People Innovation Excellence

External eater, are you?

Pernah mengalami? Abai dengan perut  yang kadang berontak kekenyangan, namun masih saja asik mengunyah karena mata dan lidah tak mampu menjaga dirinya. Yap, meminjam istilah dari pakar (Misalnya Van Strien atau Abramson), yang terjadi saat demikian disebut external eating (jadi saya ini external eater). Mengenalinya mudah kok. Kalau orang lain makan karena lapar, external eater ini makan karena respon-respin eksternal seperti, “Duh kuenya cantik banget”, “Aduh baunya sedap betul”, atau karena “teman juga makan”. Atau bisa dibilang, apa ya, lapar mata! Nah iya, LAPAR MATA!

Apakah anda termasuk external eater? Coba deh jawab pertanyaan-pertanyaan dibawah ini:

Saat yang lain makan, saya pun ikut makan walau tidak sedang lapar

Jika ada makanan yang baunya enak, saya harus mencoba sedikit

Sulit untuk mengacuhkan bau makanan yang baru selesai dimasak

Jika rasa makanannya benar-benar enak, saya akan makan lebih dari yang direncanakan

Saat saya lapar, saya tidak akan makan jika rasanya tidak enak

Walaupun saya sudah makan, tetapi tiba watunya makan maka saya akan makan lagi

Saat nonton ke bioskop, saya membeli popcorn atau snack walaupun tidak sedang lapar

Bukan hari raya namanya jika saya tidak makan terlalu banyak


Kapanpun ada momen spesial, saya merayakannya dengan makanan

Bagaimana? Apakah banyak yang anda jawab YA? Jika demikian, barangkali memang anda adalah seorang external eater.

Pertanyaan selanjutnya adalah: kalau iya, lantas saya harus bagaimana?

Ada beberapa tips yang bisa diaplikasikan. Lumayan simpel kok. Tapi ampuh.

  1. JAUHKAN MAKANAN dari anda. Ini yang paling gampang. Kalaupun suka menyimpan makanan, simpan dalam wadah tertutup. Jadi, anda tidak akan mudah kepingin. Atau buat aturan bahwa makanan tidak boleh ada diarea selain dapur dan ruang makan.

  2. Minum air putih yang banyak! Selain untuk menjaga anda tetap terhidrasi, air putih membantu memisahkan antara rasa lapar dengan rasa haus. Biasanya kita hanya haus namun karena otak tak mampu menterjemahkan secara berbeda, ditangkap menjadi sinyal lapar (plus kadang kita suka pura-pura lapar). Kalau sudah kenyang air kita mungkin akan memilih untuk menolak (atau setidaknya mencoba segigit saja) andaikan ada teman yang tiba-tiba menawari makana, hehehe.

  3. Kunyah pelan-pelan! Nikmatilah makanannya, taruh alat makan anda saat sedang mengunyah.

  4. Tentu saja: makan sadar. Sadari kapan, dimana, dengan siapa, dan tentu saja apa yang sedang anda makan. Mindfulness is always good.

  • Atau secara ringkas, yang paling gampang adalah: #MAKANSAATLAPAR

Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close