People Innovation Excellence

Open Science: Pre-registrasi lah penelitian mu sebelum dimulai!

Halo para peneliti dan akademia! Kembali lagi dengan Farah disini! Kali ini saya akan membahas mengenai topik paporit saya berkaitan dengan Open Science Movement, yaitu tentang Pre-registration. Seperti yang telah bahas di artikel sebelumnya (Open science: Ayo, jangan hanya sharing foto di media sosial, mulailah untuk sharing data penelitian kalian! dan Open science: How to start and what to do), salah satu cara untuk menghindari pelanggaran etika dalam penelitian adalah dengan melakukan Pre-registrasi. Pre-registrasi adalah meregistrasikan diskripsi singkat tentang rencana penelitian kita. Pre-registrasi ini biasanya dilakukan peneliti sebelum pengambilan data (atau setidaknya sebelum menganalisa data).

Kenapa kita sebaiknya melakukan pre-registrasi sebelum penelitian? Salah satu tujuannya adalah untuk menghindari HARKing (Hypothesizing After the Results are Known). HARKing terjadi ketika peneliti sudah memiliki hipotesis dan rencana awal mengenai bagaimana penelitian akan dilakukan, namun setelah mendapatkan hasil, peneliti mengubahnya demi menyesuaikan dengan hasil penelitian. Hal ini tentunya melanggar etika penelitian, karena peneliti mengubah “cerita” awal demi menyesuaikan hipotesis, padahal hipotesis adalah salah satu langkah awal penelitian yang menentukan bagaimana penelitian akan berlangsung. Jika hasil penelitian tidak mendukung hipotesis, maka manuskrip sebharusnya tetap ditulis sesuai dengan data apa adanya. Jika kita mengubah hipotesis setelah kita mengetahui hasil, berarti kita tidak jujur dalam perancangan penelitian.

 

Gambar 1. Ilustrasi HARKing. Sasaran (bullseye) dibuat setelah hasil didapatkan (panah tertancap).

 

Selain menghindari HARKing, pre-registrasi juga dapat membantu Anda untuk tetap berjalan sesuai dengan rencana penelitian Anda. Berdasarkan pengalaman pribadi saya, terkadang kita lupa apa sebenarnya tujuan penelitian kita, atau lupa bagaimana prosedur pengambilan data yang kita rencanakan, berapa jumlah partisipan yang mau kita ambil, dan sebagainya. Dengan pre-registrasi, kita tidak perlu pusing-pusing memikirkan langkah selanjutnya yang perlu diambil saat penelitian sudah berjalan. Semua sudah kita pikirkan di awal dan dituliskan di pre-registrasi. Tinggal jalankan saja!

Keuntungan lainnya adalah, ketika kita mau submit abstrak ke konferensi-konferensi, tinggal ambil saja dari pre-registrasi yang kita buat dan sesuaikan dengan format yang diminta. Gampang!

Kenapa banyak peneliti melakukan HARKing? Jawabannya adalah tuntutan publikasi! Hasil penelitian yang mendukung hipotesis tentunya memiliki peluang yang lebih besar untuk diterima dan dipublikasikan. Jika data menunjukan hasil yang bertentangan (H0 diterima), tentunya peluang untuk dipublikasikan akan lebih kecil. Sedangkan tuntutan karir sebagai akademia adalah jumlah publikasi. Mengubah jalan cerita sesuai dengan hasil, merupakan salah satu cara memperbesar peluang untuk meningkatkan jumlah publikasi. Tentunya mengubah hipotesis adalah hal yang mudah dan menggiurkan. Tapi ingat, semua dosa selalu menggiurkan! Hahahaha..

INGAT, jika Anda melakukan ini, berarti Anda bukanlah peneliti yang berintegritas dan beretika, apalagi jika Anda adalah akademia BINUSIAN, Anda akan melanggar BINUSIAN values, SPIRIT, terutama Integrity!

 

Gambar 2. BINUSIAN Values SPIRIT

 

Bagaimana caranya melakukan pre-registrasi? Saya pribadi biasanya melakukan pre-registrasi di Open Science Framework (OSF, https://osf.io/). Di dalam OSF terdapat beberapa pilihan bentuk pre-registrasi. Bedanya adalah jenis dan jumlah informasi yang ingin Anda berikan, tergantung template fomulirnya (e.g., OSF Preregistration, Pre-registration template from As.Predicted.org., Pre-registration in Social Psychology). Biasanya saya hanya menggukan bentuk Open-ended Registration dimana bentuk pre-registrasinya adalah bebas. Saya biasanya menjabarkan rencana penelitian saya kurang lebih sebanyak dua halaman, kemudian menuangkannya di OSF. Informasi lengkapnya bisa didapatkan disini dan contoh pre-registrasi yang saya buat bisa dilihat disini: https://osf.io/25zve/).

Apa saja hal-hal yang harus dipre-registrasikan? Menurut American Psychological Science (APS), pre-registrasi mencakup hal-hal seperti rencana jumlah partisipan, material stimulus, rencana prosedur pengambilan data, rencana analisa data (dengan teknik statistik apa? E.g., t-test, ANOVA, dsb.), serta prediksi hasil analisis atau hipothesis penelitian kita.

 

Gambar 3. Controh pre-registrasi yang saya dan rekan-rekan penulis buat untuk penelitian kami.

 

Apa keuntungan melakukan pre-registrasi? Selain kita berlatih menjadi peneliti yang beretika dan berintegritas, pre-registrasi juga membantu kita berjalan sesuai dengan rencana yang kita buat. Selain itu, saya juga memiliki pengalaman pribadi ketika menghadapi reviewers yang memaksakan pola pikirnya untuk mengubah alur cerita penelitian kami, terutama bagian Pendahuluan dalam manuskrip kami, untuk disesuaikan dengan point of view-nya. Tentu saja kami mengatakan bahwa penelitan kami ter-registrasi, sehingga jika kami mengubah “cerita” berarti kami melakukan HARKing karena tidak sesuai dengan pola pikir dan hipotesis kami di awal rencana penelitian ini dibuat. Tentu saja, alasan tersebut diterima oleh reviewers dan pada akhirnya manuskrip kami diterima dan dipublikasikan. Yeay!

Keuntungan berikutnya adalah, beberapa jurnal sudah menyediakan reward bagi penelitian-penelitian yang sudah mempraktikkan Open Science Movement (Open Data, Open Material, dan Pre-Registration) dengan mencantumkan badge open science practices. Setiap jurnal yang setidaknya mempraktikkan salah satu dari ketiga hal tersebut, akan mendapatkan badge di jurnalnya. Seperti contoh di bawah ini. Supaya pembaca mengenali bahwa penelitan yang dibacanya bisa dipercaya dan dipertanggung-jawabkan, serta ditulis oleh peneliti-peneliti yang beretika dan berintegritas.

 

Gambar 4. Screen-shot dari laman psychologicalscience yang menjelaskan tentang Open Practice Badges (https://www.psychologicalscience.org/publications/badges)

 

Gimana? Mudah-mudahan penjelasan saya cukup jelas dan cukup untuk meyakinkan kita semua untuk menjadi peneliti yang lebih baik, terutama yang berintegritas! Salam SPIRIT!

 

Pictures were taken from:

Gambar 1: https://christopherchartier.com/2017/06/02/sure-thing-hypothesis-testing/

Gambar 2: https://www.facebook.com/ssckg/

Gambar 3: https://osf.io/m4hxk/

Gambar 4: https://www.psychologicalscience.org/publications/badges

Featured image: https://cos.io/prereg/


Published at :
Written By
Farah Mutiasari Djalal
Lecturer Specialist S3 | Psychology Department
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close