People Innovation Excellence

Awas ‘Candu’ Internet!

Internet saat ini sudah menjadi bagian dalam hidup seseorang. Banyak aktivitas yang dikerjakan dengan menggunakan bantuan internet, mulai dari belajar, bekerja, belanja, hingga memasak. Berdasarkan data dari Internet Society Report (2014), jumlah pengguna internet di dunia hingga 10 Mei 2014 sebanyak 2.893.587.260 pengguna. Penyumbang terbesar dari pengguna internet adalah negara berkembang, dengan 50% pegguna internet berasal dari negara berkembang. Hingga tahun 2014 lalu, 50% dari pengguna internet akses internet melalui perangkat bergerak seperti smartphone.

Bagaimana dengan Indonesia? Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, hingga tahun 2014 ini jumlah pengguna internet di Indonesia terus bertambah mencapai angka 82 juta orang dan tercatat sebagai negara peringkat ke-8 pengguna internet terbesar di dunia. Yang menarik dari data tersebut, pengguna internet di Indonesia lebih banyak menggunakan internet untuk akses situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Path, dan Instagram (data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2013). Daya tarik internet dalam hal ini situs jejaring sosial nampaknya sangat kuat terutama bagi kalangan muda seperti Anda.

Tidak dipungkiri bahwa internet memang dapat mendatangkan keuntungan bagi penggunanya termasuk mendapatkan dukungan sosial secara online, namun sejak kemunculan internet juga dilaporkan dalam beragam penelitian mengenai hal negatif dari teknologi ini yang bermula di negara Amerika Serikat. Penggunaan internet yang berlebihan atau penggunaan situs jejaring sosial yang berlebihan dapat mengarah persoalan dalam penggunaan internet (Problematic Internet Use). Ada yang menyebutnya candu internet atau adiksi terhadap internet, internet patologis, ketergantungan pada internet, atau bahkan hanya menyebutnya Persoalan dalam Penggunaan Internet.

‘Wabah candu’ terhadap internet ini cukup marak melanda orang-orang yang memiliki persoalan psikologis seperti kesepian, merasa diri tidak berharga, stress, atau depresi. Di sisi lain kegiatan ber-internet seperti online situs jejaring sosial, online shopping, browsing, atau game online, dapat menolong Anda untuk ‘memulihkan’rasa sepi yang Anda rasakan atau meredam mood yang kurang enak (baca: be-te). Namun Anda harus waspada bahwa orang dengan pesoalan psikologis seperti itu juga rentan mengalami ‘candu’ internet.

Ciri-ciri yang paling khas adalah merasa selalu ingin online padahal sudah offline, selalu berpikir bahwa untuk meredam reaksi mood yang tidak enak hanya bisa lewat internet, selalu ingin bisa online kapan saja sehingga gelisah bila tidak ada koneksi internet atau lupa membawa smartphone, dan bahkan memiliki persoalan dalam relasi, studi atau pekerjaan akibat penggunaan internet yang berlebihan ini.

Coba cek diri Anda sendiri, apakah Anda memiliki salah satu dari gejala tersebut? Bila ya, ayo kelola lebih bijak penggunaan internet Anda!

Oleh: Esther Widhi Andangsari, M. Si., Psi.
(Kepala Laboratorium & Dosen Psikologi BINUS University)

Sumber:

Caplan, S. (2003). Preference for Online Social Interaction: A Theory of Problematic Internet Use and Psychosocial Well-Being. Communication Research , 30 (6), 625-648.

Caplan, S. (2002). Problematic internet use dan psychosocial well-being: development of a theory-based cognitive-behavioral measurement instrumen. Computers in Human Behavior , 18 (2002), 553-575.

Davis, R. A. (2001). A cognitive-behavioral model of pathological Internet use. Computers in Human Behavior , 17 (2001), 187-195.
Kementerian Komunikasi dan Informatika. (2014, May 8). Kementerian Komunikasi dan Informatika. Retrieved November 5, 2014, from Kominfo: http://kominfo.go.id/index.php/content/detail/3980/Kemkominfo%3A+Pengguna+Internet+di+Indonesia+Capai+82+Juta/0/berita_satker#.VFlBtMJxkcA, pada 5 nov 2014

Nathabradja, I. (2013, November 11). Teknologi.inilah.com. Retrieved November 5, 2014, from Teknologi.inilah.com: http://teknologi.inilah.com/read/detail/2046092/95-akses-internet-indonesia-untuk-jejaring-sosial#.VFnya1cjHFw

Society, I. (2014). Internet Society. Global Internet Report 2014. Geneva, Switzerland: Internet Society.

Tam, P., & Walter, G. (2013). Problematic internet use in childhood and youth: evolution of a 21st century affliction. Australian Psychiatry , 0 (0), 1-4.

 

Editor by: Berdi Dwijayanto, S.Psi.


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close