Pengaruh tingkat stress dengan aktifitas religius

Muhammad Nufus Mathriul – 1601279176

KERANGKA BERFIKIR

nufus

DEFINISI OPERASIONAL

Aktivitas Religius = Menurut Marta Aji Wicaksono (2012) rajin disini diartikan sebagai perilaku yang konsisten, terus menerus berarti tidak diam, tertata berarti rapi dan menimbulkan kesan keindahan apabila dipandang, serta yang terakhir adalah tertib atau berurutan.

Stress = Menurut McGrath dalam Weinberg dan Gould (2003:81), stress didefinisikan sebagai stress akan muncul pada individu bila ada ketidakseimbangan atau kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhannya baik yang bersifat jasmani maupun rohani.

TUJUAN PENELITIAN

– Agar dapat melihat seberapa berpengaruh aktivitas religius terhadap penurunan tingkat stress

– Melihat peran aktivitas religius dalam diri mahasiswa

– Melihat bentuk-bentuk stres yang dihadapi mahasiswa

MANFAAT PENELITIAN

– Manfaat teoritis: Mampu memberi pengetahuan dan wawasan cara menurunkan tingkat stres bisa juga dilakukan dengan melakukan aktivitas religius. Penelitian ini diharapkan memberikan gambaran tentang aktivitas religius yang mampu menurnkan tingkat stres.

– Manfaat prakis: Mampu memberikan alternatif baru untuk mahasiswa tentang bagaimana cara menurunkan tingkat stres dengan menggunakan aktivitas religius. Penelitian ini diharapkan mampu digunakan mahasiswa sebagai alternatif dalam menurunkan tingkat stres dengan menggunakan aktivitas religius yang telah dijelaskan pada penulisan ini

Hal ini bisa dikaitkan dengan teori kepribadian Freud, bahwa orang yangtidak melakukan aktifitas religius, semua gerak dan irama hidupnya selalu dalam pengaruh Id (Das Es). Ego (Das Ich) manusia akan senantiasa mengikuti pengaruh alam bawah sadar (Id) tadi. Id yang menurut Freud manifestasi dari insting-insting ketidaksadaran, bekerja hanya dengan prinsip kenikmatan (pleasureprinciple).

Sebaliknya dengan aktifitas religius maka akan menghidupkan jiwa insani manusia, yaitu Super Ego yang dapat mengendalikan alam ketidaksadaran manusia.

Melalui aktivitas religius superego yang terdapat pada diri manusia akan berfungsi sebagai alat kontrol bagi perilaku secara baik.