universitas Berkelas Dunia (versi QS dan THE). Pada akhirnya, Dr. Abraham berpesan bahwa kita perlu menghimpun dan menetapkan nilai-nilai yang melingkupi filosofi dan kebijakan akses terbuka di Indonesia.

    Sesi Paparan

    Sesi Debat setelah sesi paparan

    Maklumat di depan ruang dekanat

    Dr. Juneman Abraham bersama Prof. Arianna Becerill Garcia

     
  • Bersiap Mendamping Mahasiswa Baru

    Tidak terasa, semester genap periode 2018/2019 akan selesai. Semester Pendek akan datang, bagi yang mengambilnya. Dan, para mahasiswa tahun terakhir akan memasuki masa enrichment yang kedua. Lalu, mahasiswa baru masuk. Angkatan baru, wajah baru, semangat baru akan mulai menghiasi kampus BINUS.Jurusan Psikologi, bersama seluruh jurusan lainnya di BINUS, sudah mempersiapkan diri untuk menyambut para mahasiswa baru. Di koordinasi dengan tim di universitas tentunya. Akhir Juli akan menjadi awal penyambutan. Persiapannya sudah dimulai berbulan-bulan sebelumnya. Salah satunya adalah perekrutan dan seleksi mahasiswa untui menjadi pendamping mahasiswa baru, baik sebagai Freshmen Leader saat orientasi sebelum perkuliahan maupun Freshmen Partner saat mahasiswa baru menjalani perkuliahan di satu tahun pertamanya. Oh iya.. tidak salah baca, satu tahun. Oleh karena itu, dibutuhkan mahasiswa senior yang tidak hanya tangguh di akademis, namun juga di manajemen diri maupun komunikasi. Dari banyaknya mahasiswa yang mendaftarkan diri, terpilih 20 mahasiswa Psikologi untuk menjadi pendamping para mahasiswa baru semester ganjil besok. Mereka akan membantu universitas dan jurusan dalam setiap kegiatan mahasiswa baru. Mulai dari General Orientation, lalu disambung Academic Orientation, hingga program satu tahun pertama. Dengan berbagai cara yang asyik, mereka akan membantu mahasiswa baru untuk bisa dengan cepat beradaptasi dengan kehidupan perkuliahan. Di General Orientation, mereka akan mendampingi para mahasiswa baru untuk memahami dan mulai terbiasa dengan berbagai sistem maupun peraturan yang berlaku di BINUS secara umum. Setelah itu, masuk ke Academic Orientation, yang membawa mahasiswa baru untuk mengenali Jurusan Psikologi secara spesifik. Baik tim pengajar, kurikulum, termasuk simulasi penugasan. Lalu selama satu tahun, mereka akan mendampingi mahasiswa baru bersama dosen pembimbing akademis. Sudah tidak sabar...

Find a program that suits you

Enter the keyword of program you want below:

articles

Pendidikan dan Sekolah Positif: Pengembangan Psikologinya

Pendidikan dan Sekolah Positif: Pengembangan Psikologinya

Sebagai anggota Asosiasi Psikologi Positif Indonesia (AP2I), Dr. Juneman Abraham,...

Gnothi seauton - Know thyself: Sebuah Professional Service

Gnothi seauton - Know thyself: Sebuah Professional Service

BINUSIAN - dari mana hendak ke mana? Yang Terpatri dari Rapat Kerja BINUS Higher Education 2019

BINUSIAN - dari mana hendak ke mana? Yang Terpatri dari Rapat Kerja BINUS Higher Education 2019

Membina Nusantara ‘a la’ Psikologi BINUS (6)

Membina Nusantara ‘a la’ Psikologi BINUS (6)

Sistem Informasi Iptek Nasional: Sebuah Diskusi

Sistem Informasi Iptek Nasional: Sebuah Diskusi

Akses Terbuka di Indonesia

Akses Terbuka di Indonesia

Video