Pingkan Rumondor**

 

Perasaan berbunga-bunga, hasil kerja oxytocin si hormon cinta memang bisa mendorong dua orang ‘jadian’ atau membina hubungan yang berkomitmen. Sayangnya perasaan ini hanya bertahan beberapa bulan. Lalu, bagaimana caranya supaya hubungan bisa bertahan? Apa dengan fokus sama perasaan cinta?

Terlalu fokus sama perasaan cinta ternyata bisa buat hubungan malah terancam. Saat hubungan sudah berjalan, ada hal lain yang memegang peranan lebih penting. Hal itu adalah value atau nilai yang dianut seseorang. Perasaan sifatnya sementara dan dipengaruhi persepsi, memori, pengalaman serta kejadian saat ini. Sementara value lebih menetap. Jadi, yang dibilang kekuatan cinta itu bukan terletak pada perasaan berbunga-bunga, lebih ke nilai yang dianut sama si pasangan.

Menurut penelitian, pasangan yang hubungannya memuaskan, bukanlah yang perasaannya menggebu-gebu, melainkan yang punya nilai-nilai berikut:

  1. Equality: Orang yang punya nilai ini akan menganggap pasangan punya kedudukan yang sama. Jadi gak ada yang lebih dominan atau lebih submisif dalam hubungan.
  2. Fairness: Orang yang adil mau berbagi peran dalam hubungan. Ada pembagian tugas yang adil. Jadi, dalam hubungan, gak ada satu pihak yang selalu bayarin/dibayarin, atau selalu nungguin/ditungguin.Capek juga ya kalau hubungannya gak imbang?
  3. Support: Saling menunjukkan dukungan kalau salah satu ada masalah. Cara paling sederhana: mau dengar curhat pasangan, komentarnya nanti dulu.
  4. Loving behavior: Mau menunjukkan perhatian, bantuan saat dibutuhkan, menunjukkan rasa sayang sewajarnya, dan ikut kegiatan yang menyenangkan buat dua-duanya.

Nah, nilai-nilai ini ternyata bertingkat, jadi untuk bisa nunjukin support dan loving behavior. Pertama-tama harus ada equality sama fairness dulu.

Buat yang sedang dalam hubungan: coba mulai kurangin fokus ke perasaan, lebih tanamin nilai-nilai diatas, terutama equality dan fairness.

Buat yang lajang: coba cek dirimu, kira-kira kamu punya nilai equality & fairness gak? Gimana kamu memperlakukan teman dan sahabatmu? Kira-kira, dalam hubungan nanti, bisa gak kamu jadi pasangan yang imbang dan adil? Kalau belum, waktunya kamu mulai memupuk nilai-nilai di atas.

 

Ingat: kekuatan cinta bukan dari perasaan berbunga-bunga tapi dari nilai yang dipegang kamu dan pasangan.

 

**penulis adalah pengajar Jurusan Psikologi, Fakultas Humaniora, Universitas Bina Nusantara

sumber tulisan: blog penulis

sumber gambar: http://shonenjump.viz.com/node/1218